<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kontemplasi Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/kontemplasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/kontemplasi/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2018 12:40:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Menjemput Impian</title>
		<link>https://www.denbagus.com/menjemput-impian/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/menjemput-impian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 12:40:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Blank!]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[angin malam]]></category>
		<category><![CDATA[denbagus]]></category>
		<category><![CDATA[haveanicedream]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[menjemputimpian]]></category>
		<category><![CDATA[selamat malam]]></category>
		<category><![CDATA[selfmotivation]]></category>
		<category><![CDATA[spirit]]></category>
		<category><![CDATA[sweetdream]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2787</guid>

					<description><![CDATA[<p>MENJEMPUT IMPIAN Tanpa Pilihan dan Mimpi Hidup terkadang memang tidak ada pilihan bagi sebagian orang. Bahkan terkadang seolah tidak berhak memiliki impian. Namun alangkah meruginya seseorang tatkala begitu banyak pilihan justru ia tak mau memilih yang terbaik untuk dirinya. Meskipun begitu, manusia tetap dihadapan pada pilihan. Mau jadi apa diri kita, mau seperti apa cerita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/menjemput-impian/">Menjemput Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>MENJEMPUT IMPIAN</h2>
<h3>Tanpa Pilihan dan Mimpi</h3>
<p>Hidup terkadang memang tidak ada pilihan bagi sebagian orang. Bahkan terkadang seolah tidak berhak memiliki impian. Namun alangkah meruginya seseorang tatkala begitu banyak pilihan justru ia tak mau memilih yang terbaik untuk dirinya.</p>
<p>Meskipun begitu, manusia tetap dihadapan pada pilihan. Mau jadi apa diri kita, mau seperti apa cerita hidup kita. <em>Happy ending</em> atau <em>sad ending?</em></p>
<h3>Takdir</h3>
<p>Tatkala berbicara takdir, bukan berarti kita pasrah tanpa upaya untuk menjadi lebih baik. Bahkan saat rezeki sudah ditetapkan oleh Allah sekalipun kepada seluruh makhluk hidup. Itu saja masih diharuskan untuk menjemputnya, mengupayakan melalui ikhtiar serta doa.</p>
<h3>Jalan Hidup</h3>
<p>Takdir dan jalan hidup itu beda. Saat kita sudah berusaha berangkat pagi sekali untuk menghindari macet, justru terlambat karena ban motor bocor kena paku serta jauh dari tukang tambal. Inilah takdir, sesuatu yang sudah ditetapkan oleh Allah. Tidak bisa ditolak atau dihindari. Sama seperti hidup dan mati. Kita tidak bisa memilih. Tetapi tatkala kita selalu mengeluh gaji gak naik-naik, selalu telat datang dan molor, bisnis mandek, ini bukan takdir. Sesuatu yang masih bisa diupayakan solusi.</p>
<h3>Introspeksi Diri</h3>
<p>Saatnya bercermin dan introspeksi. Evaluasi perjalanan hidup kita. Perbaiki diri. Ini pilihan kita, jalan hidup kita. Sudahkah melakukan upaya terbaik? Tugas kita memang harus mengupayakan yang terbaik dalam menjemput rezeki, selebihnya, hak prerogatif Allah.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/menjemput-impian/">Menjemput Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/menjemput-impian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menumpuk Dosa atau Pahala Lewat Media Sosial</title>
		<link>https://www.denbagus.com/menumpuk-dosa-atau-pahala-lewat-media-sosial/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/menumpuk-dosa-atau-pahala-lewat-media-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 May 2018 03:58:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Blank!]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[baper]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[denbagus]]></category>
		<category><![CDATA[indahnyaberbagi]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>
		<category><![CDATA[tulisanpanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makhluk Sosial Kita semua sepakat yang namanya sosial media adalah media yang secara konsep sejak awal dibuat untuk bersosialita. Secara spesifik saya ambil contoh Facebook. Saat sekolah kitapun sudah diajari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Ntahlah konsep ini suatu saat terpatahkan atau tidak. Yang jelas tidak ada orang mati yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/menumpuk-dosa-atau-pahala-lewat-media-sosial/">Menumpuk Dosa atau Pahala Lewat Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Makhluk Sosial</h3>
<p>Kita semua sepakat yang namanya sosial media adalah media yang secara konsep sejak awal dibuat untuk bersosialita. Secara spesifik saya ambil contoh Facebook.</p>
<p>Saat sekolah kitapun sudah diajari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Ntahlah konsep ini suatu saat terpatahkan atau tidak. Yang jelas tidak ada orang mati yang bisa jalan sendiri ke kuburan.</p>
<h3>Bijak Bersosial Media</h3>
<p>Hadirnya media sosial dan media digital lainnya memang sudah merubah 180 derajat pola pikir, perilaku, gaya hidup, dan sikap manusia dalam berinteraksi dan bersosial.</p>
<p>Ada yang tetap skeptis dengan media sosial ini, ada yang mampu mengoptimalkan, tak jarang yang memanfaatkan untuk black campaign, dan seabrek alasan lain dalam menggunakan media sosial.</p>
<p>Belakangan, news feed saya penuh berbagai macam hujatan, cibiran, cacian, dan intimidasi. Semua orang bebas berekspresi, beropini, berargumentasi.</p>
<p>Sayangnya, mereka tidak sadar, ucapan, tulisan, ekspresi yang terpapar di news feed terbaca oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang.</p>
<p>Bayangkan jika tulisan kita selalu menimbulkan aura negatif, selalu provokatif, selalu skeptis.</p>
<p>Tahukah baper yang lebay itu juga akan meng-infulence banyak orang. Energi negatif akan terus mengalir dari penulis hingga pembaca yang membacanya.</p>
<p>Tahukah, jika efek yang timbul dari tulisan kita itu berdosa, dosa itu akan terus bertambah saat makin banyak yang tersakiti dan makin banyak yang terbawa aura negatif.</p>
<p>Kenapa tidak justru kita kumpulkan banyak pahala yang baik dari media ini, berikan aura positif, manfaatkan untuk kebaikan. Maka kebaikan akan terus mengalir untuk kita.</p>
<p>Bijaksanalah dalam berucap, menulis, dan beropini. Akan banyak yang tertawa tatkala kita terprovokasi, ketika kita terintimidasi, ketika kita terporakpondakan.</p>
<p>Jangan timbulkan aura negatif jika tidak ingin hidupmupun menjadi gelap tak bercahaya. Jangan mudah percaya, terprovokasi dengan sesuatu yang nyata belum tentu kebenarannya.</p>
<p>Biasakan membaca, biasakan mencari referensi yang kredibel, Tabayyun. Tanyalah kepada yang mengerti. Belajarlah, belajarlah, carilah ilmu sampai tak mampu lagi melakukannya.</p>
<p><em><strong>Jaga Lisanmu, Jaga Tulisanmu, Jaga Komentarmu.</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/menumpuk-dosa-atau-pahala-lewat-media-sosial/">Menumpuk Dosa atau Pahala Lewat Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/menumpuk-dosa-atau-pahala-lewat-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
