<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>feature phone Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/feature-phone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/feature-phone/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Oct 2022 03:21:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Dilema Memilih Gadget</title>
		<link>https://www.denbagus.com/dilema-memilih-gadget/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/dilema-memilih-gadget/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2014 04:15:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Gadgets]]></category>
		<category><![CDATA[Handphone]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[dilema memilih gadget]]></category>
		<category><![CDATA[feature phone]]></category>
		<category><![CDATA[phablet]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[tablet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bingung memilih handphone (HP)? Mau smartphone atau Feature phone? Membeli HP saat ini memang menjadi dilema tersendiri. Flashback ke beberapa tahun sebelumnya, persaingan per-gadget-an memang tidak sekeras sekarang, hanya beberapa brand ternama saja waktu itu yang bermain, sehingga kompetisi tidak begitu terasa. Bandingkan dengan kondisi saat ini, sampai-sampai saya tidak mampu menghitung ada berapa brand [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/dilema-memilih-gadget/">Dilema Memilih Gadget</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung memilih <em>handphone</em> (HP)? Mau <em>smartphone</em> atau <em>Feature phone? </em>Membeli HP saat ini memang menjadi dilema tersendiri. <em>Flashback</em> ke beberapa tahun sebelumnya, persaingan per-<em>gadget</em>-an memang tidak sekeras sekarang, hanya beberapa <em>brand</em> ternama saja waktu itu yang bermain, sehingga kompetisi tidak begitu terasa. Bandingkan dengan kondisi saat ini, sampai-sampai saya tidak mampu menghitung ada berapa <em>brand</em> yang telah membanjiri pasar. Kategori <em>gadget</em> makin bervariasi, mulai <em>feature phone, smartphone, tablet, phablet, pc,</em> dan jenis <em>gadget</em> lainnya.</p>
<p>Melihat kenyataan tersebut, sebagai konsumen diuntungkan dengan lebih banyaknya alternatif pilihan. Namun, secara &#8216;kualitas&#8217; menurut saya ada penurunan. Kualitas yang saya maksud bukan sekedar kualitas produk semata, namun kualitas secara menyeluruh, termasuk di dalamnya adalah <em>after sales</em>nya. Bagi produsen sudah jelas, penjualan besar adalah prioritas, artinya mereka lebih berorientasi terhadap bisnis daripada berorientasi kepada konsumen. Skenario ini dapat diprediksi dengan melihat perilaku produk di pasar. Setahun bisa muncul puluhan bahkan ratusan varian produk dari berbagai merek.</p>
<p>Merek-merek ternama saat ini juga tidak bisa menjamin apakah produk mereka benar-benar handal. Beberapa media, forum, dan komunitas banyak yang memuat isu-isu terkait kualitas produk dan layanan purna jualnya. Hampir sebagian besar mengeluh terutama terkait layanan <em>service center</em>nya. Konsumen harus benar-benar jeli dalam memilih <em>gadget</em> yang akan mereka beli. Jangan sampai bayar mahal malah justru kecewa. Kalau harga murah sih oke-oke saja, artinya kalaupun rusak gak sampai bikin pusing kepala. Kualitas <em>gadget</em> akan saya anggap bagus jika umur pemakaian bisa mencapai lebih dari satu tahun atau hingga masa garansi habis. Namun jika belum bisa mencapai waktu tersebut, produk belum bisa saya anggap baik.</p>
<p>Ada beberapa tips berharga yang mungkin bisa dijadikan acuan berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami setelah menggunakan beberapa <em>gadget.</em></p>
<ol>
<li>Jangan membeli <em>gadget</em> karena alasan nama besar merek, karena itu bukanlah jaminan produk pasti berkualitas. Ingat kualitas yang saya maksud bukan semata kualitas produk, tapi kualitas keseluruhan seperti saya jelaskan di atas.</li>
<li>Beli sesuai kebutuhan dan dana yang tersedia.</li>
<li>Rajin baca <em>review</em> dan komentar pengguna yang sudah memiliki <em>gadget </em>yang ingin kita beli.</li>
<li>Terpenting adalah perhatikan layanan <em>after sales</em>nya. Pastikan garansi benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, apakah di <em>replace</em>, di <em>repair</em>, atau solusi lainnya.</li>
<li>Carilah <em>gadget</em> yang jika rusak banyak alternatif tempat <em>repair</em> selain <em>Service Center</em> Resmi, tujuannya adalah setelah garansi habis kita memiliki alternatif lain untuk mereparasi HP kita, kecuali jika tiap tahun kita ganti <em>gadget</em>.</li>
<li>Carilah <em>gadget</em> yang mudah dicari <em>spare part</em>nya.</li>
<li>Cari <em>gadget</em> yang banyak didukung di forum maupun komunitas, sehingga jika ada masalah banyak solusi untuk mengatasinya.</li>
<li>Berhati-hatilah jika membeli <em>gadget</em> secara online, bukan karena faktor penipuan, tetapi lebih kepada dukungan <em>after sales</em>nya. Jangan sampai menyesal dikemudian hari.</li>
<li>Faktor prestisius saat ini menjadi pertimbangkan penting bagi sebagian konsumen, asal poin-poin di atas terpenuhi harga mahal tidak jadi masalah. Jika terjadi masalah solusi mudah dipecahkan. Bagi yang berduit rusak bisa cepat ganti, bagi yang memiliki dana terbatas tetapi pengen terlihat mentereng harus selektif memilih produk.</li>
<li>Terakhir sesuai kebutuhan, jika faktor prestis bukan yang utama. Jika doyan foto, ya carilah yang kualitas kamera terbaik, suka multimedia ya cari yang kualitas audio visualnya bagus, dan seterusnya.</li>
</ol>
<p>Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman saya yang &#8216;sempat&#8217; fanatik dengan salah satu merek dalam kurun waktu yang cukup lama, namun terakhir kecewa gara-gara layanan after sales yang sangat buruk. Ditambah lagi ketersedian <em>spare part</em> yang sulit di pasaran. Semoga produsen sadar kualitas produk dan promosi saja tidak cukup jika ingin konsumen tetap loyal, tetapi bagaimana memelihara <em>passion</em> agar konsumen tetap loyal adalah yang terpenting.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/dilema-memilih-gadget/">Dilema Memilih Gadget</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/dilema-memilih-gadget/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasang surut dunia PerGadgetan</title>
		<link>https://www.denbagus.com/pasang-surut-dunia-per-gadget-an/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/pasang-surut-dunia-per-gadget-an/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2014 09:51:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadgets]]></category>
		<category><![CDATA[Handphone]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[ericsson]]></category>
		<category><![CDATA[feature phone]]></category>
		<category><![CDATA[handheld]]></category>
		<category><![CDATA[handphone]]></category>
		<category><![CDATA[iOS]]></category>
		<category><![CDATA[lenovo]]></category>
		<category><![CDATA[lg]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[sony]]></category>
		<category><![CDATA[sony ericsson]]></category>
		<category><![CDATA[xperia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1739</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasang surut dunia PerGadgetan Ide tulisan Pasang surut dunia PerGadgetan&#160;ini tiba-tiba saja muncul dari otak &#8216;ngeres&#8217; saya. Sedikit flashback ke masa lampau di mana sang raja NOKIA menjadi raja di raja, namun akhirnya tumbang karena kepongahannya. Menurut penerawangan saya, kehancuran NOKIA disebabkan tidak tanggapnya terhadap perubahan serta arus deras teknologi. Jujur saja, sebagai penggila gadget [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/pasang-surut-dunia-per-gadget-an/">Pasang surut dunia PerGadgetan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pasang surut dunia PerGadgetan</p>
<p>Ide tulisan Pasang surut dunia PerGadgetan&nbsp;ini tiba-tiba saja muncul dari otak &#8216;ngeres&#8217; saya.<br />
Sedikit <em>flashback</em> ke masa lampau di mana sang raja NOKIA menjadi raja di raja, namun akhirnya tumbang karena kepongahannya. Menurut penerawangan saya, kehancuran NOKIA disebabkan tidak tanggapnya terhadap perubahan serta arus deras teknologi.</p>
<figure id="attachment_1747" aria-describedby="caption-attachment-1747" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2014/03/campurgadgets.jpg"><img class="wp-image-1747 size-medium" src="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2014/03/campurgadgets-300x178.jpg" alt="Pasang surut dunia PerGadgetan" width="300" height="178" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2014/03/campurgadgets-300x178.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2014/03/campurgadgets-700x417.jpg 700w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2014/03/campurgadgets.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1747" class="wp-caption-text">Android, Windows Phone, iOS</figcaption></figure>
<p>Jujur saja, sebagai penggila <em>gadget</em> saya merasa pasang surut dunia per-<em>gadget</em>-an hanya disebabkan dua hal, berevolusi atau mati. Saya ingin sedikit menyinggung beberapa merek seperti Sony (Ericsson), Apple, Samsung, HTC, Lenovo, LG, Nokia, LG, dan Oppo.</p>
<p><strong>SONY</strong><br />
Sony adalah kepanjangan dari <em>brand</em> sebelumnya Sony Ericsson dan <em>brand</em> Ericsson sendiri. Sejarah mencatat sepak terjang <em>brand-brand </em>ini. Dari masih bernama Ericsson saya sudah pernah menikmati canggihnya handset seperti, T39, R520, R310s, R250s Pro, nyaris saat itu sangat-sangat puas dan bangga tatkala menentengnya. Petualangan berlanjut di generasi berikutnya <em>brand</em> Sony Ericsson, mulai dari T68i, K750, W900i, W300, W850, K660, W595, W902, W705, Aino, Xperia X8, terakhir Xperia Arc S. Kesetiaan terus berlanjut setelah resmi embel-embel Ericsson ditanggalkan, berturut-turut mulai, Xperia U, Xperia SP, dan Xperia ZL. Melihat <em>track record</em> di atas jelas, saya penggila produk basis Sony, tetapi saat ini kekecewaan melanda tatkala makin hari kualitas produk <em>brand</em> ini tidak lebih baik dari nenek moyangnya. Keluhan datang sana sini, belum lagi isu service center yang amburadul acak kadut. Duh &#8230; kenapa <em>brand</em> yang dulu begitu saya kagumi dan cintai sekarang jadi memble.</p>
<p><strong>APPLE</strong><br />
Apple terus menerus diterjang isu tidak mengenakkan terkait produk yang mereka luncurkan. Isu negatif makin santer dirasa tatkala sang nahkoda berganti dari <em>technoart</em> Jobs ke penerusnya sekarang Tim Cook. Saya tidak usah membanding-bandingkan kepemimpinan keduanya. Yang jelas, fakta yang berbicara seperti apa produk Apple sekarang dan dulu. Maaf meskipun saya dulu fanatik terhadap <em>brand</em> Sony dan turunannya, bukan berarti saya menutup mata dengan produk berkualitas lainnya. Petualangan Apple pertama yang saya pakai adalah PC Machintosh, PowerMac G3, iPhone 3G, iPhone 4, iPad 3, sekarang tersisa iPad Mini dan iMac kantor. Secara keseluruhan saya puas dengan produk-produk Apple. Terutama desainnya, baik <em>build in body</em>, kemampuan <em>hardware</em>, <em>smooth</em>, maupun <em>UI OS</em>nya.</p>
<p>Di sektor <em>gadget</em>, terakhir saya sangat puas saat masih menggunakan iOS 6.1. Tetapi setelah <em>upgrade</em> ke iOS 7.x ampun, bukan cuman lemotnya, tetapi masalah yang dulu nyaris tidak pernah timbul sekarang timbul, <em>&#8216;FORCE CLOSE&#8217;</em>. Berbagai referensi telah saya baca, tetapi solusi yang ada tetapi tidak bisa optimal, sesekali masih terjadi.</p>
<p>Dari sektor PC, sebelumnya saya menggunakan <em>OSX Snow Leopard</em> kemudian upgrade ke <em>Mavericks</em>, masalah barupun timbul, banyak dan nyaris semua aplikasi <em>missing link</em> karena ada <em>file app </em>yang<em> missing,</em> duh. Apa-apaan ini Apple. Tapi itulah kenyataannya, saya bukan <em>Apple Hater</em>. Tapi melihat isu-isu negatif yang silih berganti di berbagai media, ini akan sangat membahayakan. Kepuasan dan loyalitas pelanggan akan memudar jika tidak segera tanggap dan menyelesaikan masalah-masalah ini. Gimana Apple? Masih mau dianggap <em>gadget</em> kelas wahit? Jangan <em>over price</em> melulu, tapi tunjukkan kalau loe masih bisa menjadi yang terbaik.</p>
<p><strong>SAMSUNG</strong><br />
Sekarang siapa yang tidak kenal Samsung, bayi lahir mungkin sudah kenal. Tentu saja, fenomena Samsung seperti masa keemasan NOKIA di masanya dulu. Pasar digelontor dengan produk mulai <em>low</em> hingga <em>high</em>. Samsung tidak mengenal istilah<em> low cost high impact</em>, yang terpenting saat ini menikmati menjadi raja. Membombardir pasar dengan bejibun varian produk dan iklan gede. Mudah-mudahan Samsung yang fenomenal ini belajar dari kegagalan NOKIA, sehingga mereka akan terus menjadi raja. Jujur saya tidak pernah memiliki satupun produk Samsung, tapi tetapi salut. Alasan kenapa tidak suka, karena mainstream aja <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f61b.png" alt="😛" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p><strong>HTC</strong><br />
Sebagian orang mungkin masih berfikir produk HTC dulu dipikir produk abal-abal, disamakan dengan merek HT jaman dulu. Sejatinya HTC adalah produk menurut saya premium, terlihat dari produknya hampir semuanya berkualitas, HTC One kualitas bahan dan desain juga sangat cantik. Performance juga tidak kalah dengan pesainganya. Tetapi ntah mengapa di Indonesia masih dianggap sebelah mata. Mudah-mudahan HTC tetapi melahirkan produk-produk berkualitas serta indah. Biar persaingan tetap ramai. Belum lagi produk-produk Xiaomi yang tinggal menunggu waktu akan masuk Indonesia, maka persaingan makin sengit. Tercatat produk HTC yang pernah saya pakai HTC Wildfire S dan HTC Desire HD. So far puas dengan dua <em>gadget</em> tersebut.</p>
<p><strong>LENOVO</strong><br />
Ini penantang sejati, ibarat wanita atau artis, sekarang jadi primadona yang lagi naik daun. Gimana tidak iming-iming dan cara merayunyapun fantastis. Terbukti memang, meski harga relatif murah kualitas benar-benar tidak murahan, bahkan boleh dibilang memuaskan sejauh ini. Secara spesifikasi yang mumpuni, performance maknyus, desain lumayan, sehingga saat ini benar-benar menjadi idola baru. So, bagi yang penasaran silahkan dicoba sendiri.</p>
<p><strong>NOKIA</strong><br />
Seolah tidak mau kalah dan bernostalgia dengan sejarah masa lalu, Nokia pelan-pelan mulai kembali membangun dinastinya, apalagi saat ini sudah mendapat dukungan dari Microsoft yang telah mengakuisisinya. Dengan jajaran Lumianya yang berbasis Windows Phone, mereka mulai menancapkan kembali kuku-kukunya. Meski persaingan di lanskap <em>gadget</em> tidak seperti dulu, Nokia optimis akan mampu bersaing. Apalagi Microsoft juga telah mengklaim OS besutannya telah menempati peringat tiga mengalahkan Blackberry OS. Ya mudah-mudahan NOKIA bisa kembali mereguk kesuksesan seperti di masa lampau. Sejauh menggunakan Lumia 520 dan 720, memang sangat puas, desain bodi, UI, dan <em>performance</em> yang mulus. Meskipun dengan spesifikasi hardware yang lebih rendah, <em>performance</em> tetapi optimal. Meskipun layanan <em>Service Center</em> sangat memuaskan karena klaim dapat segera diatasi (hanya 1 hari selesai), secara kualitas menurun, karena belum satu tahun Lumia 720 sudah masuk rumah sakit harus ganti LCD, dan sekarang Asha 206 juga mengalami masalah, satu slot tidak bisa membaca <em>sim card.</em> So&#8230; begitulah sekarang kualitas Nokia.</p>
<p><strong>LG dan OPPO</strong><br />
LG juga sudah mulai menunjukkan taringnya, saya tidak membahas terlalu detail, meski banyak yang mengagungkan, buat saya tidak istimewa, karena tidak ada yang spesial dibanding <em>smartphone</em> android lainnya. Secara kualitas memang bagus, tapi tidak cukup hanya kualitas, buat saya smartphone itu paket lengkap, tampilan, performance, kualitas, dan harga.</p>
<p>Sedangkan OppO, ini penantang baru yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Dilihat dari penampilan, sangat seksi, spesfikasi juga markotop. Tetapi ngomong kualitas, tunggu dulu, perlu beberapa waktu untuk membuktikan. Karena di beberapa media masih ada beberapa keluhan terkait <em>service center</em>, lamban dan terkesan belum siap. Mau bersaing dengan sesepuh-sesepuh di atas. Tunjukkan nyali dan kualitasmu.</p>
<p>Lalu bagaimana nasib <em>feature phone</em> dengan banyaknya gempuran smartphone. Secara mengejutkan f<em>eature phone</em> juga masih memiliki pengguna fanatik, termasuk saya. Salah satu alasan tetapi menggunakan <em>feature phone</em> adalah <em>usability</em>, karena tahu sendirilah di Indonesia operator banyak, sehingga perlu punya <em>handphone</em> (HP) <em>dual sim</em>, kebetulan jatuh ke Nokia Asha 206.</p>
<p>Alasan lainnya kenapa masih menggunakan <em>feature phone</em> adalah bosan dengan melihat bentuk desain <em>smartphone</em> yang nyaris sama dan monoton. Beda dengan tampilan <em>feature phone</em> yang beraneka warna dan bentuk. Itulah kenapa saya masih menyimpan beberapa koleksi HP jadul. Huffff &#8230; wes akeh tibakno. Gitu aja tulisan Pasang surut dunia PerGadgetan. Yo wes semono disek, uneg-uneg sudah hilang. Kembali ke dunia nyata.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/pasang-surut-dunia-per-gadget-an/">Pasang surut dunia PerGadgetan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/pasang-surut-dunia-per-gadget-an/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
