<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>brand image Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/brand-image/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/brand-image/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Dec 2011 09:32:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Brand atau Merek</title>
		<link>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 16:32:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand assosiations]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[citra merek]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1184</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brand atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran (marketing communication). Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar (target market). Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian (buying factor). Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Brand</em> atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran <em>(marketing communication)</em>. Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar <em>(target market)</em>. Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian <em>(buying factor)</em>.</p>
<figure id="attachment_1185" aria-describedby="caption-attachment-1185" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg"><img class="size-medium wp-image-1185" title="Brand atau Merek" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg" alt="Brand atau Merek" width="300" height="246" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1185" class="wp-caption-text">Brand atau Merek</figcaption></figure>
<p>Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang unik. Hal inilah yang menuntut pemasar berfikir lebih jenius. Mereka harus benar-benar memahami karakter calon konsumen. Sebagai contoh peran <em>brand</em> yang begitu kuat di masyarakat. <em>Saking</em> fanatiknya terhadap<em> brand Blackberry (BB)</em>, seseorang rela harus berpanas-panasan, berdesakan, bahkan ada yang hingga pingsan. Hal ini bukan semata karena kecanggihan fitur barunya, tetapi lebih kepada fanatisme serta <em>mindset</em> yang sudah terbentuk di masyarakat bahwa <em>brand Blackberry</em> memiliki nilai prestis dibanding produk sejenis yang ada di pasaran.  Sehingga tidak perduli seperti apa kualitas produk terbaru tersebut yang terpenting <em>brand</em>nya adalah Blackberry. Padahal jika kita melihat dari sisi fitur dan manfaat, masih banyak jenis <em>smartphone</em> lain yang lebih canggih dan lebih murah.</p>
<p>Ilustrasi di atas  sangat tepat untuk menggambarkan peran sebuah<em> brand</em> pada bauran komunikasi pemasaran. Karena pergeseran pola pikir dan <em>life style</em> inilah dalam membangun sebuah <em>brand</em> tidak sebatas melihat dari citra merek <em>(brand image) </em>tetapi harus mampu menciptakan fanatisme serta loyalitas<em> (brand loyalty)</em>. Jika dua hal tersebut dapat dicapai, niscaya saat produk terbaru diluncurkan maka konsumen fanatik dan loyal tersebut akan berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkannya.</p>
<p>Pencitraan dan penciptaan fanatisme merek saat ini lebih banyak berbasis emosional. Artinya, pemasar atau produsen harus mampu membuat konsumen jatuh cinta pada suatu merek secara emosional, memperlakukan produk layaknya manusia yang memiliki hubungan emosional. Lihat saja, saat kita membeli produk baru seolah-olah kita sedang jatuh cinta kepada lawan jenis, membelikan asesoris supaya lebih cantik, mempelajari fitur, merawatnya, dan memperlakukannya secara istimewa. Sehingga tanpa sadar seolah memiliki ikatan emosional.</p>
<p><strong>Merek = Karakter</strong><br />
Contoh paling gampang kenapa Ronaldo menggunakan mobil sport di iklannya dan tidak menggunakan jenis mobil MPV atau lainnya.  Karena dalam iklan tersebut ingin menampilkan karakter seorang Rhonaldo yang telah kita ketahui adalah seorang pemain bola yang mempunyai skill tinggi, punya kecepatan, ketepatan, dan maco. Coba bayangkan jika Rhonaldo menggunakan mobil Xenia atau Avansa &#8230; hehehehhe &#8230;</p>
<p>Jadi merek harus mampu mencerminkan karakter yang ingin dibangun. Konsumen cenderung ingin mengungkapkan identitas dirinya, ia akan terus melakukan eksplorasi dengan cara mencari produk yang akan dijadikan simbol identitas dirinya. Sekaligus sebagai pembeda dari orang lain.</p>
<p><strong>Difinisi Merek atau Brand</strong><br />
Merek merupakan pengenal yang mewakili suatu produk tertentu. Bukan sekedar nama, merek merupakan gambaran citra di dalam pikiran konsumen. Merek mencakup nama, logo, gambar, lambang, slogan, font, dan pola desain terkait dengan produk atau layanan. Melalui pola-pola tersebut diharapkan akan memunculkan citra yang dapat mencerminkan nilai, gagasan, dan kepribadian.</p>
<p>Brand image adalah gambaran mental yang mencerminkan cara pandang terhadap merek, di dalamnya meliputi identifikasi, emosi, dan karakter produk, serta asosiasi yang timbul di benak konsumen <em>(brand assosiations)</em>.</p>
<p>Agar suatu merek dapat diketahui, diakui, dan diterima <em>(brand awareness)</em> oleh masyarakat atau konsumen, perlu dilakukan proses komunikasi.</p>
<p>Bahasan berikutnya tentang Struktur Merek dan Elemen Merek.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Digital Marketing: New Strategi &#038; Tool To Build Strong Brand</title>
		<link>https://www.denbagus.com/digital-marketing-new-strategi-tool-to-build-strong-brand/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/digital-marketing-new-strategi-tool-to-build-strong-brand/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 15:09:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[digital marketing]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[tool]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=963</guid>

					<description><![CDATA[<p>Era digital telah membawa perubahan cukup radikal dalam dunia marketing. Aliran deras teknologi banyak membawa perubahan terhadap pola dan gaya hidup konsumen. Pelaku bisnispun dituntut tanggap dan cepat bereaksi atas perubahan ini. Digital marketing sebagai strategi marketing efektivitasnya terlihat cukup nyata apalagi didukung dengan pengguna internet yang terus meningkat dan pengguna sosial media yang semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/digital-marketing-new-strategi-tool-to-build-strong-brand/">Digital Marketing: New Strategi &#038; Tool To Build Strong Brand</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Era digital telah membawa perubahan cukup radikal dalam dunia <em>marketing.</em> Aliran deras teknologi banyak membawa perubahan terhadap pola dan gaya hidup konsumen. Pelaku bisnispun dituntut tanggap dan cepat bereaksi atas perubahan ini.<span id="more-963"></span></p>
<p><em>Digital marketing </em>sebagai strategi marketing efektivitasnya terlihat cukup nyata apalagi didukung dengan pengguna internet yang terus meningkat dan pengguna sosial media yang semakin tinggi. Indonesia menempati peringkat dua dunia pengguna <em>Facebook,</em> serta lima besar dunia untuk pengguna <em>Twitter. </em>Hal ini makin mengukuhkan <em>Digital marketing</em> membawa peran penting bagi <em>Marketer </em>untuk meningkatkan <em>brand image</em> yang kuat di pasar.</p>
<p>Ada beberapa pertanyaan dibenak kita:</p>
<ol>
<li>Bagaimana perilaku konsumen di era digital ini?</li>
<li>Benarkah <em>Digital Marketing Low Budget High Impact?</em></li>
<li>Bagaimana membangun infrastruktur perusahaan untuk mengimplementasikan <em>Digital marketing</em>?</li>
<li>Bagaimana menggunakan <em>Digital Marketing</em> untuk membangun merek?</li>
<li>Apakah konvensional <em>marketing </em>akan mati?</li>
</ol>
<p>Saya tidak akan menjawab semuanya, namun mencoba menjawab sesuai dari apa yang telah saya ketahui saja.</p>
<p><strong>PERILAKU KONSUMEN DI ERA DIGITAL</strong></p>
<p>Perilaku konsumen sangat dipengaruhi dengan kemajuan teknologi di era digital seperti sekarang. <em>Mobile device </em>yang membanjir turut membawa andil besar terhadap perubahan perilaku ini. Jika dulu marketing mengedukasi konsumen dan cenderung menjual produk, tidak untuk sekarang. Saat ini konsumen sudah memposisikan diri setara dengan produsen. Konsumen sudah tidak lagi bisa dibujuk, mereka lebih kritis, cerdas, selalu ingin tahu. Peran individu sudah semakin kuat <em>(powerful)</em> saat mereka sudah terhubung ke internet. Di sana akan terjadi interaksi yang saling pempengaruhi dan saling membantu. Sehingga dapat disimpulkan, di era digital,<em> everyone is marketer.</em> Saat individu bilang produk A bagus dan disampaikan melalui sosial media, seketika itu pula proses marketing berlangsung.</p>
<p>Paparan di atas sudah cukup untuk menggambarkan lanskap bisnis yang sudah berubah. Setiap orang saat ini memiliki peluang yang sama untuk maju. Justin Beiber <em>from nothing to something.</em> Bahkan Briptu Norman dalam tempo 2x24jam bisa menjadi selebritis. Ini bukti adanya demokratisasi di segala bidang berkat kemajuan teknologi. Jadi perhatikan perilaku konsumen Anda. Strategi marketing harus berubah, jangan tunda lagi, atau Anda akan menerima konsekuensinya.</p>
<p>Tunggu bahasan lainnya di tulisan berikutnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/digital-marketing-new-strategi-tool-to-build-strong-brand/">Digital Marketing: New Strategi &#038; Tool To Build Strong Brand</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/digital-marketing-new-strategi-tool-to-build-strong-brand/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Logo? Pentingkah?</title>
		<link>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 07:47:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[gestalt]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMC]]></category>
		<category><![CDATA[Integrated Marketing Communication]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[printing]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi cetak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=930</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun saya telah membuat beberapa logo, baik untuk komersial maupun yang non komersial, baik untuk logo produk maupun logo perusahaan. Sebagian orang menganggap logo hanyalah sebuah logo, sama halnya saat orang menyatakan &#8220;Apalah arti sebuah nama&#8221;. Dalam sebuah strategi komunikasi yang berkaitan dalam pembentukan brand image suatu perusahaan maupun produk tentu saja logo membawa peran sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/">Logo? Pentingkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun saya telah membuat beberapa logo, baik untuk komersial maupun yang non komersial, baik untuk logo produk maupun logo perusahaan. Sebagian orang menganggap logo hanyalah sebuah logo, sama halnya saat orang menyatakan &#8220;Apalah arti sebuah nama&#8221;. <span id="more-930"></span>Dalam sebuah strategi komunikasi yang berkaitan dalam pembentukan <em>brand image</em> suatu perusahaan maupun produk tentu saja logo membawa peran sangat penting bahkan vital.Coba bayangkan saja saat Pertamina dan Garuda Indonesia mengeluarkan dana cukup besar saat mereka melakukan peremajaan logo. Logo merupakan bagian dari Integrated Marketing Communication.</p>
<p>Logo bukan sebatas simbol, tetapi logo dapat membentuk citra positif sebuah institusi atau produk. Logo merupakan identitas, memberikan informasi, bersifat persuasif, dan dapat digunakan sebagai alat pemasaran. Pernyataan tersebut sekaligus sebagai jawaban dari judul di atas, pentingkah sebuah logo?</p>
<p>Logo dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Diluncurkannya sebuah organisasi baru</li>
<li>Perusahaan melakukan <em>merger</em></li>
<li><em>Re-Positioning</em></li>
<li>Perubahan kultur budaya perusahaan (pergantian manajemen, visi, dan misi perusahaan secara holistik)</li>
<li>Pengembangan usaha (internasional)</li>
</ol>
<p>Jadi saatnyakah perusahaan atau produk Anda berganti logo? Jangan terburu-buru, diperlukan analisa mendalam untuk merubah sebuah logo. Lima hal di atas hanya sebagian kecil yang melatar belakangi dibuatnya sebuah logo baru. Jika tidak tepat malah akan menimbulkan kontroversi, salah persepsi, dan pemaknaan yang salah.</p>
<p>Jika melihat dampak positif dan negatif dari logo, tentu saja mulai saat ini jangan pernah berfikir membuat logo itu perkara mudah. Tidak cukup dalam hitungan jam bahkan hari sekalipun. Diperlukan jam terbang yang cukup, pengetahuan/kompetensi bagi seseorang untuk dapat membuat logo yang efektif.</p>
<p>Ada beberapa tahapan dalam membuat logo:</p>
<ol>
<li>Riset dan Analisa brand<br />
Perlu dilakukan riset yang mendalam dan benar terkait dengan produk atau perusahaan yang akan membuat logo. Buat pula diagram SWOT untuk memetakkan kompetitor, kelebihan dan kekurangan, dan faktor lainnya.</li>
<li>Mengetahui strategi komunikasi dan visual<br />
Seseorang harus paham karakter apa yang akan dibentuk dari logo yang dibuat. Apakah hanya terdiri dari bentuk simbol, tipografi saja, atau perpaduan keduanya.</li>
<li>Memahami tentang gestalt dan kecenderungan mata manusia.</li>
<li>Memahami karakter warna, bagaimana mengkombinasikan, dan psikologinya.</li>
<li>Pengetahuan tentang berbagai media, dimana saja logo akan diterapkan.</li>
<li>Pengetahuan dalam bidang produksi cetak. Sebab dalam produksi cetak ada banyak sekali teknologi cetak yang digunakan. Desainer harus memahami karakter berbagai jenis cetak.</li>
<li>Pengetahuan, latihan terus-menerus sangat diperlukan.</li>
</ol>
<p>Logo sendiri merupakan bagian dari desain grafis dan berkaitan dengan bidang ilmu komunikasi, pemasaran, psikologi, dan bidang keilmuan lainnya. Mulai sekarang pikirkanlah logo yang Anda buat dengan seksama. Karena logo yang baik dan efektif akan membawa rasa bangga bagi pemiliknya. Selamat belajar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/">Logo? Pentingkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teori Periklanan (Positioning)</title>
		<link>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[alam pikir]]></category>
		<category><![CDATA[audience]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[communicated]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[merk]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[slogan]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[top of mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[<p>POSITIONING Positioning merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, brand, perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah over communicated. Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk, kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. Positioning tidak hanya melihat dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>POSITIONING</strong></p>
<p><em>Positioning</em> merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, <em>brand,</em> perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah <em>over communicated</em>.</p>
<p>Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk,<span id="more-432"></span> kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. <em>Positioning</em> tidak hanya melihat dari sisi perusahaan sendiri, tapi juga harus melihat kompetitor, jadilah yang pertama masuk dalam alam pikir konsumen.</p>
<p>Ada beberapa contoh ungkapan yang acap kali kita dengar, kebanyakan adalah serapan tidak langsung dari slogan, <em>tagline</em> sebuah iklan. Contoh paling simpel dan sering kita dengar adalah kata-kata <strong>&#8220;PRIKITIW&#8221;</strong>, mungkin kata ini dulu tidak banyak diperhatikan orang, namun saking pintarnya<strong> si Sule,</strong> secara tidak langsung ini membentuk brand image dirinya. Hal inilah yang dimaksud <em>positioning</em>. Jika masyarakat sering kali mengucapkan, sering kali menyebut suatu merk, berarti merk tersebut sudah merebut hati konsumen/masyarakat. Karena dalam jangka waktu tertentu merek tersebutlah yang <strong><em>SELALU</em><em> DIINGAT</em></strong> ( <em><strong>TOP of MIND</strong></em>).</p>
<p>Positioning selalu dikaitkan dengan persaingan. Pengiklan harus jeli dalam memposisikan produk mereka dalam persaingan. Pendekatan-pendekatan, pemilihan tema, bisa didasarkan pada gaya hidup, budaya lokal, sosial, strata, semakin spesifik akan membentuk image yang berbeda, unik, mudah diingat. Pada akhirnya citra positif akan terbentuk dengan sendirinya dan mengangkat <em>brand image </em>produk tersebut.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>15</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
