<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartawan Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/wartawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/wartawan/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Oct 2016 01:47:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Metode Penulisan Bentuk Piramida Terbalik</title>
		<link>https://www.denbagus.com/metode-penulisan-bentuk-piramida-terbalik/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/metode-penulisan-bentuk-piramida-terbalik/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 15:58:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[editing]]></category>
		<category><![CDATA[fokus berita]]></category>
		<category><![CDATA[informatif]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[paragraf]]></category>
		<category><![CDATA[piramida terbalik]]></category>
		<category><![CDATA[pokok pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[redaktur]]></category>
		<category><![CDATA[standar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[straight news]]></category>
		<category><![CDATA[sunting]]></category>
		<category><![CDATA[syarat menulis]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menulis berita bukan sekedar mencurahkan isi hati. Sebuah berita harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual, dan informatif. Tidak seperti menulis karangan yang mendayu-dayu. Metode Penulisan Bentuk Piramida Terbalik.Kualitas berita tentu harus memenuhi kriteria umum penulisan, yaitu 5W+1H yang sudah menjadi &#8216;sego jangan&#8217; (di luar kepala) buat seorang jurnalis. Selain syarat tersebut, sebenarya ada juga syarat yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/metode-penulisan-bentuk-piramida-terbalik/">Metode Penulisan Bentuk Piramida Terbalik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis berita bukan sekedar mencurahkan isi hati. Sebuah berita harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual, dan informatif. Tidak seperti menulis karangan yang mendayu-dayu. Metode Penulisan Bentuk Piramida Terbalik.<span id="more-601"></span>Kualitas berita tentu harus memenuhi kriteria umum penulisan, yaitu 5W+1H yang sudah menjadi <em>&#8216;sego jangan&#8217;</em> (di luar kepala) buat seorang jurnalis. Selain syarat tersebut, sebenarya ada juga syarat yang juga wajib dimengerti oleh seorang jurnalis, yaitu persyaratan bentuk. Dalam jurnalistik syarat bentuk ini lebih sering dikenal dengan sebutan <strong>&#8216;Piramida Terbalik&#8217;</strong>. Kenapa disebut Piramida Terbalik, karena bentuknya memang mirip dengan piramida mesir namun posisinya terbalik.</p>
<p>Piramida Terbalik adalah sebuah struktur penulisan atau bentuk penyajian sebuah tulisan yang umum dilakukan seorang wartawan. Kenapa harus menggunakan metode Piramida Terbalik, tentu maksudnya adalah agar pembacara dapat segera mengetahui inti dari berita yang ingin diketahuinya. Apalagi disaat seperti sekarang yang serba cepat. Berita online misalkan, sebaiknya dalam menyampaikan berita langsung ke pokok beritanya. Informasi- informasi penting (inti) disajikan di awal paragraf, selanjutnya informasi pendukung mengikuti paragraf berikutnya.</p>
<p>Penulisan dengan metode Piramida Terbalik banyak manfaatnya, baik dari sisi pembaca, wartawan, redaktur maupun media itu sendiri. Bagi pembaca yang memiliki waktu terbatas dapat membaca di paragraf-paragraf awal saja, namun sudah dapat menangkap keseluruhan maksud dari berita yang dibacanya.</p>
<p>Bagi wartawan maupun redaktur, akan memudahkan dalam penulisan dan editing berita, karena mereka lebih fokus pada pokok pikiran berita yang mereka tuliskan. Sedangkan redaktur pun akan sangat mudah dalam menyunting ataupun memotong berita, tinggal menghapus paragraf-paragraf akhir yang dianggap tidak terlalu penting. Sedangkan bagi media dengan penulisan Piramida Terbalik ini, akan menghemat space halaman.</p>
<p>Bagaimana, sudah mengertikan? Sekarang saatnya melanjutkan belajar menulis. Semoga bisa membawa manfaat buat semuanya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/metode-penulisan-bentuk-piramida-terbalik/">Metode Penulisan Bentuk Piramida Terbalik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/metode-penulisan-bentuk-piramida-terbalik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>14</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Standar Minimum Kompetensi Jurnalis Kampus</title>
		<link>https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 02:24:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[edit]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[standar]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk menjadi seorang wartawan/jurnalis yang handal dituntut tidak hanya pandai menulis, ada beberapa hal yang mutlak harus dikuasi dan dipegang sebagai syarat standarisasi seorang wartawan. Dalam ini saya akan menjelaskan tentang standar wartawan/jurnalis  kampus. Sehingga cakupannya pun tidak seluas standar jurnalis profesional. Meski demikian standar ini tetap bisa dijadikan acuan umum. Kesadaran Etika Apapun yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/">Standar Minimum Kompetensi Jurnalis Kampus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/05/notes.jpg"><img loading="lazy" class="alignleft size-thumbnail wp-image-547" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/05/notes-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Untuk menjadi seorang wartawan/jurnalis yang handal dituntut tidak hanya pandai menulis, ada beberapa hal yang mutlak harus dikuasi dan dipegang sebagai syarat standarisasi seorang wartawan. <span id="more-546"></span>Dalam ini saya akan menjelaskan tentang standar wartawan/jurnalis  kampus. Sehingga cakupannya pun tidak seluas standar jurnalis profesional. Meski demikian standar ini tetap bisa dijadikan acuan umum.</p>
<ol>
<li><strong>Kesadaran Etika</strong><br />
Apapun yang disampaikan ke khalayak sudah seharusnya dipertimbangkan secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran. Sebagai contoh, ada isu kampus berita bernilai negatif, sebaiknya disampaikan dengan lugas dan tetap bisa menampilkan berita dengan nilai positif. Jangan sampai malah memperkeruh keadaan.</li>
<li><strong>Kepekaan Jurnalis</strong><br />
Naluri seorang wartawan haruslah peka terhadap suatu kondisi, situasi yang mengandung nilai berita. Mereka harus tanggap dalam menangkap, memahami dan mengungkap informasi agar menjadi karya tulis jurnalis yang baik.</li>
<li><strong>Pengetahuan</strong><br />
Wartawan kampus harus selalu mengetahui informasi, kejadian atau apapun yang ada di dalam kampus. Aktif mencari tahu. Termasuk memahami apa aja yang akan dijadikan bahan liputan, persiapan liputan, komunikasi, dan sebagainya.</li>
<li><strong>Ketrampilan</strong><br />
Mutlak untuk seorang wartawan untuk menguasai ketrampilan jurnalistik, teknik menulis, wawancara, menyunting/editing. Yang juga tidak kalah penting, seorang wartawan juga harus mampu melakukan analisa, riset agar berita yang disampaikan lebih terarah. Dan yang terakhir, wartawan juga harus trampil menggunakan alat kerjanya, termasuk tidak &#8216;GapTek&#8217;.</li>
</ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/">Standar Minimum Kompetensi Jurnalis Kampus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
