<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kompetitor Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/kompetitor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/kompetitor/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2010 06:15:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Analisa SWOT Bagian Penting Pada Sebuah Riset</title>
		<link>https://www.denbagus.com/analisa-swot-bagian-penting-pada-sebuah-riset/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/analisa-swot-bagian-penting-pada-sebuah-riset/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 06:15:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[analisa]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[opportunity]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[strength]]></category>
		<category><![CDATA[SWOT]]></category>
		<category><![CDATA[threat]]></category>
		<category><![CDATA[weakness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak memasuki bangku kuliah, banyak istilah yang sering terdengar, salah satunya adalah SWOT. Jika pada artikel sebelumnya saya pernah membahas tentang STP kali ini saya sedikit sharing tentang SWOT. Berdasarkan yang saya pelajari hingga sejauh ini, sebagai newbie tentang metode riset dan tetek membengeknya, awalnya masih awam dengan istilah SWOT. Namun pelan-pelan memahami kegunaan dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/analisa-swot-bagian-penting-pada-sebuah-riset/">Analisa SWOT Bagian Penting Pada Sebuah Riset</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak memasuki bangku kuliah, banyak istilah yang sering terdengar, salah satunya adalah SWOT. Jika pada artikel sebelumnya saya pernah membahas tentang <a title="STP" href="http://www.denbagus.com/teori-periklanan-segmentation-targeting-positioning-dalam-pemasaran/" target="_blank">STP</a> kali ini saya sedikit sharing tentang SWOT.<span id="more-780"></span></p>
<p>Berdasarkan yang saya pelajari hingga sejauh ini, sebagai newbie tentang metode riset dan tetek membengeknya, awalnya masih awam dengan istilah SWOT. Namun pelan-pelan memahami kegunaan dari analisa SWOT ini. Karena menurut saya ini bagian penting yang tidak dapat dipisahkan pada  riset apapun.</p>
<p>Okey langsung saja, SWOT sendiri merupakan kependekan dari kata-kata Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat yang jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti, Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman. Metode analisa ini biasanya digunakan sebagai acuan pertimbangan dalam pengambilan keputusan agar dapat melihat berbagai kemungkinan dari sudut yang berbeda.</p>
<p>Lewat analisa SWOT ini akan sangat membantu kita menentukan bagian-bagian penting yang kemungkinan selama ini terabaikan, sehingga bisa menjadi tambahan saat akan diadakan pengambilan keputusan.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya saya akan sedikit memberikan contoh ilustrasi sederhana. Analisa SWOT dari Toko Handphone dan Pulsa.</p>
<p><strong>Strength/Kekuatan</strong></p>
<ol>
<li>Lokasi toko dekat jalan umum, perumahan, dan kampus</li>
<li>Satu-satunya toko handphone</li>
</ol>
<p><strong>Weakness/Kelemahan</strong></p>
<ol>
<li>Kurang inovatif karena tidak ada kompetitor</li>
<li>Toko dibuat apa adanya sehingga tidak menarik</li>
</ol>
<p><strong>Opportunity/Peluang</strong></p>
<ol>
<li>Makin banyak orang punya handphone</li>
<li>Orang Indonesia cenderung konsumtif, suka ganti-ganti handphone</li>
<li>Harga handphone makin murah</li>
<li>Pulsa makin murah</li>
</ol>
<p><strong>Threat/Ancaman</strong></p>
<ol>
<li>Kompetitor baru</li>
<li>Modal kurang sehingga tidak bisa berkembang</li>
<li>Jalan utama akan dipindah, kemungkinan akan sepi karena banyak calon kustomer tidak lewat sana lagi.</li>
</ol>
<p>Dari contoh di atas, kita telah mendapatkan beberapa data yang dapat kita jadikan bahan pertimbangan. Serta akan dikelompokkan mana saja yang bisa menjadi kekuatan dan mana saja yang menjadi kelemahan.</p>
<p>Jika pemiliki ternyata mempunya kenalan banyak distributor pulsa atau hanphone, seharusnya masuk di kategori mana? Nah hal ini seharusnya bisa menjadi nilai tambah buat pemilik toko. Tentu ini bisa dimasukkan sebagai Strength/Kekuatan. Karena dia bisa mendapatkan harga lebih murah dan dapat mengambil keuntungan sedikit lebih tinggi.</p>
<p>Berdasarkan data yang dikumpulkan ada beberapa analisa yang didapatkan. Sehingga toko dapat menentukan apa saja yang dapat dijadikan bahan pertimbangan agar tokonya bisa lebih maju?</p>
<ol>
<li>Agar lebih inovatif, pemilik toko memberi program hadiah. Misalkan beli pulsa senilai 50 ribu ke atas dapat bonus ringtone gratis.</li>
<li>Setiap pembeli yang mengajak temannya dapat poin yang dapat ditukar dengan hadiah</li>
<li>Agar lebih menarik, toko didesain agak beda, lebih eye catching dan bersih.</li>
<li>Tidak hanya menjual handphone dan pulsa, tetapi juga asesoris</li>
<li>Menambah modal</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p>Dalam mengumpulkan data dan fakta semua haruslah dalam kondisi real, bukan mengada-ada. Karena akan perpengaruh pada hasil akhir dari analisa yang dibuat.</p>
<p>Ada beberapa hal lain yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam menentukan SWOT suatu produk</p>
<p><strong>Strength</strong></p>
<ul>
<li>Kemasan menarik</li>
<li>Kualitas produk</li>
<li>Relasi</li>
<li>Pengetahuan</li>
</ul>
<p><strong>Weakness</strong></p>
<ul>
<li>Tidak ada pembeda yang signifikan antara produk kita dengan produk kompetitor</li>
<li>Pelayanan buruk</li>
<li>Lokasi terpencil</li>
<li>Tidak jelas target pasarnya</li>
</ul>
<p><strong>Opportunity</strong></p>
<ul>
<li>Life Style (contoh teknologi dan fashion)</li>
<li>Gengsi/prestisius (contoh rumah, mobil)</li>
<li>Ekspansi pasar (contoh buka cabang)</li>
<li>Kebutuhan Hidup (contoh sembako)</li>
</ul>
<p><strong>Threat</strong></p>
<ul>
<li>Modal kompetitor lebih besar</li>
<li>Kompetitor membuka usaha yang sama</li>
<li>Persaingan harga</li>
</ul>
<p>Valid tidaknya hasil ditentukan dengan jujur tidaknya dalam menganalisa. Hasil analisa yang dilakukan beberapa orang bisa jadi beda. Tergantung dari unsur-unsur yang di analisa, sehingga sifatnya adalah subyektif. Dalam menganalisa gunakan metode hitam dan putih, agar lebih mudah membedakan antara suatu kekuatan dan kelemahan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/analisa-swot-bagian-penting-pada-sebuah-riset/">Analisa SWOT Bagian Penting Pada Sebuah Riset</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/analisa-swot-bagian-penting-pada-sebuah-riset/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>12</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Positioning Sebagai Pendukung Pembentukan Citra Produk</title>
		<link>https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 10:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[pesaing]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[re-positioning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=472</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel terdahulu telah dijelaskan tentang pengertian Positioning secara umum. Sekarang akan sedikit membahas cara-cara membangun Positioning suatu produk. Berikut cara-cara yang bisa dijadikan acuan: Penonjolan Karakteristik Produk Pengiklan bisa memilih karakter apa paling menonjol pada produk mereka. Contoh adalah teh botol tidak diposisikan sebagai minuman teh panas, namun diposisikan sebagai minuman ringan yang sama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/">Positioning Sebagai Pendukung Pembentukan Citra Produk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a href="http://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">artikel terdahulu </a>telah dijelaskan tentang pengertian <em>Positioning</em> secara umum. Sekarang akan sedikit membahas cara-cara membangun <em>Positioning</em> suatu produk.<span id="more-472"></span></p>
<p>Berikut cara-cara yang bisa dijadikan acuan:</p>
<ol>
<li><strong>Penonjolan Karakteristik Produk</strong><br />
Pengiklan bisa memilih karakter apa paling menonjol pada produk mereka. Contoh adalah teh botol tidak diposisikan sebagai minuman teh panas, namun diposisikan sebagai minuman ringan yang sama dengan cola. Sehingga teh botol bukanlah teh yang harus diminum pada saat minum teh di sore hari, tetapi minuman tepat untuk perjalanan atau sebagai penutup setelah makan.</li>
<li><strong>Penonjolan Harga</strong><br />
Contoh operator telepon A dengan penawaran koneksi <em>Blackberry(BB) </em>dengan harga kisaran Rp. 100.000,- perbulan. Kemudian operator B juga mencoba menawarkan dengan harga yang lebih murah, di harga kisaran Rp. 80.000,- perbulan. Dengan demikian operator B mengklaim hingga saat ini program BB merekalah yang termurah.</li>
<li><strong>Penonjolan Fungsi/Kegunaan</strong><br />
Suatu produk dikaitkan dengan kegunaan khusus, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama.<br />
Contoh produk obat sakit kepala A mengklaim obatnya bisa segera menyembuhkan sakit kepala seketika. Produk B juga mengklaim hal yang sama, namun mereka menambahkan khasiat-khasiat  lainnya. Padahal jika dilihat dari kandungan obatnya memiliki kesamaan.</li>
<li><strong>Positioning menurut pemakai</strong><br />
Produk yang sangat tua menggunakan strategi ini adalah sabun Lux. Dengan memposisikan diri bahwa produk ini dipakai oleh bintang bintang film kondang.<br />
Produk lain yang menggunakan strategi ini adalah produk-produk kosmetik, oli, dan beberapa produk mobil. Setiap public figure yang dipilih membawa image sendiri sesuai dengan kondisinya.</li>
<li><strong>Positioning menurut kelas produk</strong><br />
Beberapa produk yang &#8220;terjepit&#8221; perlu melakukan keputusan positioning yang kritis dengan mengaitkannya pada kelas produk yang bersangkutan. Misalnya, produk  7-Up terjepit di antara produk minuman cola Pepsi dan Coca-Cola, sehingga ia menggunakan slogan  <em>&#8220;7-Up is the uncola drink. But with a  better taste&#8221; </em>untuk memposisikan dirinya.</li>
<li><strong>Positioning dengan menggunakan simbol-simbol budaya</strong><br />
Simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen. Simbol ini tidak digunakan oleh posisioning pesaing. Misalnya produk Mustika Ratu diposisikan sebagai produk yang mewarisi budaya Kraton di Jawa.</li>
<li><strong>Positioning langsung terhadap pesaing</strong><br />
Di Amerika perusahaan persewaan mobil Avis secara langsung memposisikan diri dengan pesaingnya, yaitu Hertz dengan slogan <em>&#8220;We are number two, so we try harder&#8221;.</em> Strategi ini berhasil melekat dalam benak konsumen. Banyak orang memilih Avis yang  lebih rendah (underdog), tetapi memiliki semangat kerja yang hebat.</li>
</ol>
<p><strong>Re-positioning </strong></p>
<p>Merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/">Positioning Sebagai Pendukung Pembentukan Citra Produk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/positioning-sebagai-pendukung-pembentukan-citra-produk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teori Periklanan (Positioning)</title>
		<link>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[alam pikir]]></category>
		<category><![CDATA[audience]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[communicated]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>
		<category><![CDATA[merk]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[positioning]]></category>
		<category><![CDATA[slogan]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[top of mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[<p>POSITIONING Positioning merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, brand, perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah over communicated. Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk, kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. Positioning tidak hanya melihat dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>POSITIONING</strong></p>
<p><em>Positioning</em> merupakan  upaya untuk menempatkan  produk, <em>brand,</em> perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Sebagai langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah <em>over communicated</em>.</p>
<p>Untuk merebut hati konsumen yang sudah jenuh dengan hujan berbagai merk produk,<span id="more-432"></span> kita harus ciptakan posisi dalam alam pikiran konsumen. <em>Positioning</em> tidak hanya melihat dari sisi perusahaan sendiri, tapi juga harus melihat kompetitor, jadilah yang pertama masuk dalam alam pikir konsumen.</p>
<p>Ada beberapa contoh ungkapan yang acap kali kita dengar, kebanyakan adalah serapan tidak langsung dari slogan, <em>tagline</em> sebuah iklan. Contoh paling simpel dan sering kita dengar adalah kata-kata <strong>&#8220;PRIKITIW&#8221;</strong>, mungkin kata ini dulu tidak banyak diperhatikan orang, namun saking pintarnya<strong> si Sule,</strong> secara tidak langsung ini membentuk brand image dirinya. Hal inilah yang dimaksud <em>positioning</em>. Jika masyarakat sering kali mengucapkan, sering kali menyebut suatu merk, berarti merk tersebut sudah merebut hati konsumen/masyarakat. Karena dalam jangka waktu tertentu merek tersebutlah yang <strong><em>SELALU</em><em> DIINGAT</em></strong> ( <em><strong>TOP of MIND</strong></em>).</p>
<p>Positioning selalu dikaitkan dengan persaingan. Pengiklan harus jeli dalam memposisikan produk mereka dalam persaingan. Pendekatan-pendekatan, pemilihan tema, bisa didasarkan pada gaya hidup, budaya lokal, sosial, strata, semakin spesifik akan membentuk image yang berbeda, unik, mudah diingat. Pada akhirnya citra positif akan terbentuk dengan sendirinya dan mengangkat <em>brand image </em>produk tersebut.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/">Teori Periklanan (Positioning)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/teori-periklanan-positioning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>15</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
