<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemasaran Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/pemasaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/pemasaran/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Oct 2022 02:16:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Mobile Marketing Hadir Di Tengah Maraknya Model Pemasaran</title>
		<link>https://www.denbagus.com/mobile-marketing-hadir-di-tengah-maraknya-model-pemasaran/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/mobile-marketing-hadir-di-tengah-maraknya-model-pemasaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2017 08:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[digital marketing]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[mobile marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2753</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONSEP Membicarakan marketing tidak akan pernah ada habisnya. Internet marketing, digital marketing, marketing 1.0, 2.0, 3.0, 4.0 seperti baru kemarin berseliweran. Lebih spesifik sekarang di dalamnya ada mobile marketing. Dari istilahnya sudah jelas, sasaran utama kampanye pemasaran melalui berbagai mobile device. Jika kita jeli, mobile marketing sejatinya sudah ada sejak lama. Broadcast, MMS, messenger, bahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/mobile-marketing-hadir-di-tengah-maraknya-model-pemasaran/">Mobile Marketing Hadir Di Tengah Maraknya Model Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>KONSEP</h4>
<p>Membicarakan <em>marketing</em> tidak akan pernah ada habisnya.<em> Internet marketing, digital marketing, marketing</em> 1.0, 2.0, 3.0, 4.0 seperti baru kemarin berseliweran. Lebih spesifik sekarang di dalamnya ada <em>mobile marketing.</em> Dari istilahnya sudah jelas, sasaran utama kampanye pemasaran melalui berbagai <em>mobile device.</em></p>
<p>Jika kita jeli, <em>mobile marketing</em> sejatinya sudah ada sejak lama. <em>Broadcast, MMS, messenger,</em> bahkan SMS sendiri sudah bisa difungsikan sebagai <em>mobile marketing.</em> Lalu, kenapa sekarang dikhususkan lagi.</p>
<h4>PERUBAHAN CEPAT</h4>
<p>Begini, zaman terus berubah, perilaku manusia berubah, gaya hidup berubah, kebutuhan berubah, semuanya berubah. Sehingga mobile marketing yang dulu ada belumlah optimal. Dengan perubahan yang teramat cepat inilah sudah seharusnya mobile marketing menjadi bagian penting dari proses strategis dalam bisnis.</p>
<p>Karakter manusia di era sekarang sudah butuh yang serba cepat, instan, dan mudah. Siapa cepat dia menang. Termasuk dalam memberikan informasi. Era <em>marketing 4.0</em> yang mengusung konsep pemasaran terintegrasi antara online dan offline sebagai pembeda. Informasi harus cepat, akurat, dan kredibel.</p>
<h4>KARAKTERISTIK MOBILE MARKETING</h4>
<p>Agar bisa optimal dalam kampanye pemasaran melalui <em>mobile device,</em> kita harus paham beberapa model platform, yaitu mengacu pada location based service (LBS), mendeteksi keberadaan pengguna melalui geolocation dan mengirim pesan otomatis di coverage area tertentu. Mirip sms <em>broadcast.</em></p>
<p>Model lain yang bisa membantu kampanye pemasaran melalui <em>mobile device</em> yaitu memanfaatkan <em>augmented reality mobile campaign,</em> yaitu menampilkan kampanye pemasaran secara langsung melalui media layar <em>mobile device</em>. Sehingga menarik bagi user untuk terlibat dan berinteraksi. Selanjutnya dengan memanfaatkan <em>QR code</em> atau <em>2D barcode</em> yang memudahkan <em>user</em> mencari informasi tertentu tanpa secara cepat, tinggal <em>scanning l</em>angsung menuju informasi yang diinginkan.</p>
<p>Nah begitulah kurang lebih <em>mobile marketing,</em> lalu model kampanye dan konten seperti apa saja yang bisa diterapkan? Sabar ya tunggu artikel berikutnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/mobile-marketing-hadir-di-tengah-maraknya-model-pemasaran/">Mobile Marketing Hadir Di Tengah Maraknya Model Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/mobile-marketing-hadir-di-tengah-maraknya-model-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brand atau Merek</title>
		<link>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 16:32:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand assosiations]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[citra merek]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1184</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brand atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran (marketing communication). Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar (target market). Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian (buying factor). Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Brand</em> atau merek  memiliki peran sangat penting dalam sebuah komunikasi pemasaran <em>(marketing communication)</em>. Lahirnya media-media baru mau tidak mau menuntut pemasar lebih kreatif dan jeli dalam memilih target pasar <em>(target market)</em>. Tren pasar saat ini sudah tidak semata perpegang pada manfaat suatu produk sebagai faktor utama pembelian <em>(buying factor)</em>.</p>
<figure id="attachment_1185" aria-describedby="caption-attachment-1185" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg"><img class="size-medium wp-image-1185" title="Brand atau Merek" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg" alt="Brand atau Merek" width="300" height="246" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek-300x246.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/12/brand_merek.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1185" class="wp-caption-text">Brand atau Merek</figcaption></figure>
<p>Masing-masing negara memiliki kultur budaya yang unik. Hal inilah yang menuntut pemasar berfikir lebih jenius. Mereka harus benar-benar memahami karakter calon konsumen. Sebagai contoh peran <em>brand</em> yang begitu kuat di masyarakat. <em>Saking</em> fanatiknya terhadap<em> brand Blackberry (BB)</em>, seseorang rela harus berpanas-panasan, berdesakan, bahkan ada yang hingga pingsan. Hal ini bukan semata karena kecanggihan fitur barunya, tetapi lebih kepada fanatisme serta <em>mindset</em> yang sudah terbentuk di masyarakat bahwa <em>brand Blackberry</em> memiliki nilai prestis dibanding produk sejenis yang ada di pasaran.  Sehingga tidak perduli seperti apa kualitas produk terbaru tersebut yang terpenting <em>brand</em>nya adalah Blackberry. Padahal jika kita melihat dari sisi fitur dan manfaat, masih banyak jenis <em>smartphone</em> lain yang lebih canggih dan lebih murah.</p>
<p>Ilustrasi di atas  sangat tepat untuk menggambarkan peran sebuah<em> brand</em> pada bauran komunikasi pemasaran. Karena pergeseran pola pikir dan <em>life style</em> inilah dalam membangun sebuah <em>brand</em> tidak sebatas melihat dari citra merek <em>(brand image) </em>tetapi harus mampu menciptakan fanatisme serta loyalitas<em> (brand loyalty)</em>. Jika dua hal tersebut dapat dicapai, niscaya saat produk terbaru diluncurkan maka konsumen fanatik dan loyal tersebut akan berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkannya.</p>
<p>Pencitraan dan penciptaan fanatisme merek saat ini lebih banyak berbasis emosional. Artinya, pemasar atau produsen harus mampu membuat konsumen jatuh cinta pada suatu merek secara emosional, memperlakukan produk layaknya manusia yang memiliki hubungan emosional. Lihat saja, saat kita membeli produk baru seolah-olah kita sedang jatuh cinta kepada lawan jenis, membelikan asesoris supaya lebih cantik, mempelajari fitur, merawatnya, dan memperlakukannya secara istimewa. Sehingga tanpa sadar seolah memiliki ikatan emosional.</p>
<p><strong>Merek = Karakter</strong><br />
Contoh paling gampang kenapa Ronaldo menggunakan mobil sport di iklannya dan tidak menggunakan jenis mobil MPV atau lainnya.  Karena dalam iklan tersebut ingin menampilkan karakter seorang Rhonaldo yang telah kita ketahui adalah seorang pemain bola yang mempunyai skill tinggi, punya kecepatan, ketepatan, dan maco. Coba bayangkan jika Rhonaldo menggunakan mobil Xenia atau Avansa &#8230; hehehehhe &#8230;</p>
<p>Jadi merek harus mampu mencerminkan karakter yang ingin dibangun. Konsumen cenderung ingin mengungkapkan identitas dirinya, ia akan terus melakukan eksplorasi dengan cara mencari produk yang akan dijadikan simbol identitas dirinya. Sekaligus sebagai pembeda dari orang lain.</p>
<p><strong>Difinisi Merek atau Brand</strong><br />
Merek merupakan pengenal yang mewakili suatu produk tertentu. Bukan sekedar nama, merek merupakan gambaran citra di dalam pikiran konsumen. Merek mencakup nama, logo, gambar, lambang, slogan, font, dan pola desain terkait dengan produk atau layanan. Melalui pola-pola tersebut diharapkan akan memunculkan citra yang dapat mencerminkan nilai, gagasan, dan kepribadian.</p>
<p>Brand image adalah gambaran mental yang mencerminkan cara pandang terhadap merek, di dalamnya meliputi identifikasi, emosi, dan karakter produk, serta asosiasi yang timbul di benak konsumen <em>(brand assosiations)</em>.</p>
<p>Agar suatu merek dapat diketahui, diakui, dan diterima <em>(brand awareness)</em> oleh masyarakat atau konsumen, perlu dilakukan proses komunikasi.</p>
<p>Bahasan berikutnya tentang Struktur Merek dan Elemen Merek.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/">Brand atau Merek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/brand-atau-merek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teori Periklanan &#8211; Segmentation dalam Pemasaran</title>
		<link>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 06:31:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[audience]]></category>
		<category><![CDATA[dkv]]></category>
		<category><![CDATA[market]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[segmentasi]]></category>
		<category><![CDATA[segmentation]]></category>
		<category><![CDATA[stp]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[targeting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Segmentation, Targeting, dan Positioning memang sering kali kita temukan dalam berbagai hal, atau biasa lebih dikenal dengan STP . Di sini saya sedikit sharing dari apa yang telah saya ketahui. STP sebagai dasar dalam menargetkan pasar yang kita bidik (Market Targeting). Lebih ditekankan pada segmentation dan targeting. Sedangkan positioning sudah pernah dibahas sebelumnya. Mengutip sebagaian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/">Teori Periklanan &#8211; Segmentation dalam Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Segmentation,</em> <em>Targeting,</em> dan <em>Positioning</em> memang sering kali kita temukan dalam berbagai hal, atau biasa lebih dikenal dengan STP . Di sini saya sedikit sharing dari apa yang telah saya ketahui. <span id="more-461"></span>STP sebagai dasar dalam menargetkan pasar yang kita bidik <em>(Market Targeting)</em>. Lebih ditekankan pada <em>segmentation</em> dan <em>targeting</em>. Sedangkan <em>positioning</em> sudah pernah dibahas sebelumnya.</p>
<p>Mengutip sebagaian dari sang pakar Ogilvy pernah mengatakan, &#8220;Ide dasar dalam segmentasi pelanggan adalah komunikasi akan berjalan efektif jika ditargetkan dengan benar.&#8221; Artinya, sukses tidaknya produk di pasar ditentukan oleh targeting yang tepat serta melalui komunikasi tepat dan efektif pula. Mari kita coba kuliti satu persatu apa saja parameter dalam menentukan target pemasaran.</p>
<p><strong>Target Audience</strong><br />
Adalah sekumpulan individu sebagai potensi yang akan kita jadikan target penjualan.</p>
<p>Cara-cara dalam menidentifikasi <em>Target Audience</em></p>
<ol>
<li><strong>Segmentasi Geografis</strong><br />
Pembagian berdasarkan wilayah: Kota, Negara, Propinsi, Desa, dll.</li>
<li><strong>Segmentasi Demografis</strong><br />
Dibagi menjadi beberapa kelompok variabel demografis, diantaranya adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, strata sosial, dll.</li>
<li><strong>Segmentasi Psikografis</strong><br />
Lebih dikaitkan dengan gaya hidup <em>(Life Style)</em>.</li>
</ol>
<p>Dalam menentukan target haruslah tepat,&nbsp; sehingga target audience yang dituju semakin jelas dan fokus. Semakin jelas mengetahui&nbsp; target audience yang dituju,&nbsp; dengan mudah kita dapat menentukan strategi yang sesuai sehingga menarik perhatian target audience yang dituju.</p>
<p>Dalam jaringan periklanan konsumen merupakan target audience yang harus dicermati dengan seksama karena kepada merekalah iklan itu dikomunikasikan. Terdapat perbedaan kelompok konsumen sehingga konsep iklan pun seharusnya berbeda untuk kelompok konsumen yang berbeda.</p>
<p>Cara memperlakukan <em>target audience</em> adalah dengan<em> consumer insight</em>, merebut hati dengan komunikasi yang tepat. Berikut ada beberapa cara.</p>
<p><em><strong>In-depth</strong></em><br />
Selalu ingin tahu apa yang dilakukan<em> target audience</em>, kebiasaan mereka&nbsp; menggunakan produk yang kita iklankan, keputusan yang mempengaruhi mereka sehingga membeli produk kita, dll. Sehingga kita benar-benar mengenali target kita.</p>
<p><strong><em>Focus group discussion</em></strong><br />
Memilih responden yang bias mewakili target , melakukan wawancara <em>in depth</em> dengan mereka.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/">Teori Periklanan &#8211; Segmentation dalam Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
