<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalis Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/jurnalis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/jurnalis/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2015 00:54:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Standar Minimum Kompetensi Jurnalis Kampus</title>
		<link>https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 02:24:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[edit]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[standar]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk menjadi seorang wartawan/jurnalis yang handal dituntut tidak hanya pandai menulis, ada beberapa hal yang mutlak harus dikuasi dan dipegang sebagai syarat standarisasi seorang wartawan. Dalam ini saya akan menjelaskan tentang standar wartawan/jurnalis  kampus. Sehingga cakupannya pun tidak seluas standar jurnalis profesional. Meski demikian standar ini tetap bisa dijadikan acuan umum. Kesadaran Etika Apapun yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/">Standar Minimum Kompetensi Jurnalis Kampus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/05/notes.jpg"><img loading="lazy" class="alignleft size-thumbnail wp-image-547" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/05/notes-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Untuk menjadi seorang wartawan/jurnalis yang handal dituntut tidak hanya pandai menulis, ada beberapa hal yang mutlak harus dikuasi dan dipegang sebagai syarat standarisasi seorang wartawan. <span id="more-546"></span>Dalam ini saya akan menjelaskan tentang standar wartawan/jurnalis  kampus. Sehingga cakupannya pun tidak seluas standar jurnalis profesional. Meski demikian standar ini tetap bisa dijadikan acuan umum.</p>
<ol>
<li><strong>Kesadaran Etika</strong><br />
Apapun yang disampaikan ke khalayak sudah seharusnya dipertimbangkan secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran. Sebagai contoh, ada isu kampus berita bernilai negatif, sebaiknya disampaikan dengan lugas dan tetap bisa menampilkan berita dengan nilai positif. Jangan sampai malah memperkeruh keadaan.</li>
<li><strong>Kepekaan Jurnalis</strong><br />
Naluri seorang wartawan haruslah peka terhadap suatu kondisi, situasi yang mengandung nilai berita. Mereka harus tanggap dalam menangkap, memahami dan mengungkap informasi agar menjadi karya tulis jurnalis yang baik.</li>
<li><strong>Pengetahuan</strong><br />
Wartawan kampus harus selalu mengetahui informasi, kejadian atau apapun yang ada di dalam kampus. Aktif mencari tahu. Termasuk memahami apa aja yang akan dijadikan bahan liputan, persiapan liputan, komunikasi, dan sebagainya.</li>
<li><strong>Ketrampilan</strong><br />
Mutlak untuk seorang wartawan untuk menguasai ketrampilan jurnalistik, teknik menulis, wawancara, menyunting/editing. Yang juga tidak kalah penting, seorang wartawan juga harus mampu melakukan analisa, riset agar berita yang disampaikan lebih terarah. Dan yang terakhir, wartawan juga harus trampil menggunakan alat kerjanya, termasuk tidak &#8216;GapTek&#8217;.</li>
</ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/">Standar Minimum Kompetensi Jurnalis Kampus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/standar-minimum-kompetensi-jurnalis-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nilai Berita</title>
		<link>https://www.denbagus.com/nilai-berita/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/nilai-berita/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 05:28:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=66</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam menulis berita, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait nilai berita itu sendiri. Ada beberapa nilai-nilai berita yang bisa kit kelompokkan sebagai acuan dalam sebuah penulisan. Magnitude (Pengaruh) Seberapa luas pengaruh suatu berita terhadap khalayak. Significance (Arti) Seberapa penting arti suatu kejadian atau peristiwa Contoh: Wabah penyakit H1n1 Actuality (Aktualitas) Berdasarkan tingkat aktualitas suatu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/nilai-berita/">Nilai Berita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam menulis berita, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait nilai berita itu sendiri. Ada beberapa nilai-nilai berita yang bisa kit kelompokkan sebagai acuan dalam sebuah penulisan.</p>
<ol>
<li>Magnitude (Pengaruh)<br />
Seberapa luas pengaruh suatu berita terhadap khalayak.</li>
<li>Significance (Arti)<span id="more-66"></span></li>
<li>Seberapa penting arti suatu kejadian atau peristiwa<br />
Contoh: Wabah penyakit H1n1</li>
<li>Actuality (Aktualitas)<br />
Berdasarkan tingkat aktualitas suatu peristiwa<br />
Contoh: Berita perkembangan kasus century selalu up to date tiap hari, namun jika telat dalam pemberitaan akan menjadi basi.</li>
<li>Proximity (Kedekatan)<br />
Berita lokal lebih pas diberitakan di daerah bersangkutan.</li>
<li>Prominence (Keakraban)<br />
Akrabnya suatu peristiwa terhadap khalayak</li>
<li>Kejutan (Surprise)</li>
<li>Clarity (Kejelasan) kejadian atau peristiwa</li>
<li>Dampak (Impact)</li>
<li>Konfik</li>
<li>Human Interest<br />
Kemampuan suatu peristiwa menyentuh perasaan kemanusiaan khalayak</li>
</ol>
<p>Berita tidak mutlah harus memenuhi unsur-unsur di atas. Namun semakin banyak unsur-unsur tersebut melekat dalam suatu peristiwa maka nilai beritanya semakin tinggi.</p>
<p>Ketiga seorang redaktur meminta wartawan untuk melapor hal yang menurutnya menarik, pasti sudah memiliki sensor untuk memilah mana yang menarik dan mana yang tidak.</p>
<p>Yang terpenting adalah bagaimana membuat pembaca juga merasakan bahwa hal yang ingin kita sampaikan itu benar-benar penting untuk diketahui orang lain.</p>
<p>Jadi yang terpenting adalah bagaimana tulisan yang kita paparkan bisa bercerita serta sedapat mungkin mengundang minat banyak orang, entah itu menjadi masalah kita semua, lucu, atau mengharukan.</p>
<p>Hal ini biasanya sudah dimulai pada paragraf awal <em>(lead)</em> turun terus hingga ke tubuh tulisan dan <em>ending.</em></p>
<p>Sebagai wartawan/penulis yang baik, biasanya sudah ditentukan sejak awal <em>angle</em> yang akan diambil. Artinya, apa yang nantinya ingin disampaikan, diketahui dan dirasakan pembaca.</p>
<p>Potong atau buang informasi, detail atau apapun yang tidak mendukung pilihan awal kita, daripada pembaca di akhir tulisan malah bingung sebetulnya apa yang ingin disampaikan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/nilai-berita/">Nilai Berita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/nilai-berita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
