<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ibu Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/ibu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/ibu/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jul 2010 06:15:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Kasihmu Ibu</title>
		<link>https://www.denbagus.com/kasihmu-ibu/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/kasihmu-ibu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 06:12:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blank!]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=670</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Kasih Ibu Kepada Beta Tak Terhingga Sepanjang Masa &#8230;&#8221;, sebait lirik yang mengingatkanku pada beberapa tahun silam. Tak terasa Ibu, hari ini anakmu ini meneteskan air mata, sedih seolah tangan ini tak mampu lagi menyentuhmu. Seolah aku sudah melupakan kasihmu. Guratan wajah dan jalan letihmu sudah cukup membuatku merinding. Maafkan aku Ibu jika aku masih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kasihmu-ibu/">Kasihmu Ibu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Kasih Ibu Kepada Beta Tak Terhingga Sepanjang Masa &#8230;&#8221;</em>, sebait lirik yang mengingatkanku pada beberapa tahun silam. Tak terasa Ibu, hari ini anakmu ini meneteskan air mata, sedih seolah tangan ini tak mampu lagi menyentuhmu. Seolah aku sudah melupakan kasihmu. <span id="more-670"></span>Guratan wajah dan jalan letihmu sudah cukup membuatku merinding. Maafkan aku Ibu jika aku masih belum bisa membuatmu tersenyum. Maafkan anakmu yang tidak berbakti ini jika selalu membuatmu marah. Tapi aku tahu Ibu, kasihmu tidak akan pernah luntur kepada kami. Bahkan pengorbanan yang begitu besar tak membuatmu menuntut kami. Amarahmu adalah sabda buat kami. Tetap berilah jalan kepadaku untuk tetap dapat bersujud di pangkuanmu.</p>
<p>Hari ini aku meyadari betapa berat bebanmu Ibu. Pengorbanan yang tiada henti dan tanpa pamrih, terkadang tak perna kami sadari. Ego dan hasrat senantiasa membuat kami keras kepala. Sirami hati ini Ibu lewat peluk kasihmu. Tuntun kami seperti waktu engkau ajarkan kami menjejakkan bumi ini. Kini kami merasa kecil kembali jika mengingat apa yang sudah engkau lakukan buat kami Ibu. Ampuni anakmu. Doamu buat kami adalah penyejuk kalbu. Ya Allah berilah kami senantiasa kekuatan untuk selalu dapat membahagiakan Orang Tua kami. Lewat Merekalah kebesaranMu diagungkan. Lewat merekalah kami mengerti kehidupan ini apa.</p>
<p>Semoga Ibu diberi kekuatan, tabah, dan ikhlas menerima kenyataan hidup ini. Kami anakmu Ibu, selalu menyayangimu, mencintaimu seperti engkau menyayangi kami.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/kasihmu-ibu/">Kasihmu Ibu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/kasihmu-ibu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
