<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>brand Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/brand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/brand/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Aug 2017 03:21:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Personal Branding Untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis</title>
		<link>https://www.denbagus.com/personal-branding-untuk-mendukung-keberhasilan-bisnis/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/personal-branding-untuk-mendukung-keberhasilan-bisnis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2017 03:05:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[nlp]]></category>
		<category><![CDATA[personal branding]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[trust]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2583</guid>

					<description><![CDATA[<p>Personal Branding Untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis Istilah branding sudah berhamburan di jagat maya. Sama halnya personal branding. Namun topik yang satu ini rasanya tak ada habisnya untuk dibahas. Apalagi di zaman seperti sekarang. Perilaku manusia sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Mereka lebih kritis, cepat, dan tidak bertele-tele. Setiap generasi ada kelebihan dan kekurangan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/personal-branding-untuk-mendukung-keberhasilan-bisnis/">Personal Branding Untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Personal Branding Untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis</h3>
<figure id="attachment_2590" aria-describedby="caption-attachment-2590" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/GUNDU.jpg"><img class="size-medium wp-image-2590" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/GUNDU-300x188.jpg" alt="Personal Branding For Business" width="300" height="188" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/GUNDU-300x188.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/GUNDU-768x480.jpg 768w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/GUNDU.jpg 800w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2590" class="wp-caption-text">Personal Branding For Business</figcaption></figure>
<p>Istilah<em> branding</em> sudah berhamburan di jagat maya. Sama halnya <em>personal branding</em>. Namun topik yang satu ini rasanya tak ada habisnya untuk dibahas. Apalagi di zaman seperti sekarang. Perilaku manusia sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Mereka lebih kritis, cepat, dan tidak bertele-tele. Setiap generasi ada kelebihan dan kekurangan, namun jika kita hidup dalam beberapa generasi yang berbeda, mau tidak mau harus terus bisa beradaptasi.</p>
<p>Dalam setiap tulisan yang penulis buat sejatinya adalah pengalaman pribadi, baik setelah membaca buku, mencoba <em>device</em>, atau materi-materi lain yang penulis pelajari dari seminar dan workshop. Ada banyak topik yang penulis pelajari. Intinya, setelah beberapa waktu belajar, apapun, makin membuat ketagihan untuk mempelajari hal-hal baru.</p>
<p>Yuk, singkat saja. Materi <em>personal branding</em> seperti yang penulis singgung di atas sudah banyak dibahas. Tapi materi ini agak sedikit berbeda, penulis dapatkan saat mengikuti semacam seminar yang digelar Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA).</p>
<p>Selama belajar branding, baru pertama mendengar istilah <span class="_Tgc">Neuro-linguistic programming (NLP). Penulis tidak akan membahas panjang lebar soal NLP, karena keilmuan penulis tentang topik ini sangat minim. Biasanya NLP sangat terkait dengan motivasi diri, pakar motivasi akan lebih kompten di bidang ini. Secara singkat sih NLP mengkaji bagaimana kinerja otak bisa optimal, yang ujungnya bisa memotivasi untuk lebih bisa mengendalikan kinerja otak dan membawa keberhasilan seseorang. Begitulah kira-kira penjelasan singkat dari NLP. Lalu apa hubungannya dengan <em>personal branding (PB)</em>?<br />
</span></p>
<p>Sebelum membahas relevansi NLP dan Personal branding, penulis ingin merefresh tentang <em>branding</em> secara singkat.&nbsp; Agar <em>brand</em> kita kuat, kata kunci paling sederhana adalah unik, beda, dan lain-lain. Selanjutnya<em> brand</em> tersebut harus memiliki value, sedangkan value bisa positif maupun negatif, baik dan buruk. Tinggal bagaimana kita membangung <em>brand</em> tersebut.</p>
<p>Definisi umum PB bisa diartikan sebagai proses komunikasi yang memberi nilai tambah (individu, produk, atau perusahaan) dengan cara dan waktu yang cepat dan tepat kepada sebanyak-banyaknya orang.</p>
<p>Beberapa tips dan kiat yang bisa dilakukan dalam proses membentuk Personal branding yang kuat. Di antaranya dengan melakukan seminar, <em>workshop</em>, kelas. Dengan adanya media digital dan kemudahan <em>mobile device</em>. Memungkinkan siapapun melakukan kegiatan branding di berbagai <em>platform</em>. Misalkan worshop, seminar dan kelas. Saat ini dari jarak yang sangat jauhpun kita sudah bisa melakukan seminar, worshop, dan kelas. Bahkan statistik peserta, kita bisa pantau. Keuntungan lain dengan memanfaatkan media digital, komunikasi bisa langsung dua arah dan masih banyak keuntungan dan keunggulan jika kita tahu bagaimana mengoptimalkan media digital ini.</p>
<p>Proses PB memang tidak bisa dilakukan dalam sesaat, perlu tahapan, proses, dan evaluasi. Berikut ini tahapan yang bisa dilakukan dalam membangun PB yang efektif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>BELAJAR</strong></h4>
<p>Belajar sudah menjadi hal yang wajib dalam membangung mental dan kompeten seseorang. Khususnya sebelum melakukan PB. Sebaiknya belajarlah sesuatu yang memang diminati atau bahkan hobi. Karena mempelajari sesuatu yang kita senangi akan jauh lebih mudah daripada memaksakan sesuatu yang kita tidak suka. Lebih baik lagi jika kompetensi yang kita bangun sesuai dengan bisnis yang kita geluti. Perbanyak materi-materi yang bisa mendukung PB.</p>
<h4><strong>TAHU</strong></h4>
<p>Setelah belajar banyak, tahapan berikutnya kita menjadi tahu. Perlahan dan konsisten dari ilmu yang telah kita pelajari, mulailah berbagi pengalaman dan ilmu yang telah kita pahami dan aplikasikan. Semakin banyak kita bisa berbagi semakin banyak manfaat yang akan kita dapatkan. Baik untuk urusan dunia maupun akhirat. InsyaAllah ilmu yang manfaat akan memberi kebaikan juga kepada kita.</p>
<h4><strong>BISA</strong></h4>
<p>Nah tahapan selanjutnya adalah bisa. Ada pepatah bisa karena biasa. Yups, ada beberapa keilmuan yang memang kita bisa pelajari, namun ada juga ilmu yang memang butuh &#8216;bakat&#8217;. Secara umum ilmu apapun bisa dipelajari, jadi tidak ada kata tidak bisa. Selama ada niatan untuk belajar semua pasti bisa, yang diperlukan hanya membangun &#8216;habit&#8217;.</p>
<h4><strong>MENGHASILKAN</strong></h4>
<p>Finaly pada akhirnya, semua usaha pasti ada tujuannya. Tujuan atau <em>goal</em> bisa bermacam-maca. Material dan spiritual. Material sudah jelas, ujungnya bisa memberi manfaat buat kita yang ingin melakukan bisnis. Saat PB sudah kuat, asosiasi orang akan sangat kuat terhadap kita atau <em>brand</em> kita. Bisa dibilang pada sudah menjadi <em>Top of Mind. </em>Keuntungannya, kita akan mudah melakukan aktivitas apapun jika sudah dikenal. Secara spiritual, tentu saja kita bisa memberi manfaat untuk banyak orang, pastinya semakin diri kita bermanfaat semakin tinggi nilai kita. Dan semoga bisa memberi kredit poin juga di mata Allah.</p>
<p>Ada pantangan-pantangan yang kadang bisa merusak PB kita. Tapi kita sering abai. HUTANG! Kenapa dengan hutang? Penulis tidak pernah merekomendasikan pembaca untuk berHUTANG. Hutang bisa merusak PB kita, khususnya jika hutang ke mitra, teman, atau kerabat dekat kita. Saat sekali tercederai gara-gara hutang, rusaklah citra PB kita yang sudah dibangun dengan susah payah. Sekali lagi, berusahalah sangat keras untuk tidak HUTANG. Kalaupun terpaksa cari mitra untuk tambah modal usaha, atau pinjaman yang berbasis syariah. Say No to RIBA.</p>
<p>Jadilah pribadi yang dipercaya dengan selalu menanamkan <em>value</em> yang positif kepada orang lain. Lebih baik tawarkan investasi bersama yang lebih menjanjikan daripada pinjam atau hutang, beri manfaat lebih, membangun <em>value</em>, bukan semata membicarakan <em>money</em>.</p>
<h4>&nbsp;</h4>
<h4>MENGAPA HARUS ADA PERSONAL BRANDING</h4>
<h5>NETWORKING</h5>
<p>PB memiliki alasan selain sudah dijelaskan singkat sebelumnya. Salah satunya adalah membangun <em>networking. </em>Bisnis yang baik adalah yang mampu mengoptimalkan <em>resource</em> secara kolektif. Semakin banyak mitra atau networking yang kita miliki akan memudahkan kita dalam melakukan penetrasi bisnis.</p>
<h5><strong>BIG DATA</strong></h5>
<p>Kita sudah tidak bisa memungkiri, data saat ini membawa peran sangat penting. Melalui data semua bisa terukur dan efektif. Grab data sebanyak-banyaknya yang mendukung dalam rangka membangun <em>networking.<br />
</em></p>
<h5><strong>TRUST</strong></h5>
<p>Sudah disinggung juga sebelumnya. Saat PB sudah baik, akan terbentuk TRUST. Saat orang sudah sangat percaya dengan kita, dan mengetahui kemampuan kita. Biasanya orang akan dengan sukarela menyerahkan uang untuk diinvestasikan atau dikelola. Nah di sinilah biasanya yang sering dijadikan bahan dalam bisnis. Kita tahu ada banyak buku atau bahkan seminar yang mengklaim membangung bisnis tanpa modal. Tentu saja bisa, jika kita memiliki PB yang kuat. Keuntungan lain saat PB sudah bagus, memudahkan dalam negosiasi, baik dalam bisnis atau negosiasi lainnya, karena sudah dipercaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>APA YANG HARUS DILAKUKAN</h4>
<p>Secara umum dalam bisnis sudah jamak istilah SWOT sebelum memetakkan strategi bisnis yang tepat. Namun belakangan istilah tersebut dibalik menjadi TOWS. Setelah TOWS ditentukan, mulailah rancang strategi, dengan alasan-alasan diatas bangun <em>networking y</em>ang kuat. Rekrut jadi <em>partner</em>, ntah mitra tetap atau lepas, tergantung kebutuhan. Yang pasti jangan kerja sendiri, berbagilah rezeki. Kerja sendiri bisa, tetapi lebih baik kerja tim. Kita menyadari tidak ada manusia yang sempurna, dalam bisnispun sama, pasti ada kekurangan dan kelemahan yang hanya bisa dilengkapi atau ditutupi oleh <em>partner</em>/mitra kita.</p>
<p>Contoh, kita bisnis<em> fashion. </em>Kita tidak mungkin melakukan sendiri semuanya, meskipun bisa. Perlu ada penjahit, potong, finishing, hingga distribusi. Jika bisnis properti, cari orang yang bisa arsitek, sipil, hukum, dan lain-lain. Untuk tahap awal sebaiknya kemitraan secara bagi hasil atau perjanjian lain yang saling mengunguntungkan. Selama projek yang ditawarkan feasible pasti akan didukung, apalagi kalau PB kita sudah bagus.</p>
<p>Langkah selanjutnya adalah membuat <em>marketing tool,</em> nah ini serahkan kepada ahlinya, tentu dengan didampingi atau disupervisi, agar alat perang kita tepat tidak salah memilih senjata. Berikutnya mulailah bangun bisnis kita. Implementasi semua strategi yang sudah disusun, bisa menggunakan media mainstream maupun yang digital. Tahap akhir evaluasi secara terus menerus hingga mendapatkan hasil sesuai harapan.</p>
<p>Terakhir hubungan NLP dengan PB apa? Iya membangung mindset yang kuat dalam PB dan bisnis perlu latihan dan pemahaman yang tepat. Karena tahapan pengenalan pada diri sendiri dibutuhkan motivasi dan komitmen. Sehingga ada baiknya untuk lebih mengenal diri sendiri belajarlah NLP agar kinerja otak dalam menstimuli diri lebih kuat dalam berbagai tujuan hidup.</p>
<p>Nah, itu saja yang bisa penulis bagi dari seminar yang saya ikuti, semoga manfaat dan memberi wawasan baru bagi pembaca. Sukses selalu dan semoga keberkahan menyertai kita semua.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/personal-branding-untuk-mendukung-keberhasilan-bisnis/">Personal Branding Untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/personal-branding-untuk-mendukung-keberhasilan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>All about Brand, Semua tentang Merek</title>
		<link>https://www.denbagus.com/brand-semua-tentang-merek/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/brand-semua-tentang-merek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2013 04:17:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Design & Art]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[advertising]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[Integrated Marketing Communication]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[management]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1676</guid>

					<description><![CDATA[<p>All About Brand, Semua tentang Merek. Saya bukan pakar MEREK, tapi suka saja membaca hal-hal yang terkait marketing management, brand strategy, hal-hal lain terkait marketing communication. Ini ada beberapa quote bagus yang bisa menambah wacana kita. Ya paling tidak sedikit tahulah. “Branding itu tentang membawa sesuatu yang biasa dan meningkatkannya dengan cara-cara yang membuatnya menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-semua-tentang-merek/">All about Brand, Semua tentang Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2008" aria-describedby="caption-attachment-2008" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2013/10/BRANDS.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-2008" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2013/10/BRANDS-300x300.jpg" alt="ALL ABOUT BRAND" width="300" height="300" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2013/10/BRANDS-300x300.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2013/10/BRANDS-150x150.jpg 150w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2013/10/BRANDS.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2008" class="wp-caption-text">SEMUA TENTANG MEREK</figcaption></figure>
<p>All About Brand, Semua tentang Merek. Saya bukan pakar MEREK, tapi suka saja membaca hal-hal yang terkait <em>marketing management,</em> <em>brand strategy,</em> hal-hal lain terkait <em>marketing communication.</em> Ini ada beberapa quote bagus yang bisa menambah wacana kita. Ya paling tidak sedikit tahulah.</p>
<p><strong>“Branding itu tentang membawa sesuatu yang biasa dan meningkatkannya dengan cara-cara yang membuatnya menjadi lebih berharga dan bernilai”</strong></p>
<p><em><strong>“Tanpa produk dan jasa yang bagus dan organisasi yang dapat mempertahankannya, tidak akan ada MEREK yang sukses.”</strong></em></p>
<p><em><strong>“Tidak ada yang dapat lebih cepat membunuh produk yang buruk selain iklan yang bagus.”</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;Brand is not just Logo or Name. Brand is desire, identity, personality, emotions, lifestyle.&#8221;</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;MEREK adalah janji yang harus ditepati, sehingga harus terus menerus dihidupkan secara konsisten.&#8221;</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;MEREK mencerminkan segala sesuatu yang dilakukan perusahaan, pendekatan branding holistis memerlukan perspektif yang strategis.&#8221;</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-semua-tentang-merek/">All about Brand, Semua tentang Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/brand-semua-tentang-merek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brand atau Merek</title>
		<link>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 16:32:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand assosiations]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[citra merek]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1184</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brand atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran (marketing communication). Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar (target market). Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian (buying factor). Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Brand</em> atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran <em>(marketing communication)</em>. Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar <em>(target market)</em>. Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian <em>(buying factor)</em>.</p>
<figure id="attachment_1185" aria-describedby="caption-attachment-1185" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-1185" title="Brand atau Merek" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg" alt="Brand atau Merek" width="300" height="246" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1185" class="wp-caption-text">Brand atau Merek</figcaption></figure>
<p>Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang unik. Hal inilah yang menuntut pemasar berfikir lebih jenius. Mereka harus benar-benar memahami karakter calon konsumen. Sebagai contoh peran <em>brand</em> yang begitu kuat di masyarakat. <em>Saking</em> fanatiknya terhadap<em> brand Blackberry (BB)</em>, seseorang rela harus berpanas-panasan, berdesakan, bahkan ada yang hingga pingsan. Hal ini bukan semata karena kecanggihan fitur barunya, tetapi lebih kepada fanatisme serta <em>mindset</em> yang sudah terbentuk di masyarakat bahwa <em>brand Blackberry</em> memiliki nilai prestis dibanding produk sejenis yang ada di pasaran.  Sehingga tidak perduli seperti apa kualitas produk terbaru tersebut yang terpenting <em>brand</em>nya adalah Blackberry. Padahal jika kita melihat dari sisi fitur dan manfaat, masih banyak jenis <em>smartphone</em> lain yang lebih canggih dan lebih murah.</p>
<p>Ilustrasi di atas  sangat tepat untuk menggambarkan peran sebuah<em> brand</em> pada bauran komunikasi pemasaran. Karena pergeseran pola pikir dan <em>life style</em> inilah dalam membangun sebuah <em>brand</em> tidak sebatas melihat dari citra merek <em>(brand image) </em>tetapi harus mampu menciptakan fanatisme serta loyalitas<em> (brand loyalty)</em>. Jika dua hal tersebut dapat dicapai, niscaya saat produk terbaru diluncurkan maka konsumen fanatik dan loyal tersebut akan berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkannya.</p>
<p>Pencitraan dan penciptaan fanatisme merek saat ini lebih banyak berbasis emosional. Artinya, pemasar atau produsen harus mampu membuat konsumen jatuh cinta pada suatu merek secara emosional, memperlakukan produk layaknya manusia yang memiliki hubungan emosional. Lihat saja, saat kita membeli produk baru seolah-olah kita sedang jatuh cinta kepada lawan jenis, membelikan asesoris supaya lebih cantik, mempelajari fitur, merawatnya, dan memperlakukannya secara istimewa. Sehingga tanpa sadar seolah memiliki ikatan emosional.</p>
<p><strong>Merek = Karakter</strong><br />
Contoh paling gampang kenapa Ronaldo menggunakan mobil sport di iklannya dan tidak menggunakan jenis mobil MPV atau lainnya.  Karena dalam iklan tersebut ingin menampilkan karakter seorang Rhonaldo yang telah kita ketahui adalah seorang pemain bola yang mempunyai skill tinggi, punya kecepatan, ketepatan, dan maco. Coba bayangkan jika Rhonaldo menggunakan mobil Xenia atau Avansa &#8230; hehehehhe &#8230;</p>
<p>Jadi merek harus mampu mencerminkan karakter yang ingin dibangun. Konsumen cenderung ingin mengungkapkan identitas dirinya, ia akan terus melakukan eksplorasi dengan cara mencari produk yang akan dijadikan simbol identitas dirinya. Sekaligus sebagai pembeda dari orang lain.</p>
<p><strong>Difinisi Merek atau Brand</strong><br />
Merek merupakan pengenal yang mewakili suatu produk tertentu. Bukan sekedar nama, merek merupakan gambaran citra di dalam pikiran konsumen. Merek mencakup nama, logo, gambar, lambang, slogan, font, dan pola desain terkait dengan produk atau layanan. Melalui pola-pola tersebut diharapkan akan memunculkan citra yang dapat mencerminkan nilai, gagasan, dan kepribadian.</p>
<p>Brand image adalah gambaran mental yang mencerminkan cara pandang terhadap merek, di dalamnya meliputi identifikasi, emosi, dan karakter produk, serta asosiasi yang timbul di benak konsumen <em>(brand assosiations)</em>.</p>
<p>Agar suatu merek dapat diketahui, diakui, dan diterima <em>(brand awareness)</em> oleh masyarakat atau konsumen, perlu dilakukan proses komunikasi.</p>
<p>Bahasan berikutnya tentang Struktur Merek dan Elemen Merek.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Logo? Pentingkah?</title>
		<link>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 07:47:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[gestalt]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMC]]></category>
		<category><![CDATA[Integrated Marketing Communication]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[printing]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi cetak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=930</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun saya telah membuat beberapa logo, baik untuk komersial maupun yang non komersial, baik untuk logo produk maupun logo perusahaan. Sebagian orang menganggap logo hanyalah sebuah logo, sama halnya saat orang menyatakan &#8220;Apalah arti sebuah nama&#8221;. Dalam sebuah strategi komunikasi yang berkaitan dalam pembentukan brand image suatu perusahaan maupun produk tentu saja logo membawa peran sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/">Logo? Pentingkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun saya telah membuat beberapa logo, baik untuk komersial maupun yang non komersial, baik untuk logo produk maupun logo perusahaan. Sebagian orang menganggap logo hanyalah sebuah logo, sama halnya saat orang menyatakan &#8220;Apalah arti sebuah nama&#8221;. <span id="more-930"></span>Dalam sebuah strategi komunikasi yang berkaitan dalam pembentukan <em>brand image</em> suatu perusahaan maupun produk tentu saja logo membawa peran sangat penting bahkan vital.Coba bayangkan saja saat Pertamina dan Garuda Indonesia mengeluarkan dana cukup besar saat mereka melakukan peremajaan logo. Logo merupakan bagian dari Integrated Marketing Communication.</p>
<p>Logo bukan sebatas simbol, tetapi logo dapat membentuk citra positif sebuah institusi atau produk. Logo merupakan identitas, memberikan informasi, bersifat persuasif, dan dapat digunakan sebagai alat pemasaran. Pernyataan tersebut sekaligus sebagai jawaban dari judul di atas, pentingkah sebuah logo?</p>
<p>Logo dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Diluncurkannya sebuah organisasi baru</li>
<li>Perusahaan melakukan <em>merger</em></li>
<li><em>Re-Positioning</em></li>
<li>Perubahan kultur budaya perusahaan (pergantian manajemen, visi, dan misi perusahaan secara holistik)</li>
<li>Pengembangan usaha (internasional)</li>
</ol>
<p>Jadi saatnyakah perusahaan atau produk Anda berganti logo? Jangan terburu-buru, diperlukan analisa mendalam untuk merubah sebuah logo. Lima hal di atas hanya sebagian kecil yang melatar belakangi dibuatnya sebuah logo baru. Jika tidak tepat malah akan menimbulkan kontroversi, salah persepsi, dan pemaknaan yang salah.</p>
<p>Jika melihat dampak positif dan negatif dari logo, tentu saja mulai saat ini jangan pernah berfikir membuat logo itu perkara mudah. Tidak cukup dalam hitungan jam bahkan hari sekalipun. Diperlukan jam terbang yang cukup, pengetahuan/kompetensi bagi seseorang untuk dapat membuat logo yang efektif.</p>
<p>Ada beberapa tahapan dalam membuat logo:</p>
<ol>
<li>Riset dan Analisa brand<br />
Perlu dilakukan riset yang mendalam dan benar terkait dengan produk atau perusahaan yang akan membuat logo. Buat pula diagram SWOT untuk memetakkan kompetitor, kelebihan dan kekurangan, dan faktor lainnya.</li>
<li>Mengetahui strategi komunikasi dan visual<br />
Seseorang harus paham karakter apa yang akan dibentuk dari logo yang dibuat. Apakah hanya terdiri dari bentuk simbol, tipografi saja, atau perpaduan keduanya.</li>
<li>Memahami tentang gestalt dan kecenderungan mata manusia.</li>
<li>Memahami karakter warna, bagaimana mengkombinasikan, dan psikologinya.</li>
<li>Pengetahuan tentang berbagai media, dimana saja logo akan diterapkan.</li>
<li>Pengetahuan dalam bidang produksi cetak. Sebab dalam produksi cetak ada banyak sekali teknologi cetak yang digunakan. Desainer harus memahami karakter berbagai jenis cetak.</li>
<li>Pengetahuan, latihan terus-menerus sangat diperlukan.</li>
</ol>
<p>Logo sendiri merupakan bagian dari desain grafis dan berkaitan dengan bidang ilmu komunikasi, pemasaran, psikologi, dan bidang keilmuan lainnya. Mulai sekarang pikirkanlah logo yang Anda buat dengan seksama. Karena logo yang baik dan efektif akan membawa rasa bangga bagi pemiliknya. Selamat belajar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/">Logo? Pentingkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/logo-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Freedoom Of Sharing &#8220;How to Branding Your Self With Social Media&#8221;</title>
		<link>https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 12:04:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[advertising]]></category>
		<category><![CDATA[animator]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[desainer]]></category>
		<category><![CDATA[designer]]></category>
		<category><![CDATA[freedom of sharing]]></category>
		<category><![CDATA[fresh]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[merk]]></category>
		<category><![CDATA[personal branding]]></category>
		<category><![CDATA[programmer]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[stikom]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Internet menjadi media baru untuk merk (brand) bermain dan membentuk citranya. Baik itu merk produk maupun “merk” personal. Ada yang berhasil ada pula yang gagal. Jika dicermati, jenis media online yang dipakai merk untuk mencitrakan diri juga beragam. Ada yang melalui forum, massmedia online, webblog, ada juga yang melalui situs jejaring sosial. Acara FreSh (Freedom [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/">Freedoom Of Sharing &#8220;How to Branding Your Self With Social Media&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Internet menjadi media baru untuk merk (brand) bermain dan membentuk  citranya. Baik itu merk produk maupun “merk” personal.  Ada yang  berhasil ada pula yang gagal.  <span id="more-610"></span>Jika dicermati, jenis media  online yang dipakai merk untuk mencitrakan diri juga beragam. Ada yang  melalui forum, massmedia online, webblog, ada juga yang melalui situs  jejaring sosial.</p>
<p>Acara FreSh (Freedom of Sharing) Surabaya  edisi Mei kali ini akan membahas bagaimana mencitrakan sebuah merk  (branding) melalui media online.<br />
&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>APA ITU FreSh? </strong></p>
<p>FreSh  (Freedom of Sharing). FreSh merupakan ajang diskusi, kumpul-kumpul,  networking, sharing ilmu antara kita semua yang hidup dalam industri  kreatif.</p>
<p>Forum berbagi ide ini diharapkan akan terus berlangsung  reguler sehingga akan semakin membuka wawasan/insight kita dalam dunia  kreatif. Mudah-mudahan kita bisa saling tahu tren apa yang kini populer,  hambatan apa yang dihadapi, dan solusi apa untuk mengatasinya.</p>
<p>Siapa  saja, baik itu desainer, programmer, animator, marketing, advertising,  arsitek, pengusaha online, musisi, filmis, penulis, dan profesi lainnya  bisa ikut berpartisipasi dalam forum ini. Tentunya, dengan harapan  setiap pesertanya bisa berinisiatif menyampaikan gagasan, solusi,  ataupun sekedar berbagi ilmu baru.</p>
<p>FreSh mempunyai event bulanan  dan event yang accidental.<br />
Event bulanan dilakukan sejak Agustus  2008.</p>
<p>Biasanya mengangkat tema tertentu, seperti: Narsisme 2.0  (September 2008), Jurnalisme dan Komunikasi (Oktober 2008), Mobile  Creativity (Maret 2009), Istilah Indonesia di Internet, Mencari Padanan  Setengah Mati (April 2009)</p>
<p>Dan Event yang diselenggarakan di  STIKOM ini merupakan event FreSh perdana di Surabaya dan Launching FreSh  Surabaya.<br />
Wednesday, May 26, 2010<br />
6:00pm &#8211; 10:00pm<br />
Gedung Serbaguna STIKOM Surabaya</p>
<p>Link terkait:<br />
<a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=120600694641073">Facebook</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/">Freedoom Of Sharing &#8220;How to Branding Your Self With Social Media&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teori Periklanan (Positioning)</title>
		<link>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[alam pikir]]></category>
		<category><![CDATA[audience]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[communicated]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[merk]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[slogan]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[top of mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[<p>POSITIONING Positioning merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, brand, perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah over communicated. Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk, kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. Positioning tidak hanya melihat dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>POSITIONING</strong></p>
<p><em>Positioning</em> merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, <em>brand,</em> perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah <em>over communicated</em>.</p>
<p>Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk,<span id="more-432"></span> kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. <em>Positioning</em> tidak hanya melihat dari sisi perusahaan sendiri, tapi juga harus melihat kompetitor, jadilah yang pertama masuk dalam alam pikir konsumen.</p>
<p>Ada beberapa contoh ungkapan yang acap kali kita dengar, kebanyakan adalah serapan tidak langsung dari slogan, <em>tagline</em> sebuah iklan. Contoh paling simpel dan sering kita dengar adalah kata-kata <strong>&#8220;PRIKITIW&#8221;</strong>, mungkin kata ini dulu tidak banyak diperhatikan orang, namun saking pintarnya<strong> si Sule,</strong> secara tidak langsung ini membentuk brand image dirinya. Hal inilah yang dimaksud <em>positioning</em>. Jika masyarakat sering kali mengucapkan, sering kali menyebut suatu merk, berarti merk tersebut sudah merebut hati konsumen/masyarakat. Karena dalam jangka waktu tertentu merek tersebutlah yang <strong><em>SELALU</em><em> DIINGAT</em></strong> ( <em><strong>TOP of MIND</strong></em>).</p>
<p>Positioning selalu dikaitkan dengan persaingan. Pengiklan harus jeli dalam memposisikan produk mereka dalam persaingan. Pendekatan-pendekatan, pemilihan tema, bisa didasarkan pada gaya hidup, budaya lokal, sosial, strata, semakin spesifik akan membentuk image yang berbeda, unik, mudah diingat. Pada akhirnya citra positif akan terbentuk dengan sendirinya dan mengangkat <em>brand image </em>produk tersebut.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>15</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
