<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>prinsip desain Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/prinsip-desain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/prinsip-desain/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Sep 2011 06:29:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Membuat Karya Desain yang Efektif – Ad Design</title>
		<link>https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 05:52:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Design & Art]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[ad design strategy]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[desain iklan]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah desain]]></category>
		<category><![CDATA[membuat desain iklan]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip desain]]></category>
		<category><![CDATA[strategi desain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1117</guid>

					<description><![CDATA[<p>Strategi Dasar dalam Membuat Desain Desain terutama berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual merupakan bauran berbagai disiplin ilmu. Di dalamnya mencakup berbagai kajian bidang keilmuan, desain sendiri pemahamannyapun cukup luas. Belum lagi di dalamnya bisa mencakup keilmuan tentang psikologi, manajemen, audio visual, dan banyak lagi kajian di dalamnya. Sehingga belumlah cukup sebuah karya desain jika hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/">Membuat Karya Desain yang Efektif – Ad Design</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Strategi Dasar dalam Membuat Desain</strong><br />
Desain terutama berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual merupakan bauran berbagai disiplin ilmu. Di dalamnya mencakup berbagai kajian bidang keilmuan, desain sendiri pemahamannyapun cukup luas. Belum lagi di dalamnya bisa mencakup keilmuan tentang psikologi, manajemen, audio visual, dan banyak lagi kajian di dalamnya. <span id="more-1117"></span>Sehingga belumlah cukup sebuah karya desain jika hanya dilihat dari sisi <em>fine art</em> semata. Karya desain harus mampu mengkomunikasikan maksud atau tujuan yan diharapkan, apakah sekedar memberi informasi atau ada tujuan persuasif. Karya desain lebih banyak dikaitkan dengan <em>Ad Design.</em> Kenapa? Iklan pada di media telah banyak mempengaruhi <em>life style </em>masyarakat pada umumnya, bahkan mampu membentuk kultur budaya baru.</p>
<p>Lalu bagaimana agar sebuah desain mampu mengkomunikasikan tujuan yang dimaksud? Pada tulisan saya kali ini saya tidak membahas tentang strategi markertingnya, namun lebih kepada bagaimana menyiapkan sebuah karya desain yang diperlukan sebagai <em>marketing tool.</em> Sehingga tidak terjebak hanya pada unsur keindahannya semata.</p>
<p>Ada beberapa difinisi penting yang harus dipahami oleh seorang desainer.<br />
Pertama kita harus mengetahui fungsi desain.</p>
<ol>
<li>Pembuatan karya desain haruslah mempunya tujuan utama. Apa yang akan disampaikan.</li>
<li>Desain harus mampu menarik ‘target audiens’ yang kita bidik.</li>
<li>Mampu menyampaikan informasi yang diharapkan.</li>
<li>Desain juga memungkinkan kita untuk mengatur dan menggali ide-ide, agar karya desain tersebut benar-benar berkualitas baik dari sisi visual maupun komunikasinya.</li>
<li>Desain harus mampu memberi penekanan informasi yang dianggap menarik, artinya jangan sampai malah menimbulkan <em>miss perseption</em> gara-gara salah pemaknaan informasi yang disampaikan.</li>
</ol>
<p>Kedua kita juga harus memahami prinsip-prinsip dasar dalam membuat karya desain.</p>
<ol>
<li><strong>Balance/Keseimbangan</strong><br />
Meliputi simetris atau tidak bentuk desainya, perbandingan ukuran dari elemen-elemen pembentuk, pemilihan objek gambar, bisa garis, bidang, foto dll, penempatan atau komposisi mau di atas, bawah, tengah, dll)</li>
<li><strong>Kontras/penekanan</strong><br />
Pemilihan huruf, tebal tipis huruf, cetak miring, di blok dll.</li>
<li><strong>Harmony/Keselarasan</strong><br />
Elemen pembentuk haruslah sesuai, termasuk warna, bahan atau materi desain, arah atau alur.</li>
<li><strong>Proporsi</strong><br />
Bisa mengacu pada <em>Rule of Thirds (Goldern mean)</em>untuk menghindari kebosanan serta terlihat lebih dinamis.</li>
<li><strong>Movement/Alur</strong><br />
Contoh prinsip Z motion</li>
<li> <strong>Negative or “White” Space</strong><br />
<em>White space</em> sangat diperlukan saat audiens sudah merasa lelah melihat dan membaca. White space juga bisa difungsikan untuk memberi penekanan pada objek atau tulisan tertentu. Selain itu bisa juga sebagai unsur keseimbangan pada desain agar tidak monoton.</li>
<li><strong>Sederhana/Simplicity</strong><br />
Buat desain yang mudah dipahami, sederhana tidak berbelit-belit.</li>
<li><strong>Kesatuan/Unity</strong><br />
Kesatuan dapat diwujudkan dengan menentukan dimana letak <em>central focus </em>atau<em> focal point</em> dimana mata akan cenderung terfokus/terskonsentrasi.</li>
<li><strong>Konsisten/Consistency</strong><br />
Jika desain terdiri dari beberapa halaman atau bagian, buat tiap halaman memiliki ciri yang teratur dan konsisten, misalkan dengan penggunaan elemen yang sama di halaman berkutnya. Hal ini akan memudahkan audiens dalam identifikasi serta tidak membingungkan. Audiens juga akan lebih mudah mengetahui mana yang penting dan tidak.</li>
<li><strong>Proximity/Kedekatan</strong><br />
Kedekatan apa yang ingin dibangun pada sebuah karya desain/iklan/produk. Contoh: Iklan Marlboro yang identik dengan sosok pria maco berkuda (Cowboy).  Contoh lainnya iklan lipstik yang secara visual diwakili oleh bibir seksi seorang artis, kemudian di belakangnya ada pria tampan dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Sepuluh hal di atas adalah senjata utama seorang desainer yang harus dipahami luar kepala.</p>
<p>Selain prinsip-prinsip di atas ada hal lain yang tidak kalah penting dan harus dipersiapkan.  <em>Headline, Body Copy, Visual Element</em> harus disiapkan secara matang sesuai konsep dan <em>creative brief</em> yang dibuat.</p>
<p><em>“Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up. <strong>–Pablo Picasso-</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/">Membuat Karya Desain yang Efektif – Ad Design</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
