<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>media sosial Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/media-sosial/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2017 08:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Kenapa Perlu Social Media Specialist</title>
		<link>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2017 02:56:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[profesi sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[social media specialist]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2502</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA SOSIAL SAAT INI Media sosial sudah tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Aplikasi media sosial (medsos) menjejali kita tanpa ampun. Sampai-sampai kita dibuat bingung aplikasi mana yang harus kita gunakan. Storage smartphone penuh dengan aplikasi media sosial. Makin menjamurnya aplikasi-aplikasi media sosial memberi alternatif bagi user untuk memilih yang terbaik. Hukum rimba pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/">Kenapa Perlu Social Media Specialist</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>MEDIA SOSIAL SAAT INI</h4>
<p>Media sosial sudah tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Aplikasi media sosial (medsos) menjejali kita tanpa ampun. Sampai-sampai kita dibuat bingung aplikasi mana yang harus kita gunakan. <em>Storage smartphone</em> penuh dengan aplikasi media sosial. Makin menjamurnya aplikasi-aplikasi media sosial memberi alternatif bagi <em>user</em> untuk memilih yang terbaik. Hukum rimba pun berlaku. Yang kuat akan menang yang lemah akan tenggelam.</p>
<p>Bagi sebagian orang media sosial memang tidak semata hanya untuk kesenangan atau &#8216;ngeksis&#8217; semata, namun sudah pada taraf &#8216;perlu&#8217; bahkan penting. Aktivitas bermedia sosial sejatinya bisa sangat bermanfaat, khususnya untuk bisnis. Kita banyak belajar dari orang-orang sukses yang hanya mengandalkan media sosial sebagai alat pemasaran. Peran media sosial sebagai salah satu media komunikasi sangat disadari perannya oleh perusahaan-perusahaan besar. Media sosial tidak lagi dianggap sebelah mata. Akurasi data dalam pemetaan segmentasi, demografi, karakteristik <em>users,</em> serta statistik yang lengkap membuat pelaku bisnis makin ketagihan dengan &#8216;cita rasa&#8217; media sosial ini. Era memang sudah bergeser, perusahaan yang mampu adaptasilah yang akan tetap <em>survive</em>.</p>
<h4>FACEBOOK INC</h4>
<p>Januari 2017, <strong><em>Wearesocial.com</em></strong> melansir pengguna aktif media sosial terbesar masih dikuasi Facebook. Total hingga 2016 akun yang aktif mencapai 363 juta akun dan mengalami pertumbuhan tiap tahunnya mencapai 24%. Platform lainnya berturut-turut dikuasi oleh Whatsapp, FB Messanger, dan Instagram. Kombinasi pengguna dari Facebook Inc tersebut mencapai 4,37 miliar. Data singkat tersebut sudah cukup membuat kita merem-melek. Ternyata begitu dahsyat pengaruh media sosial ini.</p>
<p>Hal ini juga yang mendasari beberapa perusahaan besar mulai memperhitungkan peran media sosial. Tidak tanggung-tanggung mereka bahkan sampai harus membuat divisi khusus media sosial. Nah, ini yang jadi pertanyaan.</p>
<h4><strong>KENAPA PERLU SOCIAL MEDIA SPECIALIST</strong></h4>
<p>Data di atas sudah sangat cukup dijadikan dasar perlunya <em>social media specialist. </em>Mengelola <em>platform</em> media sosial tidak semudah yang dibayangkan. <em>Saking</em> pentingnya banyak profesi yang mengkhususkan diri menjadi social media specialist ini. Bahkan dalam tataran pemasaran modern<em> (digital marketing/internet marketing) social media marketing</em> menjadi menu paling lezat. Bidang yang satu ini diperlukan &#8216;orang ahli&#8217; yang harus selalu <em>up to date </em>pengetahuannya. Mengetahui tren yang sedang berlangsung, bahkan <em>minute by minute</em>. Keilmuan seorang <em>Social media specialist (SMS)</em> sangat holistik, bisa mencakup ilmu psikologi, desain, komunikasi,audi visual, <em>copywriting</em>, multimedia, ekonomi bisnis, dan sebagainya.</p>
<h4>PROFESI SOCIAL MEDIA SPECIALIST</h4>
<p>Bagi pelaku bisnis yang menganggap remeh peran media sosial, sebaiknya pikirkan kembali. Beberapa gerakan besar lahir dari komunitas yang galang melalui media sosial. Bayangkan dampaknya terhadap bisnis yang kita jalankan jika mampu menggalang konsumen besar melalui media sosial ini.</p>
<p>Seperti saya singgung di awal, <em>social media specialist</em> melahirkan profesi-profesi baru yang setiap harinya selalu melototi media sosial, mengamati informasi, tren yang sedang dan akan berlangsung, memahami perilaku dan keinginan <em>user</em> medsos. Dalam sebuah perusahaan seorang pemimpin SMS memiliki jabatan sebagai <em>Social Media Officer (SMO),</em> jabatan ini sifatnya tidak baku, ada yang memberi nama <em>Social Media Evangelist, Social Media Manager,</em> dan lain-lain. Lalu apa saja yang mereka lakukan. Paling penting bagi seorang SMS adalah kreatif, inovatif, up to date dalam melihat tren yang dinamis. Dan memahami beberapa keilmuan yang sudah disebutkan di atas.</p>
<p>Tanggung jawab SMS lebih banyak terhadap pengelolaan konten, maksudnya adalah seorang SMS harus paham dengan core bisnis yang dijalankan, selanjutnya mencari dan mempadu padankan konten apa yang paling relevan dengan bisnis/produk/perusahaannya. Sekilas memang pekerjaan mereka hanya <em>online, browing, dan chatting</em>. Tapi memang seperti itulah pekerjaan mereka. SMS harus bisa memantau, mengidentifikasi, dan mengeksekusi kebutuhan konsumen atau calon konsumen. Selanjutnya akan dikonversi dalam bentuk konten yang sesuai, bisa berupa audio, video, teks, ataupun gambar.</p>
<h4>TUGAS TANGGUNG JAWAB SOCIAL MEDIA SPECIALIST</h4>
<p>Nah nambah lagi, dalam divisi medis sosial ini harus ada desainer juga yang mengurus audio visual dan pengolahan citra lainnya. Artinya dalam divisi medsos ini akan banyak fungsi kerja yang lebih kompleks. Melalui konten yang bagus, SMS harus mampu:</p>
<ol>
<li>Membangun<em> environment</em> yang kondusif dalam komunitas yang dibentuk. Artinya lingkungan yang sudah terbentuk harus dijaga pengelolaannya. Dengan cara aktif mengontrol respon dan tanggapan terhadap konten-konten yang ditawarkan.</li>
<li>Membangun <em>engagement</em> yang kuat. Kepercayaan mulai dibangun dengan melakukan pendekatan yang intens kepada members atau konsumen. Menawarkan program-program atau konten bermanfaat. Pada akhirnya konsumen menjadi krasan, <em>aware</em>, menyapa para <em>follower, mention </em>mitra kerja, membuat <em>event</em> <em>online offline</em>, sampai pada tahap responsif terhadap tiap keluhan yang muncul di linimasa.</li>
<li>Meningkatkan <em>trust</em> yang kuat hingga konsumen sudah tidak bisa berpaling dengan <em>brand</em> kita.</li>
</ol>
<p>Membahas medsos memang tidak akan ada habisnya. Setidaknya kita harus selalu up to date dan tidak gaptek. Berikutnya akan saya <em>share</em> kiat singkat dalam mengoptimalkan medsos untuk meningkatkan kualitas konten sosmed kita.</p>
<h4>MENINGKATKAN KUALITAS KONTEN MEDSOS</h4>
<p>Kualitas konten sangat menentukan keberhasilan kampanye yang dilakukan di <em>channel</em> media sosial. Tahapan-tahapan dalam menyajika konten di medsos sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Edukasi, materi konten memiliki sifat edukasi, memberi wawasan, <em>enrich knoledge. </em>Materi edukasi tetap harus relevan dengan <em>brand</em> kita.</li>
<li><em>Quote,</em> tidak ada salahnya sesekali kita menawarkan konten yang bijak dalam bentuk <em>quote,</em> atau apapun yang sifatnya <em>inspiring. </em></li>
<li><em>Soft Selling,</em> jualan kita dibalut dengan konten edukasi namun mengarah kepada produk atau <em>brand</em> kita. Konsumen tidak serta merta merasa kita jualan.</li>
<li><em>Hard selling,</em> maksudnya kita jualan langsung. Pun begitu jangan hanya menawarkan produk atau jasa semata. Tetapi beri penawaran khusus yang bisa menjadi <em>trigger</em> target <em>sale</em> kita. Contoh beri diskon selama periode tertentu, beri penawaran lain yang menari.</li>
</ol>
<h4>SOCIAL MEDIA WORK FLOW</h4>
<p>Rata-rata waktu yang diperlukan dalam mengelola media sosial adalah 40 jam perminggu, sumber dari <strong><em>intersectionconsulting.com</em></strong>. Berikut rinciannya:</p>
<ol>
<li><em>Update social network &#8211; </em><strong>4 jam</strong>, meliputi <em>posting</em> (teks, foto, video, dan manajemen komentar).</li>
<li><em>Researching &amp; Planning</em> &#8211; <strong>4 jam,</strong> sumber internal, eksternal, manajamen kalender untuk melihat potensi yang akan digunakan dalam pembuatan konten.</li>
<li><em>Blogging (content)</em> &#8211; <strong>7,5 jam</strong>, perencanaan, menulis, dan<em> publishing</em>.</li>
<li>Curation &#8211; <strong>2,5jam</strong>, <em>Share</em> konten, membaca feed, info, rss, dll.</li>
<li><em>Conversation (engagement)</em> &#8211; <strong>4 jam</strong>, merespon kepada follower, mentions, dialog, pertanyaan, dan komentar.</li>
<li><em>Listening</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, <em>monitor brand mentions, keyword, searches.</em></li>
<li><em>Contingency</em> &#8211; <strong>5 jam</strong>, pemecahan masalah, post tak terjadwal, social research, kontrol kerusakan.</li>
<li><em>Community Building</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, menjangkau audiens yang belum masuk dan akuisisi.</li>
<li><em>Campaign</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, kontes, promosi, diskon, dll.</li>
<li>Strategy &#8211; <strong>2,5 jam,</strong> rencana taktik dan mencari ide.</li>
<li><em>Analytic</em> &#8211; <strong>2,5 jam,</strong> pengukuran dan laporan.</li>
</ol>
<p>Dari <em>work flow</em> di atas jelas bukan, pekerjaan seorang SMS ternyata tidak sederhana dan penting.<br />
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Dan mohon maaf jika ada yang kurang dan salah. Semata-mata adalah kelemahan penulis. Silahkan diskusi melalui kolom komentar.</p>
<h4><strong>DATA DAN FAKTA 2016</strong></h4>
<p><em>Jakpat mobile survey</em> melansir data <em>social media trend 2016</em>. Jumlah responden 1003 yang tersebar dari beberapa daerah. Dari hasil survey tersebut berturut-turut medsos dikuasai oleh Facebook (87,45%), Instagram (69,21%), Twitter (41,31%), Path (36,29%). Sisanya dihuni oleh Google Plus, Linkedin, Snapchat, dll.</p>
<p>Aspek pertemanan di medsos dilihat dari pertemanan di sekolah Facebook (FB) prosentase (86,97%), Instagram (49,61%), Path (32,72%), dan Twitter (28,57%).</p>
<p>Sedangkan alasan kedua pertemanan adalah dengan teman sekantor, FB (73,17%), Instagram (34,85%), Path (22,59%), Twitter (17,18%).</p>
<p>Data lain yang menarik adalah terkait status apa yang disukai. 52,22% memilih konten yang menyenangkan, informasi penting 35,91%, dan berbagi posting yang menarik 30,79%. Sisanya berbagi konten lucu, protes, tempat-tempat menari, dan nonton video. Data-data lain berupa alasan menggunakan medsos tertentu.</p>
<p>Dibaca sendiri ya data-data lainnya. Hehehehee &#8230; yang penting. Ilmu sebanyak apapun jika tidak diamalkan dan dilakukan akan sia-sia. DO IT NOW.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/">Kenapa Perlu Social Media Specialist</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Media Sosial</title>
		<link>https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2016 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[sosmed]]></category>
		<category><![CDATA[strategi sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial (medsos) sudah menjadi bagian dari hidup kita, puasa sehari tidak makan kita masih bisa tahan, sedangkan tidak update status di medsos seolah dunia sudah kiamat. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para pelaku pemasar dalam menentukan strategi bisnis mereka. Paling mendasar kita harus memahami dulu yang dimaksud strategi, bagaimana membangun strategi. Strategi secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/">Strategi Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Media sosial (medsos) sudah menjadi bagian dari hidup kita, puasa sehari tidak makan kita masih bisa tahan, sedangkan tidak update status di medsos seolah dunia sudah kiamat. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para pelaku pemasar dalam menentukan strategi bisnis mereka.</p>
<p>Paling mendasar kita harus memahami dulu yang dimaksud strategi, bagaimana membangun strategi. Strategi secara umum adalah sebuah perencanaan yang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah direncanakan, baik dalam jangka panjang/pendek.</p>
<p>Berkaitan dengan medsos, strategi yang dimaksud harus bisa menjelaskan bagaimana cara penyajian di medsos, elemen apa saja yang akan digunakan. Kondisi tersebut harus didukung dengan rencana taktik yang mendukung strategi agar bisa dicapai, termasuk di dalamnya adalah pemilihan channels medsos, sumber daya, dan anggaran untuk mencapainya.</p>
<p>Secara singkat berikut kunci utama yang ada dalam membuat strategi medsos.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pernyataan Strategis</strong><br />
Susun ringkasan pendek strategi apa yang ingin dicapai. Jabarkan dalam poin-poin penting yang lebih detail. Berikut contohnya:</p>
<ol>
<li>Lakukan audit sosial media secara menyeluruh, bandingkan posisi saat ini, terapkan perbaikan kunci yang ingin diidentifikasi, selanjutnya buat perencanaan konten dan gaya penyampaikan komunikasi secara konsisten.</li>
<li>Meningkatkan keterlibatan pelanggan lama dan mendatangkan pelanggan baru yang pada akhirnya mampu mendorong terwujudnya tujuan (sales/branding) dengan cara alami maupun berbayar.</li>
<li>Uji dan pelajari komunitas yang terbangun guna membentuk pertumbuhan khalayak sosmed di masa datang sehingga akan diketahui efektivitas program yang dibuat.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Analisis Konten<br />
</strong>Tetapkan batasan capaian yang diinginkan dalam ber-medsos, tentukan alasan kenapa perlu ber-medsos.</p>
<p>Contoh sederhana, misalkan perusahaan Anda baru, sehingga perlu mengenalkan dan membangun <em>brand</em> Anda, perusahaan Anda kepada target market yang diinginkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tujuan dan Sasaran</strong><br />
Menentukan tujuan dan sasaran sangat penting sebagai bagian sebuah program strategis karena akan menetukan keberhasilan program tersebut serta membatasi agar tidak melebar ke arah yang tidak tepat.</p>
<p>Dengan menentukan tujuan dan sasaran di awal, semua indikator/parameter diharapkan mampu terukur secara tepat, sehingga secara terus menerus dapat dijadikan bahan evaluasi.</p>
<p>Cara menentukannya harus cerdas dan tepat, artinya pikirkan hal-hal sederhana/praktis namun efektif daripada memikirkan sesuatu yang nampak besar dan baik namun kenyataannya tidak bisa dicapai (muluk-muluk). Sehingga tujuan dan sasaran harus:</p>
<ol>
<li>Spesifik dalam hal yang ingin dicapai.</li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Terukur, <span class="">artinya kemajuannya</span> dapat dilacak dan <span class="">dievaluasi.</span></span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Dapat dicapai, sehingga tim Anda memiliki <span class="">kesempatan yang realistis</span> <span class="">untuk berhasil.<br />
</span></span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Relevan <span class="">dengan bisnis Anda,</span> sehingga <span class="">selaras dengan tujuan</span> <span class="">bisnis secara keseluruhan.</span></span></li>
<li>Jangka waktu berapa lama tujuan itu dapat dicapai.</li>
</ol>
<p>Berikut beberapa contoh tujuan strategis medsos:</p>
<ol>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Menyelesaikan pemeriksaan medsos dan menerapkan tindakan yang diperlukan.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Menciptakan dan mengelola konten sosmed sesuai jadwal.<br />
</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><span class="">Memulai</span> <span class="">aktivitas medsos secara</span><span class=""> rutin</span>, <span class="">sejalan dengan strategi</span> <span class="">dan jadwal yang sudah ditetapkan.</span></span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Membuat pekerjaan yang sesuai kerangka pengukuran.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id">Menunjukkan dampak dan ROI penggunaan medsos pada bisnis secara luas<span class="">.</span></span></li>
</ol>
<p>Sasaran dari lima tujuan di atas adalah &#8220;<span id="result_box" class="" lang="id">Meningkatkan pengikut di Twitter<em> (Spesific)</em> untuk mengarahkan lalu lintas sosial organik ke situs web <em>(Achievable/relevan)</em>. Mendapatkan 1.000 pengikut baru <em>(Measurable)</em> dari pemasaran kami pada tanggal 3 Desember <em>(Time <span class="">based)</span>.</em>&#8220;</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tantangan Strategis</strong></p>
<p><span id="result_box" class="" lang="id"><span class="">Di sinilah</span> tantangan dimulai, khususnya berkaitan dengan aktivitas <em>social channel</em>. Mana yang harus diganti mana yang masih mungkin digunakan. Berikut ada beberapa contoh:</span></p>
<table style="height: 213px;" border="1" width="650">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Tantangan</strong></td>
<td><strong>Respon Strategis</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Katalog Cetak masih menjadi kunci utama pembelian</td>
<td>Penjangkauan dan optimasi program non-paper, sehingga akan mengedukasi tentang online habit.</td>
</tr>
<tr>
<td>Website tidak terintegrasi dengan media sosial</td>
<td>Audit website secara menyeluruh dan menentukan implementasi apa yang direkomendasikan.</td>
</tr>
<tr>
<td>Penyajian media sosial perlu pembaruan dan perlu peningkatan &#8216;keterlibatan audiens&#8221;</td>
<td>Audit medsos secara menyeluruh dan bagaimana menentukan key positioning yang tepat.</td>
</tr>
<tr>
<td>Konten tidak dioptimalkan secara khusus untuk mendorong aktivitas sosial media.</td>
<td>Dibuatkan kalender konten khusus sesuai dengan tema momen tertentu dan terintegrasi secara keseluruhan dengan rencana pemasaran lainnya.</td>
</tr>
<tr>
<td>Sosial media tidak sepenuhnya direncanakan, diukur, dan diintegrasikan dalam kegiatan harian/mingguan agar dapat menunjukkan dampak lebih.</td>
<td>Membandingkan penyajian sebelumnya dan aktivitas yang sudah dilakukan. Kemudian membuat kalender konten media sosial, dengan program pengukuran menyeluruh.</td>
</tr>
<tr>
<td> Keterbatasan pemahaman terhadap platform baru yang sedang berkembang.</td>
<td>Dievaluasi sebagai bagian audit media sosial dan aktivitasnya dengan panduan lengkap penggunaan secara tepat.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Target Audiens<br />
</strong>Itu adalah kerangka pikir yang akan digunakan untuk mencapai rencana strategis di media sosial. Anda harus memahami audiens utama Anda (profil, demografi, persona) dan mengidentifikasi tipe pendatang baru yang ingin ditarik ke brand/produk Anda. Audiens dapat dikategorikan dalam tiga kategori:</p>
<ul>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><strong>Loyal</strong><br />
Pelanggan yang sudah terhubung dengan Anda melalui media sosial. Anda ingin mempertahankan mereka dan meningkatkan pembelian dan keterlibatan <span class="">mereka dengan</span> profil sosial Anda.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><strong>Exist</strong><br />
Pelanggan yang telah berkunjung, melihat, berbelanja dengan Anda tapi tidak rutin, masih sebagai kustomer biasa dan belum terhubung di media sosial. Anda ingin menjaga mereka, membawa mereka lebih dekat dengan Anda secara online dan yang pada akhirnya bisa berdampak terhadap loyalitas.</span></li>
<li><span id="result_box" class="" lang="id"><strong>Potential</strong><br />
Orang yang tidak pernah mengunjungi situs web atau membeli dari Anda tetapi mereka termasuk online shopper dan pengguna media sosial. Anda ingin menggunakan media sosial untuk membawa mereka terlibat<span class=""> kontak</span> dengan brand atau produk yang akhirnya mereka mau menjadi exist atau bahkan loyal kustomer. </span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Review</strong><br />
Strategi tidak harus kaku, harus fleksibel dalam merespon kondisi pasar. Termasuk penjelasan proses evaluasi/peninjauan:</p>
<ul>
<li>Siapa yang berwenang untuk mereview/memberikan ulasan</li>
<li>Berapa sering ulasan atau review akan berlangsung</li>
<li>Data atau keilmuan apa yang akan dijadikan pedoman dalam mengulas/review</li>
<li>Untuk apa output yang didapat</li>
<li>Bagaimana output akan diukur dan dipantau</li>
</ul>
<p>Pendekatan ini tidak bersifat mutlak, hanya sebagian pemikiran. Kemungkinan ada metode lain yang bisa saling melengkapi. Pedoman hanya merupakan bagian dari pelaksanaan strategis yang menyediakan seperangkan aturan untuk sebuah bisnis yang harus dipatuhi dan dijalankan. Sehingga konten ini harus ditempatkan secara proporsional dalam rencana taktis atau sebagai dokument terpisah yang direferensikan dalam perencanaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dokument Terkait</strong><br />
<span id="result_box" class="" lang="id">Pastikan Anda menyertakan link ke semua dokumen lain yang relevan dengan strategi media sosial Anda, sehingga siapa pun yang baru bergabung dengan bisnis Anda dapat menemukan dan <span class="">mendapatkan gambaran penuh</span><span class="">.</span></span></p>
<p>Eksekusi dari strategi media sosial harus dibarengi juga dengan <a href="http://www.denbagus.com/membuat-perencanaan-media-sosial/">perencanaan media sosial</a> matang.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/">Strategi Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/strategi-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
