<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>komunikasi Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/komunikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/komunikasi/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Dec 2011 09:32:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Brand atau Merek</title>
		<link>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 16:32:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand assosiations]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[citra merek]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1184</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brand atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran (marketing communication). Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar (target market). Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian (buying factor). Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Brand</em> atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran <em>(marketing communication)</em>. Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar <em>(target market)</em>. Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian <em>(buying factor)</em>.</p>
<figure id="attachment_1185" aria-describedby="caption-attachment-1185" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg"><img class="size-medium wp-image-1185" title="Brand atau Merek" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg" alt="Brand atau Merek" width="300" height="246" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1185" class="wp-caption-text">Brand atau Merek</figcaption></figure>
<p>Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang unik. Hal inilah yang menuntut pemasar berfikir lebih jenius. Mereka harus benar-benar memahami karakter calon konsumen. Sebagai contoh peran <em>brand</em> yang begitu kuat di masyarakat. <em>Saking</em> fanatiknya terhadap<em> brand Blackberry (BB)</em>, seseorang rela harus berpanas-panasan, berdesakan, bahkan ada yang hingga pingsan. Hal ini bukan semata karena kecanggihan fitur barunya, tetapi lebih kepada fanatisme serta <em>mindset</em> yang sudah terbentuk di masyarakat bahwa <em>brand Blackberry</em> memiliki nilai prestis dibanding produk sejenis yang ada di pasaran.  Sehingga tidak perduli seperti apa kualitas produk terbaru tersebut yang terpenting <em>brand</em>nya adalah Blackberry. Padahal jika kita melihat dari sisi fitur dan manfaat, masih banyak jenis <em>smartphone</em> lain yang lebih canggih dan lebih murah.</p>
<p>Ilustrasi di atas  sangat tepat untuk menggambarkan peran sebuah<em> brand</em> pada bauran komunikasi pemasaran. Karena pergeseran pola pikir dan <em>life style</em> inilah dalam membangun sebuah <em>brand</em> tidak sebatas melihat dari citra merek <em>(brand image) </em>tetapi harus mampu menciptakan fanatisme serta loyalitas<em> (brand loyalty)</em>. Jika dua hal tersebut dapat dicapai, niscaya saat produk terbaru diluncurkan maka konsumen fanatik dan loyal tersebut akan berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkannya.</p>
<p>Pencitraan dan penciptaan fanatisme merek saat ini lebih banyak berbasis emosional. Artinya, pemasar atau produsen harus mampu membuat konsumen jatuh cinta pada suatu merek secara emosional, memperlakukan produk layaknya manusia yang memiliki hubungan emosional. Lihat saja, saat kita membeli produk baru seolah-olah kita sedang jatuh cinta kepada lawan jenis, membelikan asesoris supaya lebih cantik, mempelajari fitur, merawatnya, dan memperlakukannya secara istimewa. Sehingga tanpa sadar seolah memiliki ikatan emosional.</p>
<p><strong>Merek = Karakter</strong><br />
Contoh paling gampang kenapa Ronaldo menggunakan mobil sport di iklannya dan tidak menggunakan jenis mobil MPV atau lainnya.  Karena dalam iklan tersebut ingin menampilkan karakter seorang Rhonaldo yang telah kita ketahui adalah seorang pemain bola yang mempunyai skill tinggi, punya kecepatan, ketepatan, dan maco. Coba bayangkan jika Rhonaldo menggunakan mobil Xenia atau Avansa &#8230; hehehehhe &#8230;</p>
<p>Jadi merek harus mampu mencerminkan karakter yang ingin dibangun. Konsumen cenderung ingin mengungkapkan identitas dirinya, ia akan terus melakukan eksplorasi dengan cara mencari produk yang akan dijadikan simbol identitas dirinya. Sekaligus sebagai pembeda dari orang lain.</p>
<p><strong>Difinisi Merek atau Brand</strong><br />
Merek merupakan pengenal yang mewakili suatu produk tertentu. Bukan sekedar nama, merek merupakan gambaran citra di dalam pikiran konsumen. Merek mencakup nama, logo, gambar, lambang, slogan, font, dan pola desain terkait dengan produk atau layanan. Melalui pola-pola tersebut diharapkan akan memunculkan citra yang dapat mencerminkan nilai, gagasan, dan kepribadian.</p>
<p>Brand image adalah gambaran mental yang mencerminkan cara pandang terhadap merek, di dalamnya meliputi identifikasi, emosi, dan karakter produk, serta asosiasi yang timbul di benak konsumen <em>(brand assosiations)</em>.</p>
<p>Agar suatu merek dapat diketahui, diakui, dan diterima <em>(brand awareness)</em> oleh masyarakat atau konsumen, perlu dilakukan proses komunikasi.</p>
<p>Bahasan berikutnya tentang Struktur Merek dan Elemen Merek.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekreasi Ide &#8211; Caraka Fest 2011</title>
		<link>https://www.denbagus.com/rekreasi-ide-caraka-fest-2011/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/rekreasi-ide-caraka-fest-2011/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 04:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Ad Design]]></category>
		<category><![CDATA[Caraka Festival 2011]]></category>
		<category><![CDATA[desain grafis]]></category>
		<category><![CDATA[dkv]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah Festival Kreatif Khusus Mahasiswa yang bertujuan Membuka wawasan, Membuktikan dan menyiapkan mahasiswa ke Indutri Periklanan. &#8220;Jangan ngaku kreatif kalau belum ikut Caraka Fest!!!. Buat seluruh mahasiswa se-Indonesia, buktikan kalau kalian benar-benar punya ide original, buktikan kalau darah merah karian darah murni seorang kreator sejati. Ciptakan karya-karya spektakuler melalui ajang Caraka Fest 2011 ini. Tema [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rekreasi-ide-caraka-fest-2011/">Rekreasi Ide &#8211; Caraka Fest 2011</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1159" aria-describedby="caption-attachment-1159" style="width: 211px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/caraka-festival-2011.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-1159" title="Caraka Festival 2011" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/caraka-festival-2011-211x300.jpg" alt="Caraka Festival 2011" width="211" height="300" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/caraka-festival-2011-211x300.jpg 211w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/caraka-festival-2011.jpg 678w" sizes="(max-width: 211px) 100vw, 211px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1159" class="wp-caption-text">Caraka Festival 2011</figcaption></figure>
<p>Sebuah Festival Kreatif Khusus Mahasiswa yang bertujuan Membuka wawasan, Membuktikan dan menyiapkan mahasiswa ke Indutri Periklanan. &#8220;Jangan ngaku kreatif kalau belum ikut Caraka Fest!!!. Buat seluruh mahasiswa se-Indonesia, buktikan kalau kalian benar-benar punya ide original, buktikan kalau darah merah karian darah murni seorang kreator sejati.</p>
<p>Ciptakan karya-karya spektakuler melalui ajang Caraka Fest 2011 ini. Tema yang diusung kali ini &#8220;Rekreasi Ide&#8221;. Begitu banyak potensi lokal yang dimiliki Indonesia sebagai inspirasi untuk menciptakan karya fenomenal. Kreativitas tidak sebatas menarik, menggelitik, dan inovatif. Kreativitas harus mampu memberi solusi terhadap permasalahan bangsa, harus mampu mengangkat potensi negaranya.</p>
<p>Untuk detail informasi:<br />
<a title="CARAKA FEST 2011" href="http://carakafest.org" target="_blank">Caraka Fest 2011</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rekreasi-ide-caraka-fest-2011/">Rekreasi Ide &#8211; Caraka Fest 2011</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/rekreasi-ide-caraka-fest-2011/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desain Tak Sekedar Tanding Keindahan</title>
		<link>https://www.denbagus.com/desain-tak-sekedar-tanding-keindahan/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/desain-tak-sekedar-tanding-keindahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 04:11:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[desain grafis]]></category>
		<category><![CDATA[desain komunikasi visual]]></category>
		<category><![CDATA[desain tak sekedar tanding keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1096</guid>

					<description><![CDATA[<p>Desain Tak Sekadar Tanding Keindahan Don’t judge the book by its cover. Satu dasawarsa lampau, jargon ini mungkin masih berjaya. Isi buku memang lebih utama dari sampulnya. Isi buku (kata-kata atau message) juga dianggap lebih utama dari bukunya sendiri (medium kertas). Tapi hari ini, dimana berlaku medium is the message, sampul buku pun dipercaya efektif [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/desain-tak-sekedar-tanding-keindahan/">Desain Tak Sekedar Tanding Keindahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Desain Tak Sekadar Tanding Keindahan</strong></p>
<p><em>Don’t judge the book by its cover</em>. Satu dasawarsa lampau, jargon ini mungkin masih berjaya. Isi buku memang lebih utama dari sampulnya. Isi buku (kata-kata atau <em>message</em>) juga dianggap lebih utama dari bukunya sendiri (medium kertas). Tapi hari ini, dimana berlaku <em>medium is the message</em>, sampul buku pun dipercaya efektif mengantarkan pesan tentang keseluruhan isi buku, dan pada gilirannya tentang citra sang pengarang serta penerbit.<span id="more-1096"></span></p>
<p>Paradigma desain hari ini telah menjungkirbalikkan jargon “jangan menilai buku dari sampulnya” tadi. Mau bukti? Cobalah masuk ke restoran dengan pakaian seadanya, sementara teman Anda berpakaian menarik. Sekalipun Anda yang mentraktirnya saat itu, yang menjadi pusat perhatian dan keramahan para pelayan niscaya adalah teman Anda. Bukan Anda, sang bos!</p>
<figure id="attachment_1097" aria-describedby="caption-attachment-1097" style="width: 400px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/desain_cantik.jpg"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-1097" title="Cantik Gak?" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/desain_cantik.jpg" alt="Cantik Gak?" width="400" height="300" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/desain_cantik.jpg 400w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/09/desain_cantik-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1097" class="wp-caption-text">Cantik Gak?</figcaption></figure>
<p>Pernah ada penelitian di bidang psikologi. Ternyata, jika Anda keren, ganteng dan modis, Anda akan lebih mudah mendapat perhatian dan simpati orang lain. Barangkali ini terkesan tak adil, tapi beginilah cara kerja dunia.</p>
<p>Permainan serupa juga terjadi pada desain-desain korporasi. Persepsi perusahaan akan selalu dinilai dari apa yang tampak. Dalam banyak hal, itu berarti desainnya. Sebaik apapun kualitas produk, jika desainnya asal, produk Anda akan diabaikan pasar. Lebih parah lagi: omzetnya bakal tiarap.</p>
<p><em>Company profile</em> perusahaan forwarding seharusnya berdesain kokoh, tebal dan tidak ada unsur yang kabur. Semua ini akan mencerminkan kecepatan, kecekatanan, keterbukaan, tapi di lain sisi tetap ada unsur keramahan. Logo majalah remaja wanita seharusnya terlihat ceria, <em>fun</em>, gaul sekaligus cerdas. Biasanya itu disampaikan melalui pilihan tipe huruf yang <em>girlie</em>, warna pink, garis yang tipis namun tegas, dan seterusnya.</p>
<p>Ini bukan persoalan mudah. Desain bukan hanya urusan seni atau pertandingan indah-indahan. Desain juga bergeliat di ranah komunikasi massa yang selalu mengakibatkan efek pada khalayak. Bisa efek positif, bisa negatif. Atau bisa juga efeknya tidak negatif, hanya, tak tepat.</p>
<p>Pernah ada sebuah situs dari salah satu merek kopi (namanya sengaja saya sembunyikan). Sebenarnya situs itu ditujukan untuk konsumen. Namun kebanyakan pengaksesnya malah dari golongan distributor. Dari sasaran konsumen kopi melenceng ke distributor kopi, apakah ini negatif? Tidak juga. Hanya tidak tepat!</p>
<p>Untuk menjadikan desain yang berdampak sesuai keinginan perusahaan, gunakan strategi. Mulai dari pembuatan logo, tagline, visi-misi, desain produk, event aktivasi, <em>company profile</em>, sampai seragam karyawan. Kecuali siap menanggung risiko, perusahaan tak seharusnya bereksperimen soal ini.</p>
<p><strong>Brahmanto Anindito<br />
</strong><em>http://warungfiksi.net/</em><strong><br />
</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/desain-tak-sekedar-tanding-keindahan/">Desain Tak Sekedar Tanding Keindahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/desain-tak-sekedar-tanding-keindahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Logo? Pentingkah?</title>
		<link>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 07:47:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[gestalt]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMC]]></category>
		<category><![CDATA[Integrated Marketing Communication]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[printing]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi cetak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=930</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun saya telah membuat beberapa logo, baik untuk komersial maupun yang non komersial, baik untuk logo produk maupun logo perusahaan. Sebagian orang menganggap logo hanyalah sebuah logo, sama halnya saat orang menyatakan &#8220;Apalah arti sebuah nama&#8221;. Dalam sebuah strategi komunikasi yang berkaitan dalam pembentukan brand image suatu perusahaan maupun produk tentu saja logo membawa peran sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/">Logo? Pentingkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun saya telah membuat beberapa logo, baik untuk komersial maupun yang non komersial, baik untuk logo produk maupun logo perusahaan. Sebagian orang menganggap logo hanyalah sebuah logo, sama halnya saat orang menyatakan &#8220;Apalah arti sebuah nama&#8221;. <span id="more-930"></span>Dalam sebuah strategi komunikasi yang berkaitan dalam pembentukan <em>brand image</em> suatu perusahaan maupun produk tentu saja logo membawa peran sangat penting bahkan vital.Coba bayangkan saja saat Pertamina dan Garuda Indonesia mengeluarkan dana cukup besar saat mereka melakukan peremajaan logo. Logo merupakan bagian dari Integrated Marketing Communication.</p>
<p>Logo bukan sebatas simbol, tetapi logo dapat membentuk citra positif sebuah institusi atau produk. Logo merupakan identitas, memberikan informasi, bersifat persuasif, dan dapat digunakan sebagai alat pemasaran. Pernyataan tersebut sekaligus sebagai jawaban dari judul di atas, pentingkah sebuah logo?</p>
<p>Logo dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Diluncurkannya sebuah organisasi baru</li>
<li>Perusahaan melakukan <em>merger</em></li>
<li><em>Re-Positioning</em></li>
<li>Perubahan kultur budaya perusahaan (pergantian manajemen, visi, dan misi perusahaan secara holistik)</li>
<li>Pengembangan usaha (internasional)</li>
</ol>
<p>Jadi saatnyakah perusahaan atau produk Anda berganti logo? Jangan terburu-buru, diperlukan analisa mendalam untuk merubah sebuah logo. Lima hal di atas hanya sebagian kecil yang melatar belakangi dibuatnya sebuah logo baru. Jika tidak tepat malah akan menimbulkan kontroversi, salah persepsi, dan pemaknaan yang salah.</p>
<p>Jika melihat dampak positif dan negatif dari logo, tentu saja mulai saat ini jangan pernah berfikir membuat logo itu perkara mudah. Tidak cukup dalam hitungan jam bahkan hari sekalipun. Diperlukan jam terbang yang cukup, pengetahuan/kompetensi bagi seseorang untuk dapat membuat logo yang efektif.</p>
<p>Ada beberapa tahapan dalam membuat logo:</p>
<ol>
<li>Riset dan Analisa brand<br />
Perlu dilakukan riset yang mendalam dan benar terkait dengan produk atau perusahaan yang akan membuat logo. Buat pula diagram SWOT untuk memetakkan kompetitor, kelebihan dan kekurangan, dan faktor lainnya.</li>
<li>Mengetahui strategi komunikasi dan visual<br />
Seseorang harus paham karakter apa yang akan dibentuk dari logo yang dibuat. Apakah hanya terdiri dari bentuk simbol, tipografi saja, atau perpaduan keduanya.</li>
<li>Memahami tentang gestalt dan kecenderungan mata manusia.</li>
<li>Memahami karakter warna, bagaimana mengkombinasikan, dan psikologinya.</li>
<li>Pengetahuan tentang berbagai media, dimana saja logo akan diterapkan.</li>
<li>Pengetahuan dalam bidang produksi cetak. Sebab dalam produksi cetak ada banyak sekali teknologi cetak yang digunakan. Desainer harus memahami karakter berbagai jenis cetak.</li>
<li>Pengetahuan, latihan terus-menerus sangat diperlukan.</li>
</ol>
<p>Logo sendiri merupakan bagian dari desain grafis dan berkaitan dengan bidang ilmu komunikasi, pemasaran, psikologi, dan bidang keilmuan lainnya. Mulai sekarang pikirkanlah logo yang Anda buat dengan seksama. Karena logo yang baik dan efektif akan membawa rasa bangga bagi pemiliknya. Selamat belajar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/">Logo? Pentingkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metodologi Desain</title>
		<link>https://www.denbagus.com/metodologi-desain/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/metodologi-desain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 02:19:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[black boxes]]></category>
		<category><![CDATA[IMC]]></category>
		<category><![CDATA[Integrated Marketing Communication]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[metode riset]]></category>
		<category><![CDATA[metodologi desain]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=821</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam salah satu mata kuliah Desain Komunikasi Visual, ada salah satu mata kuliah yang menurut saya merupakan roh atau dasar dari semua bidang ilmu yang saya pelajari sejauh ini. Karena mata kuliah ini mengintegrasikan beberapa bidang ilmu sekaligus. Mulai psikologi, marketing, komunikasi, visual, manajemen, dan masih banyak bidang lain sebagai suplemen dari mata kuliah ini. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/metodologi-desain/">Metodologi Desain</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam salah satu mata kuliah Desain Komunikasi Visual, ada salah satu mata kuliah yang menurut saya merupakan roh atau dasar dari semua bidang ilmu yang saya pelajari sejauh ini. Karena mata kuliah ini mengintegrasikan beberapa bidang ilmu sekaligus. Mulai psikologi, marketing, komunikasi, visual, manajemen, dan masih banyak bidang lain sebagai suplemen dari mata kuliah ini. <span id="more-821"></span>Jadi sangat penting buat saya mengetahui lebih mendalam.</p>
<p>Ada beberapa buku menarik yang bisa dijadikan acuan.</p>
<ol>
<li>Sarwono, Jonathan dan <em>Lubis</em>, <em>Hary</em>. (2007). <em>Metode Riset</em> untuk Desain. Komunikasi  Visual. Yogyakarta: Penerbit Andi</li>
<li><em>Uyung Sulaksana</em>,  “<em>Integrated Marketing Communication</em>”, Pustaka Pelajar, 2003.</li>
</ol>
<p>Sayang buku-buku ini teramat langka untuk didapatkan di pasaran. Nah mata kuliah yang saya maksud adalah <strong>&#8220;METODOLOGI DESAIN&#8221;.</strong></p>
<p>Seperti biasa, saya hanya mereview apa yang sudah saya dapatkan di perkuliahan, barangkali bermanfaat buat pembaca sekalian. Tentu saja tulisan ini masih banyak kelemahan dan alangkah senangnya jika pembaca bisa melengkapi segala suatu yang dianggap masih kurang.</p>
<p>Secara garis besar, seorang desainer adalah sebagai probrom solver, ada beberapa tahapan dasar yang harus dipahami seorang visual artis berakitan dengan bidang desain, yaitu, &#8220;Konsep, Media, Ide, Data, dan Visualisasi.</p>
<p>Berkaitan dengan Konsep dan Ide, ada beberapa metode berfikir dalam merancang desain:</p>
<ol>
<li>Metode berfikir Intuitif</li>
<li>Metode berfikir Logis</li>
<li>Metode berfikir Prosedural</li>
</ol>
<p><strong>Metode berfikir Intuitif</strong></p>
<ol>
<li>Tidak Logis</li>
<li>Tidak rasional/tidak dapat diukur, namun tetap dapat dipahami sebagai kreatifitas</li>
<li>Didasari data, namun tidak detail</li>
<li>Subyektif</li>
<li>Berfikir imagining (kotak hitam/<strong><em>black boxes</em></strong>)</li>
</ol>
<p><strong>Ciri-ciri <em>black boxes</em>:</strong></p>
<ol>
<li>Sasaran desain sesuai dengan perubahan pikiran desainer.</li>
<li>Data menentukan keputusan desainer dan berdasarkan pengalaman desainer</li>
<li>Keputasan cepat dan acak</li>
<li>Leap of Insight -&gt;&gt; menyederhanakan beberapa aspek -&gt;&gt; menipulasi citra</li>
<li>Knowledge yang luas mutlak bagi desainer, referensi, cepat dalam memutuskan, orisinil, dan fleksibel dalam berfikir.</li>
</ol>
<p><strong>Metode berfikir Logis</strong></p>
<ol>
<li>Mengacu pada data/fakta yang terukur dan terarah.</li>
<li>Glass boxes/berfikir reasoning (kotak kaca)</li>
<li>Data berupa dokumentasi, observasi, questioner, interview</li>
</ol>
<p><strong>Ciri-ciri berfikir logis:</strong></p>
<ol>
<li>Analisis dilakukans secara mendalam dan tuntas sebelum pengambilan keputusan</li>
<li>Evaluasi bersifat deskriptif dan dijelaskan secara logis</li>
<li>Strategi perancangan/desain ditetapkan dahulu sejak awal, sebelum proses analisis.</li>
</ol>
<p>Secara garis besar dapat digambarkan dalam diagram seperti di bawah.</p>
<figure style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://i963.photobucket.com/albums/ae115/adhis76/diagram.jpg"><img loading="lazy" title="Gambar bagan secara garis besar" src="http://i963.photobucket.com/albums/ae115/adhis76/diagram.jpg" alt="Gambar bagan secara garis besar" width="400" height="404" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Gambar bagan secara garis besar</figcaption></figure>
<p><strong>Metode berfikir Prosedural</strong></p>
<ol>
<li>Meninjau kembali dua cara berfikir sebelumnya</li>
<li>Jika 2 metode sebelumnya kurang fokus/kurang jelas, diperlukan eksplorasi lebih lanjut</li>
<li>Jika diperlukan mengambil keputusan yang baru</li>
<li>Metode Pengorganisasian diri (Self Organizing System)</li>
<li>Variasi metode desain lebih banyak</li>
<li>Intuisi pada akhirnya menjadi sangat penting dan diperlukan saat <em>final decision</em> (keputusan akhir)</li>
</ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/metodologi-desain/">Metodologi Desain</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/metodologi-desain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Psikologi Persepsi dan Desain Komunikasi Visual</title>
		<link>https://www.denbagus.com/psikologi-persepsi-dan-desain-komunikasi-visual/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/psikologi-persepsi-dan-desain-komunikasi-visual/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 11:08:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[desain komunikasi visual]]></category>
		<category><![CDATA[dkv persuasif]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[persepsi]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[tipografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=812</guid>

					<description><![CDATA[<p>DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Seni menyampaikan pesan (arts of communication) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yang disampaikan melalui media berupa desain. Tujuan: Menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, symbol, ilustrasi, gambar/foto, tipografi/huruf, dan sebagainya yang disusun berdasarkan kaidah bahasa visual yang khas. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/psikologi-persepsi-dan-desain-komunikasi-visual/">Psikologi Persepsi dan Desain Komunikasi Visual</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DESAIN KOMUNIKASI VISUAL</strong></p>
<ul>
<li>Seni menyampaikan pesan (<em>arts of communication</em>) dengan menggunakan bahasa rupa (<em>visual language</em>) yang disampaikan melalui media berupa desain.</li>
<li>Tujuan: Menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang diinginkan.<span id="more-812"></span></li>
<li>Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, symbol, ilustrasi, gambar/foto, tipografi/huruf, dan sebagainya yang disusun berdasarkan kaidah bahasa visual yang khas.</li>
<li>Isi pesan disampaikan dengan kreatif dan komunikatif serta mengandung solusi terhadap permasalahan yang hendak dipecahkan. (sosial maupun komersial  ataupun berupa informasi, identifikasi maupun persuasif)</li>
</ul>
<p><strong>PSIKOLOGI</strong></p>
<ul>
<li>Psikologi atau psychology secara etimologi atau asal usul kata berasal dari kata <strong>psycho</strong>, merupakan bahasa Yunani <strong>Psukhe</strong> yang artinya pikiran, jiwa (mind). Sedangkan<strong> logy</strong> berarti ilmu. Makna keseluruhannya adalah ilmu yang mempelajari jiwa dan pikiran.</li>
<li>Psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang bersifat akademis dan terapan yang melingkupi mengenai proses mental dan perilaku.</li>
<li>Bidang yang dipelajari oleh psikolog adalah perihal persepsi, kognisi (proses penyerapan pengetahuan), emosi, kepribadian, dan hubungan interpersonal. Psikologi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, pendidikan, pekerjaan, serta perlakuan terhadap permasalahan kejiwaan manusia.</li>
<li>Beberapa sub bidang psikologi diantaranya psikologi pengembangan sumber daya manusia, psikologi olah raga, psikologi kesehatan, psikologi industri, psikologi media, dan psikologi hukum.</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/psikologi-persepsi-dan-desain-komunikasi-visual/">Psikologi Persepsi dan Desain Komunikasi Visual</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/psikologi-persepsi-dan-desain-komunikasi-visual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
