<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>positioning Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/positioning/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/positioning/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Oct 2022 02:16:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Positioning Sebagai Pendukung Pembentukan Citra Produk</title>
		<link>https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 10:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[pesaing]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[re-positioning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=472</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel terdahulu telah dijelaskan tentang pengertian Positioning secara umum. Sekarang akan sedikit membahas cara-cara membangun Positioning suatu produk. Berikut cara-cara yang bisa dijadikan acuan: Penonjolan Karakteristik Produk Pengiklan bisa memilih karakter apa paling menonjol pada produk mereka. Contoh adalah teh botol tidak diposisikan sebagai minuman teh panas, namun diposisikan sebagai minuman ringan yang sama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/">Positioning Sebagai Pendukung Pembentukan Citra Produk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a href="http://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">artikel terdahulu </a>telah dijelaskan tentang pengertian <em>Positioning</em> secara umum. Sekarang akan sedikit membahas cara-cara membangun <em>Positioning</em> suatu produk.<span id="more-472"></span></p>
<p>Berikut cara-cara yang bisa dijadikan acuan:</p>
<ol>
<li><strong>Penonjolan Karakteristik Produk</strong><br />
Pengiklan bisa memilih karakter apa paling menonjol pada produk mereka. Contoh adalah teh botol tidak diposisikan sebagai minuman teh panas, namun diposisikan sebagai minuman ringan yang sama dengan cola. Sehingga teh botol bukanlah teh yang harus diminum pada saat minum teh di sore hari, tetapi minuman tepat untuk perjalanan atau sebagai penutup setelah makan.</li>
<li><strong>Penonjolan Harga</strong><br />
Contoh operator telepon A dengan penawaran koneksi <em>Blackberry(BB) </em>dengan harga kisaran Rp. 100.000,- perbulan. Kemudian operator B juga mencoba menawarkan dengan harga yang lebih murah, di harga kisaran Rp. 80.000,- perbulan. Dengan demikian operator B mengklaim hingga saat ini program BB merekalah yang termurah.</li>
<li><strong>Penonjolan Fungsi/Kegunaan</strong><br />
Suatu produk dikaitkan dengan kegunaan khusus, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama.<br />
Contoh produk obat sakit kepala A mengklaim obatnya bisa segera menyembuhkan sakit kepala seketika. Produk B juga mengklaim hal yang sama, namun mereka menambahkan khasiat-khasiat  lainnya. Padahal jika dilihat dari kandungan obatnya memiliki kesamaan.</li>
<li><strong>Positioning menurut pemakai</strong><br />
Produk yang sangat tua menggunakan strategi ini adalah sabun Lux. Dengan memposisikan diri bahwa produk ini dipakai oleh bintang bintang film kondang.<br />
Produk lain yang menggunakan strategi ini adalah produk-produk kosmetik, oli, dan beberapa produk mobil. Setiap public figure yang dipilih membawa image sendiri sesuai dengan kondisinya.</li>
<li><strong>Positioning menurut kelas produk</strong><br />
Beberapa produk yang &#8220;terjepit&#8221; perlu melakukan keputusan positioning yang kritis dengan mengaitkannya pada kelas produk yang bersangkutan. Misalnya, produk  7-Up terjepit di antara produk minuman cola Pepsi dan Coca-Cola, sehingga ia menggunakan slogan  <em>&#8220;7-Up is the uncola drink. But with a  better taste&#8221; </em>untuk memposisikan dirinya.</li>
<li><strong>Positioning dengan menggunakan simbol-simbol budaya</strong><br />
Simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen. Simbol ini tidak digunakan oleh posisioning pesaing. Misalnya produk Mustika Ratu diposisikan sebagai produk yang mewarisi budaya Kraton di Jawa.</li>
<li><strong>Positioning langsung terhadap pesaing</strong><br />
Di Amerika perusahaan persewaan mobil Avis secara langsung memposisikan diri dengan pesaingnya, yaitu Hertz dengan slogan <em>&#8220;We are number two, so we try harder&#8221;.</em> Strategi ini berhasil melekat dalam benak konsumen. Banyak orang memilih Avis yang  lebih rendah (underdog), tetapi memiliki semangat kerja yang hebat.</li>
</ol>
<p><strong>Re-positioning </strong></p>
<p>Merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/">Positioning Sebagai Pendukung Pembentukan Citra Produk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teori Periklanan &#8211; Segmentation dalam Pemasaran</title>
		<link>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 06:31:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[audience]]></category>
		<category><![CDATA[dkv]]></category>
		<category><![CDATA[market]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[segmentasi]]></category>
		<category><![CDATA[segmentation]]></category>
		<category><![CDATA[stp]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[targeting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Segmentation, Targeting, dan Positioning memang sering kali kita temukan dalam berbagai hal, atau biasa lebih dikenal dengan STP . Di sini saya sedikit sharing dari apa yang telah saya ketahui. STP sebagai dasar dalam menargetkan pasar yang kita bidik (Market Targeting). Lebih ditekankan pada segmentation dan targeting. Sedangkan positioning sudah pernah dibahas sebelumnya. Mengutip sebagaian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/">Teori Periklanan &#8211; Segmentation dalam Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Segmentation,</em> <em>Targeting,</em> dan <em>Positioning</em> memang sering kali kita temukan dalam berbagai hal, atau biasa lebih dikenal dengan STP . Di sini saya sedikit sharing dari apa yang telah saya ketahui. <span id="more-461"></span>STP sebagai dasar dalam menargetkan pasar yang kita bidik <em>(Market Targeting)</em>. Lebih ditekankan pada <em>segmentation</em> dan <em>targeting</em>. Sedangkan <em>positioning</em> sudah pernah dibahas sebelumnya.</p>
<p>Mengutip sebagaian dari sang pakar Ogilvy pernah mengatakan, &#8220;Ide dasar dalam segmentasi pelanggan adalah komunikasi akan berjalan efektif jika ditargetkan dengan benar.&#8221; Artinya, sukses tidaknya produk di pasar ditentukan oleh targeting yang tepat serta melalui komunikasi tepat dan efektif pula. Mari kita coba kuliti satu persatu apa saja parameter dalam menentukan target pemasaran.</p>
<p><strong>Target Audience</strong><br />
Adalah sekumpulan individu sebagai potensi yang akan kita jadikan target penjualan.</p>
<p>Cara-cara dalam menidentifikasi <em>Target Audience</em></p>
<ol>
<li><strong>Segmentasi Geografis</strong><br />
Pembagian berdasarkan wilayah: Kota, Negara, Propinsi, Desa, dll.</li>
<li><strong>Segmentasi Demografis</strong><br />
Dibagi menjadi beberapa kelompok variabel demografis, diantaranya adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, strata sosial, dll.</li>
<li><strong>Segmentasi Psikografis</strong><br />
Lebih dikaitkan dengan gaya hidup <em>(Life Style)</em>.</li>
</ol>
<p>Dalam menentukan target haruslah tepat,&nbsp; sehingga target audience yang dituju semakin jelas dan fokus. Semakin jelas mengetahui&nbsp; target audience yang dituju,&nbsp; dengan mudah kita dapat menentukan strategi yang sesuai sehingga menarik perhatian target audience yang dituju.</p>
<p>Dalam jaringan periklanan konsumen merupakan target audience yang harus dicermati dengan seksama karena kepada merekalah iklan itu dikomunikasikan. Terdapat perbedaan kelompok konsumen sehingga konsep iklan pun seharusnya berbeda untuk kelompok konsumen yang berbeda.</p>
<p>Cara memperlakukan <em>target audience</em> adalah dengan<em> consumer insight</em>, merebut hati dengan komunikasi yang tepat. Berikut ada beberapa cara.</p>
<p><em><strong>In-depth</strong></em><br />
Selalu ingin tahu apa yang dilakukan<em> target audience</em>, kebiasaan mereka&nbsp; menggunakan produk yang kita iklankan, keputusan yang mempengaruhi mereka sehingga membeli produk kita, dll. Sehingga kita benar-benar mengenali target kita.</p>
<p><strong><em>Focus group discussion</em></strong><br />
Memilih responden yang bias mewakili target , melakukan wawancara <em>in depth</em> dengan mereka.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/">Teori Periklanan &#8211; Segmentation dalam Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teori Periklanan (Positioning)</title>
		<link>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[alam pikir]]></category>
		<category><![CDATA[audience]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[communicated]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[merk]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[slogan]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[top of mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[<p>POSITIONING Positioning merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, brand, perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah over communicated. Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk, kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. Positioning tidak hanya melihat dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>POSITIONING</strong></p>
<p><em>Positioning</em> merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, <em>brand,</em> perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah <em>over communicated</em>.</p>
<p>Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk,<span id="more-432"></span> kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. <em>Positioning</em> tidak hanya melihat dari sisi perusahaan sendiri, tapi juga harus melihat kompetitor, jadilah yang pertama masuk dalam alam pikir konsumen.</p>
<p>Ada beberapa contoh ungkapan yang acap kali kita dengar, kebanyakan adalah serapan tidak langsung dari slogan, <em>tagline</em> sebuah iklan. Contoh paling simpel dan sering kita dengar adalah kata-kata <strong>&#8220;PRIKITIW&#8221;</strong>, mungkin kata ini dulu tidak banyak diperhatikan orang, namun saking pintarnya<strong> si Sule,</strong> secara tidak langsung ini membentuk brand image dirinya. Hal inilah yang dimaksud <em>positioning</em>. Jika masyarakat sering kali mengucapkan, sering kali menyebut suatu merk, berarti merk tersebut sudah merebut hati konsumen/masyarakat. Karena dalam jangka waktu tertentu merek tersebutlah yang <strong><em>SELALU</em><em> DIINGAT</em></strong> ( <em><strong>TOP of MIND</strong></em>).</p>
<p>Positioning selalu dikaitkan dengan persaingan. Pengiklan harus jeli dalam memposisikan produk mereka dalam persaingan. Pendekatan-pendekatan, pemilihan tema, bisa didasarkan pada gaya hidup, budaya lokal, sosial, strata, semakin spesifik akan membentuk image yang berbeda, unik, mudah diingat. Pada akhirnya citra positif akan terbentuk dengan sendirinya dan mengangkat <em>brand image </em>produk tersebut.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>15</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
