Review Xperia C5 Ultra Dual

Setelah lumayan lama tidak menggunakan smartphone Sony, akhirnya ‘iseng’ pengen mencoba kembali. Seperti biasa, ketertarikan saya adalah kesan pertama yang menggoda. Dengan embel-embel ultra sejatinya saya sudah ragu karena ukurannya pasti jumbo, pengalaman menggunakan Z Ultra. Tapi lagi-lagi saking penasarannya ya sudahlah, akhirnya angkut deh.

Review Xperia C5 Ultra Dual saya mulai dari aspek desain. Menurut saya desain agak berani beda dengan saudara-saudaranya, khususnya bezel yang nyaris hilang. Perbandingan ketebalan 0,82mm dengan dimensi panjang lebar device sangat sempurna. Jujur saya sebenarnya kurang suka dengan smartphone jumbo, alasan sederhana sih, kurang praktis dan tidak nyaman dibawa. Perpaduan bodi antara aluminium dan plastik mengingatkan saya dengan my lovely Xperia ZL dan Xperia SP. Tutup belakang plastik dan glossy juga membuat tampilan menawan biarpun bukan kaca seperti saudara mahalnya. Penempatan kamera, sensor, dan flash led di depan menurut saya sudah sangat serasi dan pas. Dalam kondisi mati, layar seolah memenuhi bagian depan, hanya terlihat putih bagian atas dan bawah. Just perfect dari sudut pandang saya.

DAPUR PACU
Oke, cukup mengelu-elukan desain yang ‘out of the box’ dari saudara-saudaranya. Mari sedikit menengok dari sisi dapur pacunya. Sekilas sih, tidak istimewa-istimewa banget, hampir sama dengan device sekelasnya, bahkan beberapa brand berani pasang harga jauh lebih murah dengan spek yang sama. Prosesor yang digunakan menggunakan Mediatek Octa Core 64bit 1,7Ghz, RAM 2GB, storage internal 16GB, GPU Mali, baterai 2930mAh. It’s okay lah brand kadang menentukan harga. Kalau gak suka ya beli saja yang murah dengan spek sama, hidup banyak pilihan kok, simple.

Dengan spesifikasi seperti di atas, OS Android Loli 5.0 memiliki performance yang menurut saya sudah bagus dan smooth. Saya bukan tipe gamer maniak yang butuh spek kelas wahid khususnya di RAM dan GPU karena lebih ke kebutuhan sehari-hari sosmed, email, messaging, dan fotografi. Pembaruan OS Android lumayan bagus sekarang, jika dulu android diklaim sering lag, pandangan itu rasanya harus sudah mulai ditinggalkan. Beberapa smartphone yang menggunakan OS Loli sudah lumayan lembut sentuhan dan transisinya.

FITUR
Untuk fitur-fitur standar bawaan Sony hampir samalah, bisa dibaca di banyak situs. Dari semua fitur yang saya ketahui, ada fitur yang sedikit menggelitik saya, yupss … one handed use, hihihii .. fitur ini saya kenal saat masih menggunakan Xiaomi Mi4. Pengguna smartphone layar jumbo bisa memilih mode ini jika ingin menggunakan satu tangan. Fitur lainĀ  yang saya suka dari Sony sejak dulu adalah kualitas multimedianya, baik audio maupun videonya, seperti biasa audionya mengusung clear stereo, clear bass, clear phase. Meskipun tidak mendukung Hi-Res Audio seperti saudara mahalnya, rasanya sudah cukup untuk smartphone ini, saya bandingkan dengan Sony NWZ A15 kalau sama-sama MP3 beda tipis aja, kecuali kalau sudah benar-benar file audio uncompress. Kualitas gambar dan video, jelas ini yang saya nantikan karena saya suka tampilan warna memukau lewat Bravia Engine 2 seperti televisi di rumah :P. Gambar dan video agar warna lebih ‘tidak natural’ ada dua pilihan mode, Enhanced dan Super Vivid Mode, cucoklah buat nonton pilem dan gambar yang keren-keren.

KAMERA
Xperia seri C secara khusus sepertinya memang diprioritaskan di penggunaan kamera. Buat yang doyan selfie tentu sangat senang karena kamera depan sama besar dengan kamera belakang dengan resolusi 13MP dengan Exmor RS sensor. Lensa Wide 22mm diklaim Sony mampu memperluas jangkuan pemotretan untuk kamera depan. Hasilnya menurut saya ‘lumayan’ untuk kelas middle. Yang jelas saat saya coba di kondisi cahaya ruangan, masih cukup jelas dan tidak terlalu noise. Fokus standarlah, gak cepat-cepat banget, hanya saja tone yang dihasilkan cenderung pucat menurut saya. Kalau kakak mahalnya saat ini jelas menjadi the best smartphone camera. Fitur kamera smartphone dari duluĀ  yang sangat disayangkan dari Sony adalah tidak adanya fitur FULL MANUAL seperti kompetitornya. Padahal dengan fitur ini fotografer bisa bermain dengan kreatifitasnya. Hey Sony pertimbangkan ya ….. Mode manual yang saya maksud adalah ada pengaturan iso, fokus, speed, bukaan diafragma, metering, dan white balance.

BATERAI
Ketahanan batere lumayan untuk device jumbo, rata-rata penggunaan normal untuk sosmed, messaging, browing, dan foto-foto sehari cukup charging satu kali, agak ektrim sedikit bisa dua kali. Oh iya … ada pengalaman sedikit, buat yang update ke firmware terbaru jika batere jadi drain fastly karena android system yang serakah memakan daya baterai, solusinya adalah harus repair ulang firmware melalui PC COMPANION atau BRIDGE.

GALERI FOTO

Xperia C5 Ultra Dual
Xperia C5 Ultra Dual
Xperia C5 Ultra Dual
Xperia C5 Ultra Dual UI.
Xperia C5 Ultra Dual
Xperia C5 Ultra Dual Backdoor.
Xperia C5 Ultra Dual Side by side
Xperia C5 Ultra Dual Jack Audio bagian atas.
Xperia C5 Ultra Dual Side by side
Xperia C5 Ultra Dual Samping kiri, tempat simcard dan memory.
Xperia C5 Ultra Dual Side by side
Xperia C5 Ultra Dual Samping kanan tombol kamera, power, dan volume.

Add a Comment

Your email address will not be published.