<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>facebook Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/facebook/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Aug 2017 14:36:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</title>
		<link>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2017 14:36:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Selling]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2694</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA DIGITAL Kadang kita bingung saat mau belajar tentang branding, marketing, selling. Khususnya dalam optimalisasi media digital seperti sekarang. Penawaran yang seliweran di linimasa kita seolah tidak memberi kesempatan untuk memilih. Sebenarnya kita tidak usah bingung, semua media ada kelebihan dan kekurangan. Saat belum ada media digital seperti sekarang, pengiklan hanya disuguhkan media konvensional yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/">Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>MEDIA DIGITAL</h4>
<p>Kadang kita bingung saat mau belajar tentang branding, marketing, selling. Khususnya dalam optimalisasi media digital seperti sekarang. Penawaran yang seliweran di linimasa kita seolah tidak memberi kesempatan untuk memilih.</p>
<p>Sebenarnya kita tidak usah bingung, semua media ada kelebihan dan kekurangan. Saat belum ada media digital seperti sekarang, pengiklan hanya disuguhkan media konvensional yang budgetnya gila-gilaan.</p>
<p>Nah, sekarang dengan makin banyaknya pilihan kanal juga membingungkan kita. Karena kanal mana yang paling efektif. Makanya riset tetap diperlukan.</p>
<h4>SOSIAL MEDIA VS WEBSITE</h4>
<p>Ambil contoh sosial media, saat ini kita belajar facebook dan instagram marketing, pelajari karakteristik user, ikut mentoring, dan lain-lain. Dalam tempo yang relatif singkat, facebook dan instagram bisa sekaligus terintegrasi. Namun, perlu diingat, platform sosmed di tersebut tetaplah dikendalikan oleh pemiliknya. Sehingga sewaktu-waktu ada kebijakan kitapun harus mengikuti. Artinya tetap saja media tersebut ada kelemahan yang sewaktu-waktu kita juga harus menerimanya.</p>
<p>Sekarang kita berbicara media lainnya. Misalkan website. Website bisa kita kendalikan sendiri, belajar SEO, pengoptimalan konten, dan lain-lain. Kelebihan dari website kita bisa leluasa mengoptimalkannya. Hanya saja biasanya terhambat teknis dan biaya. Meskipun saat ini banyak penawaran all in one service pembuatan website dengan harga murah. Tentu saja sebagai pemula harus hati-hati dengan layanan yang kurang kredibel. Bisa-bisa malah bonyok.</p>
<p><strong>SINERGI SOSIAL MEDIA DAN WEBSITE</strong></p>
<p>Kesimpulannya, jika kita serius dalam memanfaatkan media digital sebagai alternatif alat pemasaran kita, jangan terpaku pada satu jenis. Gunakan media yang secara basis pengguna besar, sesuatu target market, dan manfaat media lain sebagai pendukung satu sama lain. Untuk menutup celah kekurangan satu sama lain. Oke, itu saja. Kalau ada pertanyaan silahkan di tulis di komentar. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/">Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Perlu Social Media Specialist</title>
		<link>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2017 02:56:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[profesi sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[social media specialist]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2502</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA SOSIAL SAAT INI Media sosial sudah tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Aplikasi media sosial (medsos) menjejali kita tanpa ampun. Sampai-sampai kita dibuat bingung aplikasi mana yang harus kita gunakan. Storage smartphone penuh dengan aplikasi media sosial. Makin menjamurnya aplikasi-aplikasi media sosial memberi alternatif bagi user untuk memilih yang terbaik. Hukum rimba pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/">Kenapa Perlu Social Media Specialist</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>MEDIA SOSIAL SAAT INI</h4>
<p>Media sosial sudah tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Aplikasi media sosial (medsos) menjejali kita tanpa ampun. Sampai-sampai kita dibuat bingung aplikasi mana yang harus kita gunakan. <em>Storage smartphone</em> penuh dengan aplikasi media sosial. Makin menjamurnya aplikasi-aplikasi media sosial memberi alternatif bagi <em>user</em> untuk memilih yang terbaik. Hukum rimba pun berlaku. Yang kuat akan menang yang lemah akan tenggelam.</p>
<p>Bagi sebagian orang media sosial memang tidak semata hanya untuk kesenangan atau &#8216;ngeksis&#8217; semata, namun sudah pada taraf &#8216;perlu&#8217; bahkan penting. Aktivitas bermedia sosial sejatinya bisa sangat bermanfaat, khususnya untuk bisnis. Kita banyak belajar dari orang-orang sukses yang hanya mengandalkan media sosial sebagai alat pemasaran. Peran media sosial sebagai salah satu media komunikasi sangat disadari perannya oleh perusahaan-perusahaan besar. Media sosial tidak lagi dianggap sebelah mata. Akurasi data dalam pemetaan segmentasi, demografi, karakteristik <em>users,</em> serta statistik yang lengkap membuat pelaku bisnis makin ketagihan dengan &#8216;cita rasa&#8217; media sosial ini. Era memang sudah bergeser, perusahaan yang mampu adaptasilah yang akan tetap <em>survive</em>.</p>
<h4>FACEBOOK INC</h4>
<p>Januari 2017, <strong><em>Wearesocial.com</em></strong> melansir pengguna aktif media sosial terbesar masih dikuasi Facebook. Total hingga 2016 akun yang aktif mencapai 363 juta akun dan mengalami pertumbuhan tiap tahunnya mencapai 24%. Platform lainnya berturut-turut dikuasi oleh Whatsapp, FB Messanger, dan Instagram. Kombinasi pengguna dari Facebook Inc tersebut mencapai 4,37 miliar. Data singkat tersebut sudah cukup membuat kita merem-melek. Ternyata begitu dahsyat pengaruh media sosial ini.</p>
<p>Hal ini juga yang mendasari beberapa perusahaan besar mulai memperhitungkan peran media sosial. Tidak tanggung-tanggung mereka bahkan sampai harus membuat divisi khusus media sosial. Nah, ini yang jadi pertanyaan.</p>
<h4><strong>KENAPA PERLU SOCIAL MEDIA SPECIALIST</strong></h4>
<p>Data di atas sudah sangat cukup dijadikan dasar perlunya <em>social media specialist. </em>Mengelola <em>platform</em> media sosial tidak semudah yang dibayangkan. <em>Saking</em> pentingnya banyak profesi yang mengkhususkan diri menjadi social media specialist ini. Bahkan dalam tataran pemasaran modern<em> (digital marketing/internet marketing) social media marketing</em> menjadi menu paling lezat. Bidang yang satu ini diperlukan &#8216;orang ahli&#8217; yang harus selalu <em>up to date </em>pengetahuannya. Mengetahui tren yang sedang berlangsung, bahkan <em>minute by minute</em>. Keilmuan seorang <em>Social media specialist (SMS)</em> sangat holistik, bisa mencakup ilmu psikologi, desain, komunikasi,audi visual, <em>copywriting</em>, multimedia, ekonomi bisnis, dan sebagainya.</p>
<h4>PROFESI SOCIAL MEDIA SPECIALIST</h4>
<p>Bagi pelaku bisnis yang menganggap remeh peran media sosial, sebaiknya pikirkan kembali. Beberapa gerakan besar lahir dari komunitas yang galang melalui media sosial. Bayangkan dampaknya terhadap bisnis yang kita jalankan jika mampu menggalang konsumen besar melalui media sosial ini.</p>
<p>Seperti saya singgung di awal, <em>social media specialist</em> melahirkan profesi-profesi baru yang setiap harinya selalu melototi media sosial, mengamati informasi, tren yang sedang dan akan berlangsung, memahami perilaku dan keinginan <em>user</em> medsos. Dalam sebuah perusahaan seorang pemimpin SMS memiliki jabatan sebagai <em>Social Media Officer (SMO),</em> jabatan ini sifatnya tidak baku, ada yang memberi nama <em>Social Media Evangelist, Social Media Manager,</em> dan lain-lain. Lalu apa saja yang mereka lakukan. Paling penting bagi seorang SMS adalah kreatif, inovatif, up to date dalam melihat tren yang dinamis. Dan memahami beberapa keilmuan yang sudah disebutkan di atas.</p>
<p>Tanggung jawab SMS lebih banyak terhadap pengelolaan konten, maksudnya adalah seorang SMS harus paham dengan core bisnis yang dijalankan, selanjutnya mencari dan mempadu padankan konten apa yang paling relevan dengan bisnis/produk/perusahaannya. Sekilas memang pekerjaan mereka hanya <em>online, browing, dan chatting</em>. Tapi memang seperti itulah pekerjaan mereka. SMS harus bisa memantau, mengidentifikasi, dan mengeksekusi kebutuhan konsumen atau calon konsumen. Selanjutnya akan dikonversi dalam bentuk konten yang sesuai, bisa berupa audio, video, teks, ataupun gambar.</p>
<h4>TUGAS TANGGUNG JAWAB SOCIAL MEDIA SPECIALIST</h4>
<p>Nah nambah lagi, dalam divisi medis sosial ini harus ada desainer juga yang mengurus audio visual dan pengolahan citra lainnya. Artinya dalam divisi medsos ini akan banyak fungsi kerja yang lebih kompleks. Melalui konten yang bagus, SMS harus mampu:</p>
<ol>
<li>Membangun<em> environment</em> yang kondusif dalam komunitas yang dibentuk. Artinya lingkungan yang sudah terbentuk harus dijaga pengelolaannya. Dengan cara aktif mengontrol respon dan tanggapan terhadap konten-konten yang ditawarkan.</li>
<li>Membangun <em>engagement</em> yang kuat. Kepercayaan mulai dibangun dengan melakukan pendekatan yang intens kepada members atau konsumen. Menawarkan program-program atau konten bermanfaat. Pada akhirnya konsumen menjadi krasan, <em>aware</em>, menyapa para <em>follower, mention </em>mitra kerja, membuat <em>event</em> <em>online offline</em>, sampai pada tahap responsif terhadap tiap keluhan yang muncul di linimasa.</li>
<li>Meningkatkan <em>trust</em> yang kuat hingga konsumen sudah tidak bisa berpaling dengan <em>brand</em> kita.</li>
</ol>
<p>Membahas medsos memang tidak akan ada habisnya. Setidaknya kita harus selalu up to date dan tidak gaptek. Berikutnya akan saya <em>share</em> kiat singkat dalam mengoptimalkan medsos untuk meningkatkan kualitas konten sosmed kita.</p>
<h4>MENINGKATKAN KUALITAS KONTEN MEDSOS</h4>
<p>Kualitas konten sangat menentukan keberhasilan kampanye yang dilakukan di <em>channel</em> media sosial. Tahapan-tahapan dalam menyajika konten di medsos sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Edukasi, materi konten memiliki sifat edukasi, memberi wawasan, <em>enrich knoledge. </em>Materi edukasi tetap harus relevan dengan <em>brand</em> kita.</li>
<li><em>Quote,</em> tidak ada salahnya sesekali kita menawarkan konten yang bijak dalam bentuk <em>quote,</em> atau apapun yang sifatnya <em>inspiring. </em></li>
<li><em>Soft Selling,</em> jualan kita dibalut dengan konten edukasi namun mengarah kepada produk atau <em>brand</em> kita. Konsumen tidak serta merta merasa kita jualan.</li>
<li><em>Hard selling,</em> maksudnya kita jualan langsung. Pun begitu jangan hanya menawarkan produk atau jasa semata. Tetapi beri penawaran khusus yang bisa menjadi <em>trigger</em> target <em>sale</em> kita. Contoh beri diskon selama periode tertentu, beri penawaran lain yang menari.</li>
</ol>
<h4>SOCIAL MEDIA WORK FLOW</h4>
<p>Rata-rata waktu yang diperlukan dalam mengelola media sosial adalah 40 jam perminggu, sumber dari <strong><em>intersectionconsulting.com</em></strong>. Berikut rinciannya:</p>
<ol>
<li><em>Update social network &#8211; </em><strong>4 jam</strong>, meliputi <em>posting</em> (teks, foto, video, dan manajemen komentar).</li>
<li><em>Researching &amp; Planning</em> &#8211; <strong>4 jam,</strong> sumber internal, eksternal, manajamen kalender untuk melihat potensi yang akan digunakan dalam pembuatan konten.</li>
<li><em>Blogging (content)</em> &#8211; <strong>7,5 jam</strong>, perencanaan, menulis, dan<em> publishing</em>.</li>
<li>Curation &#8211; <strong>2,5jam</strong>, <em>Share</em> konten, membaca feed, info, rss, dll.</li>
<li><em>Conversation (engagement)</em> &#8211; <strong>4 jam</strong>, merespon kepada follower, mentions, dialog, pertanyaan, dan komentar.</li>
<li><em>Listening</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, <em>monitor brand mentions, keyword, searches.</em></li>
<li><em>Contingency</em> &#8211; <strong>5 jam</strong>, pemecahan masalah, post tak terjadwal, social research, kontrol kerusakan.</li>
<li><em>Community Building</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, menjangkau audiens yang belum masuk dan akuisisi.</li>
<li><em>Campaign</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, kontes, promosi, diskon, dll.</li>
<li>Strategy &#8211; <strong>2,5 jam,</strong> rencana taktik dan mencari ide.</li>
<li><em>Analytic</em> &#8211; <strong>2,5 jam,</strong> pengukuran dan laporan.</li>
</ol>
<p>Dari <em>work flow</em> di atas jelas bukan, pekerjaan seorang SMS ternyata tidak sederhana dan penting.<br />
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Dan mohon maaf jika ada yang kurang dan salah. Semata-mata adalah kelemahan penulis. Silahkan diskusi melalui kolom komentar.</p>
<h4><strong>DATA DAN FAKTA 2016</strong></h4>
<p><em>Jakpat mobile survey</em> melansir data <em>social media trend 2016</em>. Jumlah responden 1003 yang tersebar dari beberapa daerah. Dari hasil survey tersebut berturut-turut medsos dikuasai oleh Facebook (87,45%), Instagram (69,21%), Twitter (41,31%), Path (36,29%). Sisanya dihuni oleh Google Plus, Linkedin, Snapchat, dll.</p>
<p>Aspek pertemanan di medsos dilihat dari pertemanan di sekolah Facebook (FB) prosentase (86,97%), Instagram (49,61%), Path (32,72%), dan Twitter (28,57%).</p>
<p>Sedangkan alasan kedua pertemanan adalah dengan teman sekantor, FB (73,17%), Instagram (34,85%), Path (22,59%), Twitter (17,18%).</p>
<p>Data lain yang menarik adalah terkait status apa yang disukai. 52,22% memilih konten yang menyenangkan, informasi penting 35,91%, dan berbagi posting yang menarik 30,79%. Sisanya berbagi konten lucu, protes, tempat-tempat menari, dan nonton video. Data-data lain berupa alasan menggunakan medsos tertentu.</p>
<p>Dibaca sendiri ya data-data lainnya. Hehehehee &#8230; yang penting. Ilmu sebanyak apapun jika tidak diamalkan dan dilakukan akan sia-sia. DO IT NOW.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/">Kenapa Perlu Social Media Specialist</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Perencanaan Media Sosial</title>
		<link>https://www.denbagus.com/membuat-perencanaan-media-sosial/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/membuat-perencanaan-media-sosial/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2016 04:42:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[channel]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[media channel]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[strategi sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut ini merupakan ringkasan dari semua kegiatan dalam membuat perencanaan media sosial, yang perlu disiapkan untuk mendukung pelaksanaan perencanaan bisa dilihat seperti contoh berikut: Media sosial audit (Word doc) &#8211; akan diselesaikan oleh &#60;nama&#62;, termasuk ringkasan berikut ini: Benchmarking integrasi media sosial Benchmarking profil Facebook Benchmarking profil Twitter Ulasan kesesuaian platform lain yang memungkinkan menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-perencanaan-media-sosial/">Membuat Perencanaan Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span id="result_box" class="" lang="id">Berikut ini merupakan ringkasan<span class=""> dari semua</span> <span class="">kegiatan dalam membuat perencanaan media sosial, yang</span> perlu disiapkan untuk mendukung pelaksanaan perencanaan bisa dilihat seperti <span class="">contoh berikut:<br />
</span></span></p>
<ol>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Media sosial audit (Word doc) <span class="">&#8211;</span> akan diselesaikan oleh &lt;nama&gt;, termasuk ringkasan berikut ini:</span>
<ul>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><em>Benchmarking</em> integrasi media sosial</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><em>Benchmarking</em> profil Facebook</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><em>Benchmarking</em> profil Twitter</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Ulasan kesesuaian <span class="">platform lain</span> yang memungkinkan menjadi alternatif misalnya Pinterest, Youtube</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Rekomendasi tahapan berikutnya untuk setiap platform, apa yang akan dilakukan.</span></li>
</ul>
</li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Kalender konten media sosial (dokumen Excel) yang akan dibuat harus memilih momen tematik <span class="">dan</span> terintegrasi penuh dengan rencana pemasaran yang lebih luas.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Membuat kerangka pengukuran (dokumen Excel)</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Melengkapi tahapan akhir dari laporan evaluasi (PPT dan seluruh data di <span class="">Excel</span>)<span class="">.</span></span></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Channel dan Aktivitas<br />
Pada bagian ini <span id="result_box" class="" lang="id">diuraikan apa yang akan dilakukan untuk pada setiap jaringan sosial guna memenuhi tujuan dari strategi sosial yang direncanakan. Pastikan untuk menyertakan <span class="">semua elemen</span> taktis dan setiap hal yang terkait, proses, orang yang terlibat, dan alat-alat apa saja yang digunakan.</span></p>
<p><span class="">Berikut adalah</span> sebuah contoh tahapan <em>channel <span class="">Twitter</span></em><span class="">:</span></p>
<p><span id="result_box" class="" lang="id">Kami akan menggunakan Twitter untuk menangani dua hal sekaligus, pertama sebagai saluran layanan, kedua saluran broadcast/interaksi, tujuannya untuk mengganti dua saluran menjadi satu. Twitter akan digunakan untuk memposisikan kita semudah mungkin berinteraksi dengan konsumen &#8211; menempatkan kustomer sebagai manusia secara nyata dan real time (kita sedapat mungkin mengingat/memanandai setiap percakapan). Ini akan bermanfaat dalam mengembangkan <em>brand awereness</em> dan menunjukkan wujud asli dari produk dibanding lainnya. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Key Action</strong></p>
<ol>
<li><em>Housekeeping,</em> yang bertugas memantau keberadaan media sosial, bersih-bersih,  mengatur, menata, (follower, post, aktivitas lainnya) termasuk report ke email, bisa menggunakan aplikasi seperti <em>Followerwonk</em> dan <em>socialbro (audiense).</em></li>
<li>Mem<em>follow</em> sesuatu yang memiliki pengaruh/<em>trendsetter</em> dan berterima kasih kepada <em>follower</em> baru secara personal.</li>
<li>Nge<em>tweet</em> minimal dua (2) kali sehari, bisa menggunakan aplikasi tertentu untuk memudahkan pengaturan jadwal, seperti Buffer.</li>
<li>Re-twitting (RT) sesuatu yang bermanfaat dan relevan (bentuk pujian yang sudah disepakati bersama di media sosial).</li>
<li>Sebarkan blogpost atau berita minimal dua (2) kali seminggu (pada kondisi tertentu bisa terlewatkan).</li>
<li>Penting untuk memperhatikan tingkat pelayanan kustomer secara individu, misalnya menandai tweet, memantau tweet mereka, mention, dan tidak semata-mata mengabaikan begitu saja suatu isu dan beralih ke channel lain.</li>
<li>Menangani keluhan yang ada secara proporsional secara langsung jika memungkinkan, namun jika tidak segera diselesaikan secara <em>offline</em> hingga tuntas.</li>
<li>Buat konten inovatif, misalkan tanya jawab terkait produk/jasa kita dengan topik yang lebih spesifik.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Integrasi dengan strategi marketing ainnya.</strong></p>
<p><span id="result_box" class="" lang="id">Buat catatan bagaimana menyelaraskan kegiatan media sosial dengan saluran pemasaran lainnya, sehingga orang-orang pelaksana memahami gambaran yang lebih luas. Misalnya, mengintegrasikan dengan model pemasaran email:</span></p>
<ol>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Bagaimana Anda akan menggunakan jaringan sosial untuk mempromosikan konten newsletter</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Bagaimana Anda akan memanfaatkan aplikasi/widget <span class="">untuk mendorong</span> orang memberikan email<em> sign-up</em> mereka.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Bagaimana Anda akan menggunakan data keterlibatan kustomer dalam media sosial untuk menginformasikan kepada tim <em>email marketing</em> terkait konten mana yang baik dan efektif digunakan dan untuk siapa.</span></li>
</ol>
<p><span id="result_box" class="" lang="id">Jangan lupa, semua harus saling terkait satu sama lain <em>(integrated)</em>, sehingga harus ditentukan juga saluran pemasaran lainnya yang dapat mendukung media sosial. Sekali lagi, mengambil contoh <em>email marketing</em>:</span></p>
<ol>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Selalu masukkan link media sosial kita di dalam <span class="">footer</span> <span class="">email.</span></span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Email akan mencakup opsi berbagi ke media sosial dalam bentuk <span class="">versi</span> browser email/webmail.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Kami akan bekerja dengan tim email <span class="">untuk mengeksplorasi</span> bagaimana kita menonjolkan konten sosial yang populer dalam email <span class="">yang relevan</span><span class="">.</span></span></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Waktu<br />
</strong>Salah satu tujuan untuk memastikan semua kegiatan sudah ditentukan<span id="result_box" class="" lang="id"> jangka waktunya, kemudian dipantau agar dapat di<span class="">lacak kemajuan</span>.</span></p>
<p><em><span class="">Timelines</span></em> sangat penting karena mereka akan memberikan <span class="">tolok ukur</span> yang digunakan untuk mengukur <span class="">kemampuan Anda untuk</span> menerapkan <span class="">strategi</span><span class="">.</span> Kegiatan tanpa tenggat waktu <span class="">cenderung tidak jelas</span>, dan sering dilihat <span class="">oleh orang lain menjadi</span> kurang penting (jika Anda tidak tahu kapan itu diperlukan<span class="">,</span> tidak dapat dianggap penting <span class="">bukan</span>!).</p>
<p><span class="">Perhatikan bahwa beberapa</span> <span class="">kegiatan</span> perlu dilakukan <span class="">berulang</span>, seperti <em>posting newsletter</em> <span class="">mingguan di</span> Facebook<span class="">.</span> Frekuensi berapa kali dalam seminggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengukuran<br />
</strong>Dimulai dari mendefinisikan Key Performance Indicator (KPI) <span id="result_box" class="" lang="id"><span title="Start by defining the KPIs for your social strategy, which should break down into macro KPIs (for the whole strategy e.g. increase traffic from social media) and micro KPIs (channel specific e.g. increase RT rate on Twitter). ">untuk strategi media sosial Anda, yang harus terurai menjadi KPI makro (untuk seluruh strategi, misalnya meningkatkan <em>traffic</em> dari media sosial) dan KPI mikro (saluran tertentu, misalnya meningkatkan tingkat RT di Twitter).</span></span></p>
<p><span title="You should align your KPI expectations with the metrics that you can track for each social network, so that they can easily measured.">Anda harus menyesuaikan harapan KPI Anda dengan metrik yang dapat dilacak pada setiap jaringan sosial, sehingga mereka dapat dengan mudah diukur. </span><span title="Then sense check that your web analytics tools are configured correctly to capture all relevant data. ">Kemudian pastikan bahwa alat analisis web dikonfigurasi dengan benar untuk menangkap semua data yang relevan.</span></p>
<p><span title="I recommend using campaign tracking parameters in all URLs you share via social.">Saran, menggunakan parameter pelacakan pada website. </span><span title="Using Google Analytics as the example, this means adding UTM parameters for at least medium, source and campaign. ">Contoh Google Analytics, ini berarti menambahkan <span class="st" data-hveid="87"><em>Urchin Traffic Monitor parameters</em> (<em>UTM</em>)</span> agar dapat memantau bagian yang diperlukan.</span></p>
<p><span title="Why? "><strong>Mengapa?</strong><br />
</span><span title="You’ll be able to drill down into traffic from social and isolate specific elements of activity, such as individual links.">Anda akan dapat menelusuri  lalu lintas media sosial dan mengisolasi elemen kegiatan yang spesifik, seperti link individual. </span><span title="I’ve used this for differentiating between different content formats, such as text vs. image vs. video updates for the same campaign.">Ini digunakan untuk membedakan antara format konten yang berbeda, seperti gambar vs teks vs video update untuk kampanye yang sama. </span><span title="You can overlay ecommerce goals and conversion data to see what is adding the most value, and use the learning to fine tune your social marketing. ">Anda dapat menambahkan tujuan<em> e-commerce</em> dan data konversi untuk melihat apa yang harus ditambahkan untuk mendapatkan nilai lebih, dan gunakan sebagai pembelajaran untuk menyelaraskan pemasaran media sosial Anda.</span></p>
<p><span title="Include details of the reporting you’ll do to measure performance, and where these reports can be accessed.">Mencakup rincian pelaporan yang Anda lakukan untuk mengukur kinerja, dan di mana laporan ini dapat diakses.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-perencanaan-media-sosial/">Membuat Perencanaan Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/membuat-perencanaan-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Media Sosial</title>
		<link>https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2016 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[sosmed]]></category>
		<category><![CDATA[strategi sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial (medsos) sudah menjadi bagian dari hidup kita, puasa sehari tidak makan kita masih bisa tahan, sedangkan tidak update status di medsos seolah dunia sudah kiamat. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para pelaku pemasar dalam menentukan strategi bisnis mereka. Paling mendasar kita harus memahami dulu yang dimaksud strategi, bagaimana membangun strategi. Strategi secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/">Strategi Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Media sosial (medsos) sudah menjadi bagian dari hidup kita, puasa sehari tidak makan kita masih bisa tahan, sedangkan tidak update status di medsos seolah dunia sudah kiamat. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para pelaku pemasar dalam menentukan strategi bisnis mereka.</p>
<p>Paling mendasar kita harus memahami dulu yang dimaksud strategi, bagaimana membangun strategi. Strategi secara umum adalah sebuah perencanaan yang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah direncanakan, baik dalam jangka panjang/pendek.</p>
<p>Berkaitan dengan medsos, strategi yang dimaksud harus bisa menjelaskan bagaimana cara penyajian di medsos, elemen apa saja yang akan digunakan. Kondisi tersebut harus didukung dengan rencana taktik yang mendukung strategi agar bisa dicapai, termasuk di dalamnya adalah pemilihan channels medsos, sumber daya, dan anggaran untuk mencapainya.</p>
<p>Secara singkat berikut kunci utama yang ada dalam membuat strategi medsos.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pernyataan Strategis</strong><br />
Susun ringkasan pendek strategi apa yang ingin dicapai. Jabarkan dalam poin-poin penting yang lebih detail. Berikut contohnya:</p>
<ol>
<li>Lakukan audit sosial media secara menyeluruh, bandingkan posisi saat ini, terapkan perbaikan kunci yang ingin diidentifikasi, selanjutnya buat perencanaan konten dan gaya penyampaikan komunikasi secara konsisten.</li>
<li>Meningkatkan keterlibatan pelanggan lama dan mendatangkan pelanggan baru yang pada akhirnya mampu mendorong terwujudnya tujuan (sales/branding) dengan cara alami maupun berbayar.</li>
<li>Uji dan pelajari komunitas yang terbangun guna membentuk pertumbuhan khalayak sosmed di masa datang sehingga akan diketahui efektivitas program yang dibuat.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Analisis Konten<br />
</strong>Tetapkan batasan capaian yang diinginkan dalam ber-medsos, tentukan alasan kenapa perlu ber-medsos.</p>
<p>Contoh sederhana, misalkan perusahaan Anda baru, sehingga perlu mengenalkan dan membangun <em>brand</em> Anda, perusahaan Anda kepada target market yang diinginkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tujuan dan Sasaran</strong><br />
Menentukan tujuan dan sasaran sangat penting sebagai bagian sebuah program strategis karena akan menetukan keberhasilan program tersebut serta membatasi agar tidak melebar ke arah yang tidak tepat.</p>
<p>Dengan menentukan tujuan dan sasaran di awal, semua indikator/parameter diharapkan mampu terukur secara tepat, sehingga secara terus menerus dapat dijadikan bahan evaluasi.</p>
<p>Cara menentukannya harus cerdas dan tepat, artinya pikirkan hal-hal sederhana/praktis namun efektif daripada memikirkan sesuatu yang nampak besar dan baik namun kenyataannya tidak bisa dicapai (muluk-muluk). Sehingga tujuan dan sasaran harus:</p>
<ol>
<li>Spesifik dalam hal yang ingin dicapai.</li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Terukur, <span class="">artinya kemajuannya</span> dapat dilacak dan <span class="">dievaluasi.</span></span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Dapat dicapai, sehingga tim Anda memiliki <span class="">kesempatan yang realistis</span> <span class="">untuk berhasil.<br />
</span></span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Relevan <span class="">dengan bisnis Anda,</span> sehingga <span class="">selaras dengan tujuan</span> <span class="">bisnis secara keseluruhan.</span></span></li>
<li>Jangka waktu berapa lama tujuan itu dapat dicapai.</li>
</ol>
<p>Berikut beberapa contoh tujuan strategis medsos:</p>
<ol>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Menyelesaikan pemeriksaan medsos dan menerapkan tindakan yang diperlukan.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Menciptakan dan mengelola konten sosmed sesuai jadwal.<br />
</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><span class="">Memulai</span> <span class="">aktivitas medsos secara</span><span class=""> rutin</span>, <span class="">sejalan dengan strategi</span> <span class="">dan jadwal yang sudah ditetapkan.</span></span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Membuat pekerjaan yang sesuai kerangka pengukuran.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Menunjukkan dampak dan ROI penggunaan medsos pada bisnis secara luas<span class="">.</span></span></li>
</ol>
<p>Sasaran dari lima tujuan di atas adalah &#8220;<span id="result_box" class="" lang="id">Meningkatkan pengikut di Twitter<em> (Spesific)</em> untuk mengarahkan lalu lintas sosial organik ke situs web <em>(Achievable/relevan)</em>. Mendapatkan 1.000 pengikut baru <em>(Measurable)</em> dari pemasaran kami pada tanggal 3 Desember <em>(Time <span class="">based)</span>.</em>&#8220;</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tantangan Strategis</strong></p>
<p><span id="result_box" class="" lang="id"><span class="">Di sinilah</span> tantangan dimulai, khususnya berkaitan dengan aktivitas <em>social channel</em>. Mana yang harus diganti mana yang masih mungkin digunakan. Berikut ada beberapa contoh:</span></p>
<table style="height: 213px;" border="1" width="650">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Tantangan</strong></td>
<td><strong>Respon Strategis</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Katalog Cetak masih menjadi kunci utama pembelian</td>
<td>Penjangkauan dan optimasi program non-paper, sehingga akan mengedukasi tentang online habit.</td>
</tr>
<tr>
<td>Website tidak terintegrasi dengan media sosial</td>
<td>Audit website secara menyeluruh dan menentukan implementasi apa yang direkomendasikan.</td>
</tr>
<tr>
<td>Penyajian media sosial perlu pembaruan dan perlu peningkatan &#8216;keterlibatan audiens&#8221;</td>
<td>Audit medsos secara menyeluruh dan bagaimana menentukan key positioning yang tepat.</td>
</tr>
<tr>
<td>Konten tidak dioptimalkan secara khusus untuk mendorong aktivitas sosial media.</td>
<td>Dibuatkan kalender konten khusus sesuai dengan tema momen tertentu dan terintegrasi secara keseluruhan dengan rencana pemasaran lainnya.</td>
</tr>
<tr>
<td>Sosial media tidak sepenuhnya direncanakan, diukur, dan diintegrasikan dalam kegiatan harian/mingguan agar dapat menunjukkan dampak lebih.</td>
<td>Membandingkan penyajian sebelumnya dan aktivitas yang sudah dilakukan. Kemudian membuat kalender konten media sosial, dengan program pengukuran menyeluruh.</td>
</tr>
<tr>
<td> Keterbatasan pemahaman terhadap platform baru yang sedang berkembang.</td>
<td>Dievaluasi sebagai bagian audit media sosial dan aktivitasnya dengan panduan lengkap penggunaan secara tepat.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Target Audiens<br />
</strong>Itu adalah kerangka pikir yang akan digunakan untuk mencapai rencana strategis di media sosial. Anda harus memahami audiens utama Anda (profil, demografi, persona) dan mengidentifikasi tipe pendatang baru yang ingin ditarik ke brand/produk Anda. Audiens dapat dikategorikan dalam tiga kategori:</p>
<ul>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><strong>Loyal</strong><br />
Pelanggan yang sudah terhubung dengan Anda melalui media sosial. Anda ingin mempertahankan mereka dan meningkatkan pembelian dan keterlibatan <span class="">mereka dengan</span> profil sosial Anda.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><strong>Exist</strong><br />
Pelanggan yang telah berkunjung, melihat, berbelanja dengan Anda tapi tidak rutin, masih sebagai kustomer biasa dan belum terhubung di media sosial. Anda ingin menjaga mereka, membawa mereka lebih dekat dengan Anda secara online dan yang pada akhirnya bisa berdampak terhadap loyalitas.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><strong>Potential</strong><br />
Orang yang tidak pernah mengunjungi situs web atau membeli dari Anda tetapi mereka termasuk online shopper dan pengguna media sosial. Anda ingin menggunakan media sosial untuk membawa mereka terlibat<span class=""> kontak</span> dengan brand atau produk yang akhirnya mereka mau menjadi exist atau bahkan loyal kustomer. </span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Review</strong><br />
Strategi tidak harus kaku, harus fleksibel dalam merespon kondisi pasar. Termasuk penjelasan proses evaluasi/peninjauan:</p>
<ul>
<li>Siapa yang berwenang untuk mereview/memberikan ulasan</li>
<li>Berapa sering ulasan atau review akan berlangsung</li>
<li>Data atau keilmuan apa yang akan dijadikan pedoman dalam mengulas/review</li>
<li>Untuk apa output yang didapat</li>
<li>Bagaimana output akan diukur dan dipantau</li>
</ul>
<p>Pendekatan ini tidak bersifat mutlak, hanya sebagian pemikiran. Kemungkinan ada metode lain yang bisa saling melengkapi. Pedoman hanya merupakan bagian dari pelaksanaan strategis yang menyediakan seperangkan aturan untuk sebuah bisnis yang harus dipatuhi dan dijalankan. Sehingga konten ini harus ditempatkan secara proporsional dalam rencana taktis atau sebagai dokument terpisah yang direferensikan dalam perencanaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dokument Terkait</strong><br />
<span id="result_box" class="" lang="id">Pastikan Anda menyertakan link ke semua dokumen lain yang relevan dengan strategi media sosial Anda, sehingga siapa pun yang baru bergabung dengan bisnis Anda dapat menemukan dan <span class="">mendapatkan gambaran penuh</span><span class="">.</span></span></p>
<p>Eksekusi dari strategi media sosial harus dibarengi juga dengan <a href="http://www.denbagus.com/membuat-perencanaan-media-sosial/">perencanaan media sosial</a> matang.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/">Strategi Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
