<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>entrepreneur Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/entrepreneur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/entrepreneur/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Apr 2017 07:34:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Model FOLDING TIME FRAME ( AWAL DAN AKHIR)</title>
		<link>https://www.denbagus.com/model-folding-time-frame-awal-dan-akhir/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/model-folding-time-frame-awal-dan-akhir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2017 07:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Blank!]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[old]]></category>
		<category><![CDATA[time frame]]></category>
		<category><![CDATA[young]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2570</guid>

					<description><![CDATA[<p>Model FOLDING TIME FRAME ( AWAL DAN AKHIR) Ngomong apa lagi sih ini. Hehehhe&#8230; memang kok ilmu itu datang dari mana saja. Nah konsep ini saya dapat dari seorang Doktor sahabat saya. Okay, gak akan panjang lebar. Apa sih konsep FOLDING TIME FRAME ini. Simpel sebenarnya. Kalau kita membuat sebuah time frame, dari masa ANAK-ANAK [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/model-folding-time-frame-awal-dan-akhir/">Model FOLDING TIME FRAME ( AWAL DAN AKHIR)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Model FOLDING TIME FRAME ( AWAL DAN AKHIR)</h4>
<p><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/04/17760104_10208671866016359_2062756466836644732_n.jpg"><img loading="lazy" class="alignleft size-full wp-image-2571" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/04/17760104_10208671866016359_2062756466836644732_n.jpg" alt="" height="250" width="600" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/04/17760104_10208671866016359_2062756466836644732_n.jpg 600w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/04/17760104_10208671866016359_2062756466836644732_n-300x125.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a>Ngomong apa lagi sih ini. Hehehhe&#8230; memang kok ilmu itu datang dari mana saja. Nah konsep ini saya dapat dari seorang Doktor sahabat saya.</p>
<p>Okay, gak akan panjang lebar. Apa sih konsep FOLDING TIME FRAME ini. Simpel sebenarnya. Kalau kita membuat sebuah time frame, dari masa ANAK-ANAK sampai pada akhirnya TUA (lihat gambar) kemudian lipat time frame tersebut tepat di tengah.</p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Apa yang terjadi. Tepat .. Kamu memang luar biasa .. hehehehe<br />
Yang terjadi adalah saat dilipat posisi TUA akan kembali ke ANAK-ANAK (ujung bagian TUA berhimpit dengan ujung ANAK-ANAK).</p>
<p>Apa maknanya, beliau Dr. <a class="profileLink" href="https://www.facebook.com/achmadyanu" data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1229957187" data-hovercard-prefer-more-content-show="1">Achmad Yanu</a> menjelaskan lebih lanjut, dan sepertinya kita sepakat. Bahwa saat dilipat perilaku manusia saat usia mulai TUA, perilaku manusia cenderung akan kembali seperti ANAK-ANAK.</p>
<p>Tapi apakah mutlak seperti itu, tentu tidak. Ada cara supaya kita tidak &#8216;menjadi TUA.&#8217; Ah ada-ada saja. Manusia pasti tua.</p>
<p>Ada pepatah, fisik boleh TUA, tapi semangat tetap MUDA. Caranya gimana, ya jangan biarkan otak, pikiran, fisik, menjadi seperti ANAK-ANAK. Asah terus, cari ilmu, belajar terus. Biar daya ingat, mental, pikiran tetap terlatih dan tetap SMART.</p>
<p>Selanjutnya konse FOLDING TIME FRAME ini sebenarnya ada makna lebih dalam. Kami sebagai MUSLIM memahami konsep AWAL dan AKHIR, artinya saat lipatan tadi kita amati, di ujung sama-sama kita bisa melihat satu kesatuan antara AWAL (ANAK-ANAK) dan AKHIR (TUA). Kita dilahirkan yang pada akhirnya kita juga akan berakhir (MATI).</p>
<p>Dan terakhir saat lipatan itu kembali kita lipat-lipat. Coba perhatikan, apa yang terjadi. Benar luar biasa &#8230; menjadi angka 1. Artinya, LAHIR (AWAL) dan MATI (AKHIR) adalah satu kesatuan. Angka satu menunjukkan bahwa pada akhirnya kita harus kembali ke yang ESA yaitu ALLAH SWT.</p>
</div>
<p><span style="border-radius: 2px; text-indent: 20px; width: auto; padding: 0px 4px 0px 0px; text-align: center; font: bold 11px/20px 'Helvetica Neue',Helvetica,sans-serif; color: #ffffff; background: #bd081c  no-repeat scroll 3px 50% / 14px 14px; position: absolute; opacity: 1; z-index: 8675309; display: none; cursor: pointer;">Simpan</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/model-folding-time-frame-awal-dan-akhir/">Model FOLDING TIME FRAME ( AWAL DAN AKHIR)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/model-folding-time-frame-awal-dan-akhir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mental Block Bisnis Pemula</title>
		<link>https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2017 16:14:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[mental blocking]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Modal Berkah Tak Ternilai Nggak punya modal? Yakin? Sejak kita lahir Allah SWT sudah memberi modal kita untuk hidup. Bersyukurlah yang lahir normal. Mata, telinga, mulut, kaki, otak, semua adalah modal yang tak ternilai. Lantas kenapa untuk memulai sesuatu yang baru kadang seseorang cenderung takut ini takut itu, nggak bisa ini nggak bisa itu. Kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/">Mental Block Bisnis Pemula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="https://billionairestore.co.id/bill?af=1!BiXzQYBxoPx" target="_blank"><img loading="lazy" class="wp-image-2562 size-full alignnone" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/03/KTT_denbgus.jpg" alt="Buku Kembali Ke Titik Nol" width="600" height="216" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/03/KTT_denbgus.jpg 600w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/03/KTT_denbgus-300x108.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></h3>
<h3>Modal Berkah Tak Ternilai</h3>
<p>Nggak punya modal? Yakin? Sejak kita lahir Allah SWT sudah memberi modal kita untuk hidup. Bersyukurlah yang lahir normal. Mata, telinga, mulut, kaki, otak, semua adalah modal yang tak ternilai. Lantas kenapa untuk memulai sesuatu yang baru kadang seseorang cenderung takut ini takut itu, nggak bisa ini nggak bisa itu.</p>
<p>Kita lahir sebagai makhluk sempurna. Akal pikiran diberikan agar kita mau belajar, mau berubah ke arah lebih baik. Namun kenyataannya, banyak orang berfikir bahwa nasibnya sudah ditentukan Allah SWT. Padahal jelas diterangkan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang kalau orang itu tidak mau berusaha.</p>
<h3>Mental Blocking</h3>
<p>Seperti apa sih mental <em>blocking</em> ini menjangkit banyak orang. Virus ini bisa menyerang siapa saja. Latar belakang seseorang juga mempengaruhi mental <em>blocking</em> ini. Kenapa ada mental <em>blocking</em>, mohon maaf mental <em>blocking</em> biasanya terjadi pada orang yang sudah nyaman, nriman, dan malas.</p>
<p>Ketiganya bisa jadi benar, tapi harus dibuktikan dulu. Nyaman, kenyamanan seperti apa yang dimaksud. Jika seseorang yang sudah bekerja dengan gaji tertentu tetapi masih saja mengeluh, artinya nyaman itu semu.</p>
<p>Nriman, ini yang kadang berbahaya. Sebagai muslim kita tentu percaya rukun iman salah satunya percaya adanya qada dan qadar. Takdir Allah SWT yang sudah dan akan terjadi. Tetapi banyak yang salah mempersepsikan takdir ini.</p>
<p>Contoh, saat kita setiap hari berangkat kerja, sering terlambat. Jangan terus ya ini sudah takdir, padahal sebenarnya ada pilihan agar tidak terlambat. Misal berangkat lebih pagi. Namun jika sudah berangkat lebih pagi tetapi ternyata ada macet karena ada kecelakaan ini barulah takdir.</p>
<p>Selama manusia masih bisa memilih, itu bukanlan takdir. Namun jika sudah berusaha semaksimal mungkin dan kenyataan tidak sesuai yang diharapkan, itu adalah takdir. Lakukan yang kita bisa lakukan, biar Allah SWT melakukan yang kita tidak bisa lakukan.</p>
<h3>Macam Mental Block</h3>
<p>Mental block berupa pernyataan-pernyataan&nbsp; pesimis terhadap hidup. Rata-rata untuk memulai bisnis keluhan yang umum disampaikan adalah tidak punya modal, tidak didukung keluarga, malu, tidak bakat, gak tahu caranya, gak ngerti manajemen ini itu, dan seabrek alasan. Jangan bilang saya gak seperti itu kok.</p>
<p>Coba deh sekarang <em>flashback</em>, apa saja yang sudah Anda lakukan selama ini. Adakah sesuatu yang baru atau sebatas rutinitas itu-itu saja. Beruntunglah jika dalam setiap hari ini selalu melakukan hal baru. Mental <em>block</em> di atas seperti penyakit kronis yang harus segera diobati. Jika tidak, niscaya Anda bisa bergerak maju.</p>
<h3>Solusi Mengatasi Mental Block</h3>
<p>Caranya sih sangat simpel. Pertama buat daftar mental block Anda. Jujur pada diri sendiri. Tulis sebanyak-banyaknya. Mental <em>block</em> biasanya berupa<em> statetement</em> negatif. Berarti <em>statement</em> negatif tadi rubah menjadi positif.</p>
<p>Contoh: [-]<span style="color: #ff0000;"><em> &#8220;Saya tidak punya modal, gimana bisa membangun bisnis.&#8221;</em></span> Rubah menjadi: [+] <em><span style="color: #0000ff;">&#8220;Modal kan tidak harus uang, kita punya motor, mobil, rumah, handphone, kaki, tangan, laptop, dan lain-lain. Semua itu kan sudah lebih dari cukup untuk memulai bisnis.&#8221;</span></em> Masih contoh lainnya.</p>
<p>Gimana belajarnya hari ini. Sudah bisa paham kan bagaimana mental block itu, dampaknya, dan cara mengatasi mental <em>block.</em></p>
<p>Dalam prinsip saya tidak ada sesuatu yang serba kebetulan. Karena saya yakin Allah SWT yang telah mengatur semua ini GOD SIGN (tanda-tanda Allah SWT). Seperti Anda saat membaca tulisan ini. Berarti Anda sudah menentukan pilihan yang baik. Belajar &#8230;!!! dan dipertemukan dengan tulisan ini.</p>
<p>Tapi untuk menjadi sukses atau menjadi gagal dalam hal apapun, itu adalah pilihan.</p>
<p>Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat. Yuk belajar bisnis bareng-bareng, dan bergeraklah maju. <em>Action</em> langsung. Jadi jangan ragu memulai <a href="http://www.denbagus.com/bisnis-sendiri-your-own-business/">bisnis kita sendiri</a>.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/">Mental Block Bisnis Pemula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
