<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>olah digital Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/olah-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/olah-digital/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Oct 2022 03:04:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Apa perbedaan Vector Art dan Vexel Art ?</title>
		<link>https://www.denbagus.com/apa-perbedaan-vector-art-dan-vexel-art/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/apa-perbedaan-vector-art-dan-vexel-art/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 03:59:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[adobe illustrator]]></category>
		<category><![CDATA[digital imaging]]></category>
		<category><![CDATA[drawing]]></category>
		<category><![CDATA[freehand]]></category>
		<category><![CDATA[olah digital]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan vector art dan vexel art]]></category>
		<category><![CDATA[photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[pixel art]]></category>
		<category><![CDATA[seni digital]]></category>
		<category><![CDATA[vector]]></category>
		<category><![CDATA[vector art]]></category>
		<category><![CDATA[vektor]]></category>
		<category><![CDATA[vexel art]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemajuan teknologi digital terus membawa para seniman digital untuk berlomba menghasilkan karya memukau. Pelaku industripun semakin diuntungkan, selain lebih fleksibel dalam penerapan di media, pilihan bentuk karya juga bervariasi. Ada banyak sekali istilah yang sering kita dengar berkaitan dengan seni dan digitalmulai seni digital, pixel art, vector art, vexel art, digital imaging, dll. , Apa perbedaan Vector [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/apa-perbedaan-vector-art-dan-vexel-art/">Apa perbedaan Vector Art dan Vexel Art ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kemajuan teknologi digital terus membawa para seniman digital untuk berlomba menghasilkan karya memukau. Pelaku industripun semakin diuntungkan, selain lebih fleksibel dalam penerapan di media, pilihan bentuk karya juga bervariasi. Ada banyak sekali istilah yang sering kita dengar berkaitan dengan seni dan digital<span id="more-1050"></span>mulai seni digital, <em>pixel art, vector art,</em> <em>vexel art, digital imaging, dll</em>. , Apa perbedaan Vector Art dan Vexel Art ?.</p>
<p>Pada tulisan kali ini saya sedikit akan membahas tentang apa sih perbedaan <em>vexel art</em> dan <em>vector art. </em>Bagi orang awam sekilas sulit membedakan mana karya <em>vektor art</em> dan mana <em>vexel art.</em> Secara teknis memang butuh ketelatenan, kesabaran, dan teknik olah digital menengah ke atas. Adapun aplikasi yang digunakan biasanya bisa adobe illustrator, freehand, corel draw, adobe photoshop. <em>Vexel</em> dan <em>vector art</em> bukanlah aliran atau gaya seni, tetapi lebih pada media art. Saat kita berbicara tentang media, maka dalam benak kita akan berfikir, bagaimana membuatnya? dengan aplikasi apa karya tersebut dibuat?</p>
<p>Dalam seni rupa, terutama seni lukis saat ini sudah tidak hanya dibatasi pada media konvensional dengan menggunakan media gambar semacam cat minyak, pensil, cat air, cat acrylic dan lain-lain. Seniman sudah diberi kebebasan untuk berkreasi, bisa tetap dijalur seni murni, seni digital, atau bahkan kombinasi keduanya. Tool dalam aplikasi digital sudah nyaris sama dengan media konvensional, ada teknik dengan brush, air brush, dan alat-alat lain yang memang diadobsi dari media konvensional yang ada.</p>
<p>Seperti sudah saya singgung di atas. <em>Basic</em> dari <em>vexel art</em> dan <em>vector art</em> adalah bagaimana mereplika sebuah foto/gambar menjadi karya yang lebih memukau. Ketelatenan yang dimaksud dalam membuat karya vexel maupun <em>vector art</em> adalah permainan<em> point, line, path, color, shadow, highlight</em> yang tidak boleh salah. Selain itu penggunaan sistem layer yang banyak mengharuskan kreator harus lebih jeli dalam mengorganisir layer-layer tersebut.</p>
<p><strong>Lalu apa perbedaan paling mendasar, antara keduanya?</strong></p>
<p><em>Vector art</em> murni karya vektor yang dibuat menggunakan aplikasi <em>vector base</em> atau aplikasi berbasis vektor seperti adobe illustrator dan sejenisnya. Dan hasil akhir karya juga berupa vektor. <em>(Vector layer)</em></p>
<p>Sedangkan <em>vexel art</em> biasanya <em>pixel/bitmap/raster layer</em> dengan aplikasi semacam adobe photoshop. Hasil akhir meskipun terlihat mirip dengan <em>vector art</em> tetap saja pada akhirnya akan menjadi <em>bitmap image. </em>Selain itu <em>vexel art</em> biasanya dari sisi <em>finishing</em> terlihat lebih detail dan halus, bahkan nyaris sama dengan gambar foto. Jadi mau yang mana? <em>Vector art</em> atau <em>vexel art</em>? Tergantung kebutuhan  (^_^). Untuk tutorialnya tunggu aja!</p>
<p>Perhatikan contoh di bawah ini untuk melihat perbedaannya.</p>
<p><strong>Vexel Art</strong><em> (Klik gambar untuk melihat lebih besar)</em></p>
<figure id="attachment_1055" aria-describedby="caption-attachment-1055" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/vexel1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1055" title="Vexel Art" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/vexel1-150x150.jpg" alt="Vexel Art" width="150" height="150" /></a><figcaption id="caption-attachment-1055" class="wp-caption-text">Vexel Art uniquedee.deviantart.com</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1056" aria-describedby="caption-attachment-1056" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/vexelart.jpg"><img loading="lazy" class="size-thumbnail wp-image-1056" title="Vexel Art" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/vexelart-150x150.jpg" alt="Vexel Art" width="150" height="150" /></a><figcaption id="caption-attachment-1056" class="wp-caption-text">Vexel Art                 cappuccino-girl.deviantart.com</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Vector Art </strong><em>(Klik gambar untuk melihat lebih besar)</em></p>
<figure id="attachment_1057" aria-describedby="caption-attachment-1057" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/denbagus.jpg"><img loading="lazy" class="size-thumbnail wp-image-1057" title="Denbagus" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/denbagus-150x150.jpg" alt="Denbagus" width="150" height="150" /></a><figcaption id="caption-attachment-1057" class="wp-caption-text">Denbagus &#8211; Vector Art</figcaption></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/apa-perbedaan-vector-art-dan-vexel-art/">Apa perbedaan Vector Art dan Vexel Art ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/apa-perbedaan-vector-art-dan-vexel-art/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>20</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Foto Fantasi dengan Photoshop</title>
		<link>https://www.denbagus.com/membuat-foto-fantasi-dengan-photoshop/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/membuat-foto-fantasi-dengan-photoshop/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 13:45:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Design & Art]]></category>
		<category><![CDATA[Fine Art]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorials]]></category>
		<category><![CDATA[blend]]></category>
		<category><![CDATA[blending]]></category>
		<category><![CDATA[burn]]></category>
		<category><![CDATA[curve]]></category>
		<category><![CDATA[dodging]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[gradient map]]></category>
		<category><![CDATA[level]]></category>
		<category><![CDATA[olah digital]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Foto Fantasi dengan Photoshop Tutorial ini saya buat karena banyaknya teman-teman yang ingin mengetahui proses pembuatan Foto &#8220;Yosi Dreaming&#8221;. Foto ini dibuat dari empat gambar yang berbeda dengan menggunakan metode blending. &#160; Berikut langkah-langkah pembuatannya: Langkah PERTAMA Siapkan material foto yang akan diedit, dalam hal ini foto yang saya gunakan adalah Foto Yosy, Langit, Gapura, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-foto-fantasi-dengan-photoshop/">Membuat Foto Fantasi dengan Photoshop</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Foto Fantasi dengan Photoshop</p>
<p>Tutorial ini saya buat karena banyaknya teman-teman yang ingin mengetahui proses pembuatan Foto &#8220;Yosi Dreaming&#8221;. Foto ini dibuat dari empat gambar yang berbeda dengan menggunakan metode blending.<span id="more-381"></span></p>
<figure id="attachment_372" aria-describedby="caption-attachment-372" style="width: 207px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-372" title="Yosy Dreaming" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming-207x300.jpg" alt="Yosy Dreaming" width="207" height="300" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming-207x300.jpg 207w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming.jpg 483w" sizes="(max-width: 207px) 100vw, 207px" /></a><figcaption id="caption-attachment-372" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut langkah-langkah pembuatannya:</p>
<p><strong>Langkah PERTAMA</strong><br />
Siapkan material foto yang akan diedit, dalam hal ini foto yang saya gunakan adalah Foto Yosy, Langit, Gapura, Gunung.<br />
Foto-foto pelengkap dapat di download di<a href="http://sxc.hu" target="_blank" rel="noopener"> sxc.hu</a> stok foto.</p>
<p><strong>Langkah KEDUA<br />
</strong>Crop foto Yosi <em>(kalau ini gak usah diajarin kan, pokoknya crop aja. Banyak cara untuk cropping image)</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_383" aria-describedby="caption-attachment-383" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosycrop.jpg"><img loading="lazy" class="size-thumbnail wp-image-383" title="Yosy Crop" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosycrop-150x150.jpg" alt="Yosy Crop" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-383" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Langkah KETIGA<br />
</strong>Rubah tonal warna dengan Adjustment Layer&gt;Color Balance hingga menjadi seperti gambar di bawah.</p>
<figure id="attachment_384" aria-describedby="caption-attachment-384" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosytonal.jpg"><img loading="lazy" class="size-thumbnail wp-image-384" title="Yosy Tonal" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosytonal-150x150.jpg" alt="Yosy Tonal" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-384" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gabungkan dengan background Gunung, diikuti dengan background lainnya. Gunakan Layer Mask untuk menghapus bagian yang tidak diperlukan. Gunakan metode yang sama untuk membuat warna-warna yang diinginkan. Kebanyakan saya menggunakan Color Balance, Hue Saturation. Hingga hasil akhir seperti gambar berikut.</p>
<figure id="attachment_386" aria-describedby="caption-attachment-386" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosygabung.jpg"><img loading="lazy" class="size-thumbnail wp-image-386" title="Yosy Gabung" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosygabung-150x150.jpg" alt="Yosy Gabung" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-386" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Langkah KEEMPAT</strong><br />
Agar warna tonal mengarah pada warna-warna senada dan membuat efek dramatis, saya membuat background warna hijau yang diberi efek lighting seperti gambar berikut.</p>
<figure id="attachment_388" aria-describedby="caption-attachment-388" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/bghijau.jpg"><img loading="lazy" class="size-thumbnail wp-image-388" title="Background Hijau" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/bghijau-150x150.jpg" alt="Background Hijau" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-388" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Letakkan posisi&nbsp; background hijau ini dilayer paling bawah. Atur komposisi, hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan. Untuk background langit gunakan blending Linear Blur. Gambar akan menjadi seperti berikut.</p>
<figure id="attachment_389" aria-describedby="caption-attachment-389" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosygabung1.jpg"><img loading="lazy" class="wp-image-389 size-thumbnail" title="Yosy Gabung" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosygabung1-150x150.jpg" alt="menggabungkan elemen foto fantasi" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-389" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sampai disini mudah bukan??? Ealah gitu tok tah!?? halah .. ya iyalahhh &#8230; memang gimana &#8230; lanjuuttt!!!<br />
Lankah berikutnya adalah menggabungkan dengan gambar Gapura(prasasti). Cara yang saya gunakan semua sama dengan metode di atas. Tinggal dimainkan opacity, blending.</p>
<p><strong>Langkah KELIMA</strong><br />
Membuat efek fog/kabut. Untuk membuat efek ini kita bisa gunakan Brush Tool. Atur besarnya Brush, tingkat intensitasnya. Sapukan ke bagian yang ingin ada efek kabutnya. Lihat gambar di bawah.</p>
<figure id="attachment_390" aria-describedby="caption-attachment-390" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosikabut.jpg"><img loading="lazy" class="wp-image-390 size-thumbnail" title="Yosi Kabut" src="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosikabut-150x150.jpg" alt="efek kabut foto fantasi" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-390" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Langkah KEENAM</strong><br />
Membuat efek asap pada model. Langkah ini saya menggunakan Brush Smoke yang sudah saya modifikasi. Agar efek asap lebih dramatis. Untuk membentuk arah asap sesuai keinginan gunakan efek Liquify. Lihat hasilnya di bawah.</p>
<figure id="attachment_391" aria-describedby="caption-attachment-391" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosismoke.jpg"><img loading="lazy" class="wp-image-391 size-thumbnail" title="Yosy Smoke" src="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosismoke-150x150.jpg" alt="menambah asap pada foto fantasi" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-391" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sampai disini sebenarnya sudah selesai. Untuk efek warna tertentu kita tinggal atur pewarnaan dengan <em>Color Balance dan Hue &amp; Saturation</em> saja, selain itu saya juga penggunakan layer adjusment <em>Solid Color</em> untuk memberi efek warna yang berbeda-beda pada bagian tertentu. Jadi atur warna sesuai selera kita. Sedangkan untuk efek pencahayaan, gelap terang, saya gunakan <em>Burning</em> dan <em>Dodging Tool</em>. Susunan layer seperti gambar di bawah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_392" aria-describedby="caption-attachment-392" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosylayer.jpg"><img loading="lazy" class="wp-image-392 size-thumbnail" title="Yosy Layer" src="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yosylayer-150x150.jpg" alt="color grading foto fantasi" width="150" height="150"></a><figcaption id="caption-attachment-392" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasilnya akhir membuat foto fantasi dengan photoshop seperti gambar berikut.</p>
<figure id="attachment_372" aria-describedby="caption-attachment-372" style="width: 207px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming.jpg"><img loading="lazy" class="wp-image-372 size-medium" title="Yosy Dreaming" src="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming-207x300.jpg" alt="hasil akhir foto fantasi" width="207" height="300" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming-207x300.jpg 207w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/02/yossidreaming.jpg 483w" sizes="(max-width: 207px) 100vw, 207px" /></a><figcaption id="caption-attachment-372" class="wp-caption-text">Klik untuk detail</figcaption></figure>
<p>Jika ada yang ingin ditanyakan bisa <a href="mailto:adhis@redcurly.com" target="_blank" rel="noopener">kontak saya</a>. Selamat mencoba dan Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-foto-fantasi-dengan-photoshop/">Membuat Foto Fantasi dengan Photoshop</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/membuat-foto-fantasi-dengan-photoshop/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>10</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
