<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Branding Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/category/learn/branding/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/category/learn/branding/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2018 08:28:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Perlukah Personal Branding?</title>
		<link>https://www.denbagus.com/perlukah-personal-branding/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/perlukah-personal-branding/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2018 08:28:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[asalnulis]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[denbagus]]></category>
		<category><![CDATA[imho]]></category>
		<category><![CDATA[masihbelajar]]></category>
		<category><![CDATA[melihatsituasi]]></category>
		<category><![CDATA[personalbranding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2798</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perlukah Personal Branding? Menurut teman-teman perlu gak? Jawaban saya tergantung.&#160;Kenapa? Dalam prakteknya tidak semua memerlukan Personal Branding (PB). Jika kita ingin membesarkan BRAND atau MEREK, tentu kita tidak harus membranding diri kita. Cukup fokus pada aktivitas branding pada BRAND atau MEREK yang kita ingin kenalkan atau bentuk. BRAND ARTIS Biasanya aktivitas branding pada sebuah produk/jasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/perlukah-personal-branding/">Perlukah Personal Branding?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Perlukah Personal Branding?</h3>
<p>Menurut teman-teman perlu gak? Jawaban saya tergantung.<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>Kenapa? Dalam prakteknya tidak semua memerlukan <em>Personal Branding (PB)</em>. Jika kita ingin membesarkan <em>BRAND</em> atau MEREK, tentu kita tidak harus membranding diri kita. Cukup fokus pada aktivitas branding pada <em>BRAND</em> atau MEREK yang kita ingin kenalkan atau bentuk.</p>
<h4>BRAND ARTIS</h4>
<p>Biasanya aktivitas branding pada sebuah produk/jasa akan otomatis membentuk PB pemiliknya. Walaupun awalnya tidak dikenal. Kecuali kalau bisnisnya artis, biasanya terbalik. Membawa PBnya dulu baru produknya ngikut. Itupun tidak otomatis produk pasti sukses, tetap saja&nbsp;banyak faktor X yang menentukan keberhasilan bisnis.</p>
<h4>BELAJAR DARI ORANG LAIN</h4>
<p>Saya bersyukur belajar dari group WA, TELEGRAM mendapat banyak pengalaman berharga dari orang-orang besar tapi tak harus nama besar. Kuncinya mereka mau saling berbagi, memberi dan menerima. Itulah JIWA BESAR.</p>
<p>Salah satu cerita sharing dari member di sana adalah kenyataan bahwa banyak anak muda yang memiliki bisnis besar tapi tidak kedengaran namanya hanya bisnis mereka saja yang dikenal dan sukses.&nbsp;</p>
<h4>BOLEHKAH DIBRANDING KEDUANYA</h4>
<p>Nah kira-kira kalau teman-teman, pengen terkenal bisnisnya atau personal brandingnya? Kalau mentor, trainer, dan coach dalam internet marketing pasti PBnya yang paling utama.&nbsp;Karena selling point mereka ada di sana.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya boleh gak personal branding sekaligus branding bisnisnya?</p>
<h4>KESIMPULAN</h4>
<p>Akhirnya saya simpulkan, keberhasilan dalam proses branding terpenting haruslah ISTIQOMAH (durasi dan frekuensi) dalam edukasi dan berbagi manfaat guna membentuk sikap dan perilaku di benak khalayak. Sikap dan perilaku positif yang konsisten akan membangun trush dan berujung membangun LOYALITAS.</p>
<p>pic. http://blog.lesroches.edu</p>
<p>#asalnulis #masihbelajar #melihatsituasi #branding #personalbranding #IMHO #denbagus</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/perlukah-personal-branding/">Perlukah Personal Branding?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/perlukah-personal-branding/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</title>
		<link>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2017 14:36:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Selling]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2694</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA DIGITAL Kadang kita bingung saat mau belajar tentang branding, marketing, selling. Khususnya dalam optimalisasi media digital seperti sekarang. Penawaran yang seliweran di linimasa kita seolah tidak memberi kesempatan untuk memilih. Sebenarnya kita tidak usah bingung, semua media ada kelebihan dan kekurangan. Saat belum ada media digital seperti sekarang, pengiklan hanya disuguhkan media konvensional yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/">Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>MEDIA DIGITAL</h4>
<p>Kadang kita bingung saat mau belajar tentang branding, marketing, selling. Khususnya dalam optimalisasi media digital seperti sekarang. Penawaran yang seliweran di linimasa kita seolah tidak memberi kesempatan untuk memilih.</p>
<p>Sebenarnya kita tidak usah bingung, semua media ada kelebihan dan kekurangan. Saat belum ada media digital seperti sekarang, pengiklan hanya disuguhkan media konvensional yang budgetnya gila-gilaan.</p>
<p>Nah, sekarang dengan makin banyaknya pilihan kanal juga membingungkan kita. Karena kanal mana yang paling efektif. Makanya riset tetap diperlukan.</p>
<h4>SOSIAL MEDIA VS WEBSITE</h4>
<p>Ambil contoh sosial media, saat ini kita belajar facebook dan instagram marketing, pelajari karakteristik user, ikut mentoring, dan lain-lain. Dalam tempo yang relatif singkat, facebook dan instagram bisa sekaligus terintegrasi. Namun, perlu diingat, platform sosmed di tersebut tetaplah dikendalikan oleh pemiliknya. Sehingga sewaktu-waktu ada kebijakan kitapun harus mengikuti. Artinya tetap saja media tersebut ada kelemahan yang sewaktu-waktu kita juga harus menerimanya.</p>
<p>Sekarang kita berbicara media lainnya. Misalkan website. Website bisa kita kendalikan sendiri, belajar SEO, pengoptimalan konten, dan lain-lain. Kelebihan dari website kita bisa leluasa mengoptimalkannya. Hanya saja biasanya terhambat teknis dan biaya. Meskipun saat ini banyak penawaran all in one service pembuatan website dengan harga murah. Tentu saja sebagai pemula harus hati-hati dengan layanan yang kurang kredibel. Bisa-bisa malah bonyok.</p>
<p><strong>SINERGI SOSIAL MEDIA DAN WEBSITE</strong></p>
<p>Kesimpulannya, jika kita serius dalam memanfaatkan media digital sebagai alternatif alat pemasaran kita, jangan terpaku pada satu jenis. Gunakan media yang secara basis pengguna besar, sesuatu target market, dan manfaat media lain sebagai pendukung satu sama lain. Untuk menutup celah kekurangan satu sama lain. Oke, itu saja. Kalau ada pertanyaan silahkan di tulis di komentar. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/">Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
