<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>social media Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/social-media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/social-media/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2017 08:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Kenapa Perlu Social Media Specialist</title>
		<link>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2017 02:56:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[profesi sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[social media specialist]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2502</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA SOSIAL SAAT INI Media sosial sudah tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Aplikasi media sosial (medsos) menjejali kita tanpa ampun. Sampai-sampai kita dibuat bingung aplikasi mana yang harus kita gunakan. Storage smartphone penuh dengan aplikasi media sosial. Makin menjamurnya aplikasi-aplikasi media sosial memberi alternatif bagi user untuk memilih yang terbaik. Hukum rimba pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/">Kenapa Perlu Social Media Specialist</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>MEDIA SOSIAL SAAT INI</h4>
<p>Media sosial sudah tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Aplikasi media sosial (medsos) menjejali kita tanpa ampun. Sampai-sampai kita dibuat bingung aplikasi mana yang harus kita gunakan. <em>Storage smartphone</em> penuh dengan aplikasi media sosial. Makin menjamurnya aplikasi-aplikasi media sosial memberi alternatif bagi <em>user</em> untuk memilih yang terbaik. Hukum rimba pun berlaku. Yang kuat akan menang yang lemah akan tenggelam.</p>
<p>Bagi sebagian orang media sosial memang tidak semata hanya untuk kesenangan atau &#8216;ngeksis&#8217; semata, namun sudah pada taraf &#8216;perlu&#8217; bahkan penting. Aktivitas bermedia sosial sejatinya bisa sangat bermanfaat, khususnya untuk bisnis. Kita banyak belajar dari orang-orang sukses yang hanya mengandalkan media sosial sebagai alat pemasaran. Peran media sosial sebagai salah satu media komunikasi sangat disadari perannya oleh perusahaan-perusahaan besar. Media sosial tidak lagi dianggap sebelah mata. Akurasi data dalam pemetaan segmentasi, demografi, karakteristik <em>users,</em> serta statistik yang lengkap membuat pelaku bisnis makin ketagihan dengan &#8216;cita rasa&#8217; media sosial ini. Era memang sudah bergeser, perusahaan yang mampu adaptasilah yang akan tetap <em>survive</em>.</p>
<h4>FACEBOOK INC</h4>
<p>Januari 2017, <strong><em>Wearesocial.com</em></strong> melansir pengguna aktif media sosial terbesar masih dikuasi Facebook. Total hingga 2016 akun yang aktif mencapai 363 juta akun dan mengalami pertumbuhan tiap tahunnya mencapai 24%. Platform lainnya berturut-turut dikuasi oleh Whatsapp, FB Messanger, dan Instagram. Kombinasi pengguna dari Facebook Inc tersebut mencapai 4,37 miliar. Data singkat tersebut sudah cukup membuat kita merem-melek. Ternyata begitu dahsyat pengaruh media sosial ini.</p>
<p>Hal ini juga yang mendasari beberapa perusahaan besar mulai memperhitungkan peran media sosial. Tidak tanggung-tanggung mereka bahkan sampai harus membuat divisi khusus media sosial. Nah, ini yang jadi pertanyaan.</p>
<h4><strong>KENAPA PERLU SOCIAL MEDIA SPECIALIST</strong></h4>
<p>Data di atas sudah sangat cukup dijadikan dasar perlunya <em>social media specialist. </em>Mengelola <em>platform</em> media sosial tidak semudah yang dibayangkan. <em>Saking</em> pentingnya banyak profesi yang mengkhususkan diri menjadi social media specialist ini. Bahkan dalam tataran pemasaran modern<em> (digital marketing/internet marketing) social media marketing</em> menjadi menu paling lezat. Bidang yang satu ini diperlukan &#8216;orang ahli&#8217; yang harus selalu <em>up to date </em>pengetahuannya. Mengetahui tren yang sedang berlangsung, bahkan <em>minute by minute</em>. Keilmuan seorang <em>Social media specialist (SMS)</em> sangat holistik, bisa mencakup ilmu psikologi, desain, komunikasi,audi visual, <em>copywriting</em>, multimedia, ekonomi bisnis, dan sebagainya.</p>
<h4>PROFESI SOCIAL MEDIA SPECIALIST</h4>
<p>Bagi pelaku bisnis yang menganggap remeh peran media sosial, sebaiknya pikirkan kembali. Beberapa gerakan besar lahir dari komunitas yang galang melalui media sosial. Bayangkan dampaknya terhadap bisnis yang kita jalankan jika mampu menggalang konsumen besar melalui media sosial ini.</p>
<p>Seperti saya singgung di awal, <em>social media specialist</em> melahirkan profesi-profesi baru yang setiap harinya selalu melototi media sosial, mengamati informasi, tren yang sedang dan akan berlangsung, memahami perilaku dan keinginan <em>user</em> medsos. Dalam sebuah perusahaan seorang pemimpin SMS memiliki jabatan sebagai <em>Social Media Officer (SMO),</em> jabatan ini sifatnya tidak baku, ada yang memberi nama <em>Social Media Evangelist, Social Media Manager,</em> dan lain-lain. Lalu apa saja yang mereka lakukan. Paling penting bagi seorang SMS adalah kreatif, inovatif, up to date dalam melihat tren yang dinamis. Dan memahami beberapa keilmuan yang sudah disebutkan di atas.</p>
<p>Tanggung jawab SMS lebih banyak terhadap pengelolaan konten, maksudnya adalah seorang SMS harus paham dengan core bisnis yang dijalankan, selanjutnya mencari dan mempadu padankan konten apa yang paling relevan dengan bisnis/produk/perusahaannya. Sekilas memang pekerjaan mereka hanya <em>online, browing, dan chatting</em>. Tapi memang seperti itulah pekerjaan mereka. SMS harus bisa memantau, mengidentifikasi, dan mengeksekusi kebutuhan konsumen atau calon konsumen. Selanjutnya akan dikonversi dalam bentuk konten yang sesuai, bisa berupa audio, video, teks, ataupun gambar.</p>
<h4>TUGAS TANGGUNG JAWAB SOCIAL MEDIA SPECIALIST</h4>
<p>Nah nambah lagi, dalam divisi medis sosial ini harus ada desainer juga yang mengurus audio visual dan pengolahan citra lainnya. Artinya dalam divisi medsos ini akan banyak fungsi kerja yang lebih kompleks. Melalui konten yang bagus, SMS harus mampu:</p>
<ol>
<li>Membangun<em> environment</em> yang kondusif dalam komunitas yang dibentuk. Artinya lingkungan yang sudah terbentuk harus dijaga pengelolaannya. Dengan cara aktif mengontrol respon dan tanggapan terhadap konten-konten yang ditawarkan.</li>
<li>Membangun <em>engagement</em> yang kuat. Kepercayaan mulai dibangun dengan melakukan pendekatan yang intens kepada members atau konsumen. Menawarkan program-program atau konten bermanfaat. Pada akhirnya konsumen menjadi krasan, <em>aware</em>, menyapa para <em>follower, mention </em>mitra kerja, membuat <em>event</em> <em>online offline</em>, sampai pada tahap responsif terhadap tiap keluhan yang muncul di linimasa.</li>
<li>Meningkatkan <em>trust</em> yang kuat hingga konsumen sudah tidak bisa berpaling dengan <em>brand</em> kita.</li>
</ol>
<p>Membahas medsos memang tidak akan ada habisnya. Setidaknya kita harus selalu up to date dan tidak gaptek. Berikutnya akan saya <em>share</em> kiat singkat dalam mengoptimalkan medsos untuk meningkatkan kualitas konten sosmed kita.</p>
<h4>MENINGKATKAN KUALITAS KONTEN MEDSOS</h4>
<p>Kualitas konten sangat menentukan keberhasilan kampanye yang dilakukan di <em>channel</em> media sosial. Tahapan-tahapan dalam menyajika konten di medsos sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Edukasi, materi konten memiliki sifat edukasi, memberi wawasan, <em>enrich knoledge. </em>Materi edukasi tetap harus relevan dengan <em>brand</em> kita.</li>
<li><em>Quote,</em> tidak ada salahnya sesekali kita menawarkan konten yang bijak dalam bentuk <em>quote,</em> atau apapun yang sifatnya <em>inspiring. </em></li>
<li><em>Soft Selling,</em> jualan kita dibalut dengan konten edukasi namun mengarah kepada produk atau <em>brand</em> kita. Konsumen tidak serta merta merasa kita jualan.</li>
<li><em>Hard selling,</em> maksudnya kita jualan langsung. Pun begitu jangan hanya menawarkan produk atau jasa semata. Tetapi beri penawaran khusus yang bisa menjadi <em>trigger</em> target <em>sale</em> kita. Contoh beri diskon selama periode tertentu, beri penawaran lain yang menari.</li>
</ol>
<h4>SOCIAL MEDIA WORK FLOW</h4>
<p>Rata-rata waktu yang diperlukan dalam mengelola media sosial adalah 40 jam perminggu, sumber dari <strong><em>intersectionconsulting.com</em></strong>. Berikut rinciannya:</p>
<ol>
<li><em>Update social network &#8211; </em><strong>4 jam</strong>, meliputi <em>posting</em> (teks, foto, video, dan manajemen komentar).</li>
<li><em>Researching &amp; Planning</em> &#8211; <strong>4 jam,</strong> sumber internal, eksternal, manajamen kalender untuk melihat potensi yang akan digunakan dalam pembuatan konten.</li>
<li><em>Blogging (content)</em> &#8211; <strong>7,5 jam</strong>, perencanaan, menulis, dan<em> publishing</em>.</li>
<li>Curation &#8211; <strong>2,5jam</strong>, <em>Share</em> konten, membaca feed, info, rss, dll.</li>
<li><em>Conversation (engagement)</em> &#8211; <strong>4 jam</strong>, merespon kepada follower, mentions, dialog, pertanyaan, dan komentar.</li>
<li><em>Listening</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, <em>monitor brand mentions, keyword, searches.</em></li>
<li><em>Contingency</em> &#8211; <strong>5 jam</strong>, pemecahan masalah, post tak terjadwal, social research, kontrol kerusakan.</li>
<li><em>Community Building</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, menjangkau audiens yang belum masuk dan akuisisi.</li>
<li><em>Campaign</em> &#8211; <strong>2,5 jam</strong>, kontes, promosi, diskon, dll.</li>
<li>Strategy &#8211; <strong>2,5 jam,</strong> rencana taktik dan mencari ide.</li>
<li><em>Analytic</em> &#8211; <strong>2,5 jam,</strong> pengukuran dan laporan.</li>
</ol>
<p>Dari <em>work flow</em> di atas jelas bukan, pekerjaan seorang SMS ternyata tidak sederhana dan penting.<br />
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Dan mohon maaf jika ada yang kurang dan salah. Semata-mata adalah kelemahan penulis. Silahkan diskusi melalui kolom komentar.</p>
<h4><strong>DATA DAN FAKTA 2016</strong></h4>
<p><em>Jakpat mobile survey</em> melansir data <em>social media trend 2016</em>. Jumlah responden 1003 yang tersebar dari beberapa daerah. Dari hasil survey tersebut berturut-turut medsos dikuasai oleh Facebook (87,45%), Instagram (69,21%), Twitter (41,31%), Path (36,29%). Sisanya dihuni oleh Google Plus, Linkedin, Snapchat, dll.</p>
<p>Aspek pertemanan di medsos dilihat dari pertemanan di sekolah Facebook (FB) prosentase (86,97%), Instagram (49,61%), Path (32,72%), dan Twitter (28,57%).</p>
<p>Sedangkan alasan kedua pertemanan adalah dengan teman sekantor, FB (73,17%), Instagram (34,85%), Path (22,59%), Twitter (17,18%).</p>
<p>Data lain yang menarik adalah terkait status apa yang disukai. 52,22% memilih konten yang menyenangkan, informasi penting 35,91%, dan berbagi posting yang menarik 30,79%. Sisanya berbagi konten lucu, protes, tempat-tempat menari, dan nonton video. Data-data lain berupa alasan menggunakan medsos tertentu.</p>
<p>Dibaca sendiri ya data-data lainnya. Hehehehee &#8230; yang penting. Ilmu sebanyak apapun jika tidak diamalkan dan dilakukan akan sia-sia. DO IT NOW.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/">Kenapa Perlu Social Media Specialist</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/kenapa-perlu-social-media-specialist/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Freedoom Of Sharing &#8220;How to Branding Your Self With Social Media&#8221;</title>
		<link>https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 12:04:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[advertising]]></category>
		<category><![CDATA[animator]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[desainer]]></category>
		<category><![CDATA[designer]]></category>
		<category><![CDATA[freedom of sharing]]></category>
		<category><![CDATA[fresh]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[merk]]></category>
		<category><![CDATA[personal branding]]></category>
		<category><![CDATA[programmer]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[stikom]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Internet menjadi media baru untuk merk (brand) bermain dan membentuk citranya. Baik itu merk produk maupun “merk” personal. Ada yang berhasil ada pula yang gagal. Jika dicermati, jenis media online yang dipakai merk untuk mencitrakan diri juga beragam. Ada yang melalui forum, massmedia online, webblog, ada juga yang melalui situs jejaring sosial. Acara FreSh (Freedom [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/">Freedoom Of Sharing &#8220;How to Branding Your Self With Social Media&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Internet menjadi media baru untuk merk (brand) bermain dan membentuk  citranya. Baik itu merk produk maupun “merk” personal.  Ada yang  berhasil ada pula yang gagal.  <span id="more-610"></span>Jika dicermati, jenis media  online yang dipakai merk untuk mencitrakan diri juga beragam. Ada yang  melalui forum, massmedia online, webblog, ada juga yang melalui situs  jejaring sosial.</p>
<p>Acara FreSh (Freedom of Sharing) Surabaya  edisi Mei kali ini akan membahas bagaimana mencitrakan sebuah merk  (branding) melalui media online.<br />
&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>APA ITU FreSh? </strong></p>
<p>FreSh  (Freedom of Sharing). FreSh merupakan ajang diskusi, kumpul-kumpul,  networking, sharing ilmu antara kita semua yang hidup dalam industri  kreatif.</p>
<p>Forum berbagi ide ini diharapkan akan terus berlangsung  reguler sehingga akan semakin membuka wawasan/insight kita dalam dunia  kreatif. Mudah-mudahan kita bisa saling tahu tren apa yang kini populer,  hambatan apa yang dihadapi, dan solusi apa untuk mengatasinya.</p>
<p>Siapa  saja, baik itu desainer, programmer, animator, marketing, advertising,  arsitek, pengusaha online, musisi, filmis, penulis, dan profesi lainnya  bisa ikut berpartisipasi dalam forum ini. Tentunya, dengan harapan  setiap pesertanya bisa berinisiatif menyampaikan gagasan, solusi,  ataupun sekedar berbagi ilmu baru.</p>
<p>FreSh mempunyai event bulanan  dan event yang accidental.<br />
Event bulanan dilakukan sejak Agustus  2008.</p>
<p>Biasanya mengangkat tema tertentu, seperti: Narsisme 2.0  (September 2008), Jurnalisme dan Komunikasi (Oktober 2008), Mobile  Creativity (Maret 2009), Istilah Indonesia di Internet, Mencari Padanan  Setengah Mati (April 2009)</p>
<p>Dan Event yang diselenggarakan di  STIKOM ini merupakan event FreSh perdana di Surabaya dan Launching FreSh  Surabaya.<br />
Wednesday, May 26, 2010<br />
6:00pm &#8211; 10:00pm<br />
Gedung Serbaguna STIKOM Surabaya</p>
<p>Link terkait:<br />
<a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=120600694641073">Facebook</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/">Freedoom Of Sharing &#8220;How to Branding Your Self With Social Media&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/freedoom-of-sharing-how-to-branding-your-self-with-social-media/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
