<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>desain Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/desain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/desain/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Oct 2022 02:24:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Desain, Marketing, Branding</title>
		<link>https://www.denbagus.com/desain-marketing-branding/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/desain-marketing-branding/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2017 04:16:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama belajar desain, kerap kita melupakan kaitan karya desain kita dengan tujuan yang diharapkan. Padahal sudah sangat jelas, desain bukanlah karya seni. Meskipun di dalamnya melipatkan unsur keindahan, namun ada yang lebih penting dari sekedar keindahan. Konsep, strategi, unsur desain, dan berbagai pendekatan lain harus diperhatikan. Produk desain bisa bermacam-macam tujuannya. Bisa sekedar untuk branding [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/desain-marketing-branding/">Desain, Marketing, Branding</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2578" aria-describedby="caption-attachment-2578" style="width: 542px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/20992691_253980075091801_4485174064104362962_n.png"><img class="size-full wp-image-2578" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/20992691_253980075091801_4485174064104362962_n.png" alt="Desain, Branding, Marketing" width="542" height="283" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/20992691_253980075091801_4485174064104362962_n.png 542w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/08/20992691_253980075091801_4485174064104362962_n-300x157.png 300w" sizes="(max-width: 542px) 100vw, 542px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2578" class="wp-caption-text">Desain, Branding, Marketing</figcaption></figure>
<p>Selama belajar desain, kerap kita melupakan kaitan karya desain kita dengan tujuan yang diharapkan. Padahal sudah sangat jelas, desain bukanlah karya seni. Meskipun di dalamnya melipatkan unsur keindahan, namun ada yang lebih penting dari sekedar keindahan. Konsep, strategi, unsur desain, dan berbagai pendekatan lain harus diperhatikan. Produk desain bisa bermacam-macam tujuannya. Bisa sekedar untuk branding membangun awareness, marketing, atau bahkan closing.</p>
<p>Desain, branding, dan marketing merupakan satu bagian yang tak terpisahkan, saling terkait satu sama lain. Salah satu elemen pembentuk pada maketing tool adalah desain. Bisa berupa media promosi atau sekedar visual pendukung pada media promosi.</p>
<p>Ibarat tubuh, desain telah menyatu pada marketing. Belakangan, peran audio visual sudah sangat menonjol, selain lebih menarik, perilaku manusia sudah berubah. Suka yang praktis dan cepat. Didukung lahirnya berbagai platform mobile dan media sosial. Kondisi ini memaksa pelaku bisnis mau tidak mau harus melengkapi lini pemasar mereka dengan strategi yang lebih menarik melalui media audio visual.</p>
<p>Saking banyaknya model pemasaran dalam bentuk audio maupun visual, kita tidak menyadari kalau setiap hari telah dibombardir dan dikepung oleh berbagai penawaran iklan di sekitar kita.</p>
<p>Desain memiliki makna yang sangat luas. Secara spesifik ada bidang khusus yang mempelajari desain. Berbagai keilmuan didapat dalam bidang desain, meskipun secara spesifik tidak terlalu dalam. Ada psikologi, komunikasi, bahasa, visual, dan keilmuan lain yang relevan. Seluruh elemen bisa digunakan untuk menentukan prinsip strategis yang ingin dicapai dan harus dipahami oleh seorang desainer.</p>
<p>Karya desain dipastikan harus mampu &#8216;mengejewantahkan&#8217; (red. menterjemahkan) maksud dari karya desain tersebut dibuat (membangun awareness, call to action, atau tujuan lainnya).</p>
<p>Jadi sudah sangat jelaskan, desain tidak bisa terpisahkan dari marketing. Keduanya merupakan hubungan yang saling terkait &#8220;simbiosis mutalisme.&#8221;</p>
<p>pic. designone.co.uk</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/desain-marketing-branding/">Desain, Marketing, Branding</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/desain-marketing-branding/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</title>
		<link>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2017 05:17:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis baju]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kaos]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis tshirt]]></category>
		<category><![CDATA[clothingpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[crowdfunding]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[design kaos]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2464</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEKILAS BISNIS CLOTHING Beberapa tahun yang lalu bermunculan istilah distro di banyak daerah. Produk-produk yang dijualpun beragam. Kini istilah tersebut mulai berkembang seiring hadirnya peran teknologi dalam bisnis baju atau kerennya biasa disebut &#8216;clothing&#8217;. Istilah ini memang lazim digunakan untuk jenis produk kaos, namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pergeseran. CROWDFUNDING Bisnis clothing, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>SEKILAS BISNIS<em><strong> CLOTHING</strong></em></h4>
<p>Beberapa tahun yang lalu bermunculan istilah distro di banyak daerah. Produk-produk yang dijualpun beragam. Kini istilah tersebut mulai berkembang seiring hadirnya peran teknologi dalam bisnis baju atau kerennya biasa disebut <em>&#8216;clothing&#8217;</em>. Istilah ini memang lazim digunakan untuk jenis produk kaos, namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pergeseran.</p>
<h4><em><strong>CROWDFUNDING</strong></em></h4>
<p>Bisnis <em>clothing,</em> pemula usaha <em>cloting</em> harus punya modal besar. Mereka harus memiliki toko/<em>showroom</em> untuk menjual produk mereka. Belum lagi biaya produksi yang tidak sedikit. Saat ini tidak ada lagi alasan bagi seseorang untuk memulai bisnis tapi tidak punya modal.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> adalah alternatif terbaik bagi siapapun yang ingin bisnisnya mendapat pembiayaan. Bisnis nyaris tanpa modal. Bukan tanpa modal sama sekali sih, walaupun sebenarnya bisa tanpa modal.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> belakang menjadi buah bibir di banyak komunitas dalam kaitannya dengan industri kreatif. Pasalnya melalui <em>crowdfunding</em> ini akan mampu mendorong pertembuhan perekonomian negara melalui berbagai produk inovatif dan kreatif. Melahirkan talenta-talenta muda untuk ditantang terjun dalam dunia bisnis.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> sendiri memiliki berbagai macam jenis, ada yang murni pembiayaan, ada yang dikelola semacam <em>marketplace</em>. Untuk bisnis <em>clothing </em>model<em> crowdfunding </em>sangat membantu pemula untuk mencoba bisnis baru<em> (statup). </em>Beberapa <em>crowdfunding</em> menerapkan <em>coaching</em> hingga membernya bisa sukses</p>
<p>Hal inilah yang menjadi poin penting bagi kedua belah pihak. Karena saat <em>startup</em> tersebut sukses akan memberi <em>impact</em> positif terhadap induk dalam hal ini <em>crowdfunding</em> yang mengayomi.</p>
<p><strong>Keuntungan <em>crowdfunding</em></strong></p>
<ol>
<li><em><strong>Create Buzz Effect</strong></em><br />
Mempromosikan crowdfunding sama halnya membuat <em>buzz effec</em>t terhadap proyek kita sendiri.</li>
<li><em><strong>Zero Risk</strong></em><br />
Sudah pasti, karena kita keluar biaya terlalu banyak, misalkan produk tidak lakukan kita hanya rugi sebagian kecil saja. Resiko sangat kecil, karena sistem diserahkan kepada <em>crowdfunding.</em></li>
<li><strong><em>Product Market Fit</em></strong><br />
Semakin besar <em>buzz effect</em> yang didapat, potensi keberhasilan proyek semakin tinggi. Sehingga kepercayaan dari crowdfudning semakin besar. Potensi kenaikan profit dalam kerjasama semakin tinggi. Bahkan bukan tidak mungkin pembiayaan secara independen bisa terjadi. Di sinilah saatnya impian diwujudkan.</li>
</ol>
<h4><em><strong>RELATIF MUDAH SEBAGAI PEMULA DALAM BISNIS</strong></em></h4>
<p>Meskipun sektor bisnis adalah <em>riil,</em> model bisnis yang diterapkan tetap memprioritaskan teknologi, <em>social media, marketplace,</em> dan<em> website</em>. Nah, berkaitan dengan <em>crowdfunding</em> bagi pemula yang ingin memulai bisnis nyaris tanpa modal, <em>clothing</em> merupakan jenis model bisnis paling mudah.</p>
<p>Kenapa <em>clothingpreneur</em> lah yang paling mudah dimulai, alasannya:</p>
<ol>
<li>Bisnis <em>clothing</em> tidak pernah mati selama masih ada anak muda, bahkan mungkin selama ada manusia.</li>
<li>Makin banyaknya jenis <em>crowdfunding, </em>sehingga tidak perlu investasi besar di awal.</li>
<li>Cara pemasaran/iklan lebih terukur dan biaya relatif lebih murah.</li>
<li>Ide <em>niche</em> banyak, bisa melihat momen-moment tertentu, isu yang lagi hits, komunitas atau melihat <em>fashion</em> artis.</li>
</ol>
<h4>KIAT-KIAT SEDERHANA MEMULAI BISNIS</h4>
<p>Berikut ini kiat-kiat mudah untuk memulai bisnis <em>clothing</em> &#8216;nyaris&#8217; tanpa modal.</p>
<ol>
<li>Bisnis itu bukan asal-asalan. Harus tahu ilmunya. Tapi bukan teori semata.</li>
<li>Menguasai empaat (4) pilar dasar dalam memulai bisnis <em>clothing</em>. Empat pilar yang dimaksud meliputi:
<ul>
<li><em><strong>Niche market</strong></em><br />
Menemukan segmen pasar yang spesifik. Preferensi bisa dari komunitas tertentu, bisa momen hari besar, bisa isu lagi tren, atau yang sedang digunakan seorang artis, dll.</li>
<li><strong>Merek</strong><br />
Merek haruslah memiliki tingkat keunikan tersendiri sebagai pembeda dari produk sejenis di pasaran. Baik desain, nama, harus relevan dengan niche yang dipilih. Agar memiliki identitas yang kuat.</li>
<li><strong>Design</strong><br />
Desain sebagai bagian dari merek, yang terpenting kesesuaian dengan <em>niche</em> atau target yang dipilih. Jika tidak bisa bikin desain, bisa kongsian dengan teman yang pinter desain atau gunakan jasa desain dari pihak lain. Desain tidak semata bagusnya saja, tetapi sederhana dan mampu merepresentasikan konsumen yang disasar. Misalkan, target yang disasar komunitas fotografi. Ya gunakan desain yang relevan dengan itu. Objek atau elemen yang digunakan boleh kamera, lensa, orang motret, dll.</li>
<li><strong>Kualitas.</strong><br />
Sebagus apapun <em>clothing</em> yang dibuat, kalau dari sisi kualitas (bahan, jahit, sablon, dll) tidak baik. Konsumen pasti kecewa. Potensi mereka <em><strong>switch brand</strong></em> sangat mungkin terjadi. Konsumen harus puas setengah mati sampai tidak akan beralih, bahkan jika perlu mereka dengan sukarela meng<em>endorse</em> produk kita.</li>
</ul>
</li>
<li><em><strong>Market observation</strong></em><br />
Yang sering dilupakan oleh bisnis pemula adalah <em>market observation.</em> Sebagian besar ingin mulai bisnis secepatnya tanpa pikir banyak seperti apa market yang mereka sasar. Ada pepatah jawa, kalau teori melulu kapan prakteknya. Ada benarnya sih, tetapi tetap saja harus ada konsep dan persiapan. <em>Market observation</em> tujuannya adalah memetakkan target pasar yang ingin disasar. Misalkan dengan riset sederhana melalui media sosial, angket, membaca, dll. Tujuannya agar kita mendapat <em>insight</em> mengenai apa yang menjadi peluang untuk bisnis kita. Sederhananya sih kalau kita pernah sekolah mengenal SWOT. Kompetitor bagaimana, harga sudah kompetitif belum, dll.</li>
<li><em><strong>Competitive advantage</strong></em><br />
Setelah tahapan market observation selesai, saatnya kita tentukan competitive advantage apa yang menjadi unggulan dari produk kita. Lebih dekat dengan konsumen, bangun merek yang unik dan menarik sesuai dengan keunggulan yang telah dibangun dalam bisnis kita.</li>
<li><em><strong>Design Resource</strong></em><br />
Desain bisa dilakukan banyak cara. Buat sendiri atau gunakan jasa desain. Jadi siapapun tidak perlu repot soal desain. Referensi desain, freepik, pixabay, gimp, inkspace, canva, dll. Desain komunitas bisa melakukan riset, referensi, dribble, freelancer, designious, dll.</li>
<li><em><strong>Type of Print</strong></em><br />
Harus mengetahui jenis-jenis cetak <em>clothing</em>. Agar mengetahui perbedaan serta kualitas yang dihasilkan dari masing-masing karakter cetak. Saat ini yang masih banyak digunakan adalah <em>screen printing</em> (sablon) dan teknologi lumayan baru<em> Direct to Garmen (DTG).</em></li>
<li><strong><em>Market validation</em></strong><br />
Sebelum kita membuat produk mass production, ada baiknya lakukan uji pasar. Paling sederhana riset kembali melalui media digital atau media sosial dan lingkungan terdekat. Lihat impak yang didapat. Hal ini agar proses<em> marketing</em> lebih efektif dan menghindari penggunaan <em>budgeting</em> promo yang berlebihan.</li>
<li>Inbound Markating<br />
Dalam rangka menunjang aktivitas <em>marketing,</em> lakukan <em>campaign</em> di media sosial<em> (online)</em> atau <em>event</em> sederhana <em>(offline)</em> untuk membangun <em>awareness</em> konsumen. Selain itu, channel media yang dipilih harus secara konsisten memuat konten-konten yang menarik sesuai segmentasi. Harapannya dari konten tersebut konsumen suka dan melakukan <em>endors</em> secara tidak langsung dengan melakukan <em>share</em> ke khalayak. Ini biasa disebut &#8216;<em>pull marketing</em>.&#8221; Sifatnya mengajak orang lain untuk membeli produk kita.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
 [<a href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">See image gallery at www.denbagus.com</a>] 
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Karya Desain yang Efektif – Ad Design</title>
		<link>https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 05:52:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Design & Art]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[ad design strategy]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[desain iklan]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah desain]]></category>
		<category><![CDATA[membuat desain iklan]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip desain]]></category>
		<category><![CDATA[strategi desain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=1117</guid>

					<description><![CDATA[<p>Strategi Dasar dalam Membuat Desain Desain terutama berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual merupakan bauran berbagai disiplin ilmu. Di dalamnya mencakup berbagai kajian bidang keilmuan, desain sendiri pemahamannyapun cukup luas. Belum lagi di dalamnya bisa mencakup keilmuan tentang psikologi, manajemen, audio visual, dan banyak lagi kajian di dalamnya. Sehingga belumlah cukup sebuah karya desain jika hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/">Membuat Karya Desain yang Efektif – Ad Design</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Strategi Dasar dalam Membuat Desain</strong><br />
Desain terutama berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual merupakan bauran berbagai disiplin ilmu. Di dalamnya mencakup berbagai kajian bidang keilmuan, desain sendiri pemahamannyapun cukup luas. Belum lagi di dalamnya bisa mencakup keilmuan tentang psikologi, manajemen, audio visual, dan banyak lagi kajian di dalamnya. <span id="more-1117"></span>Sehingga belumlah cukup sebuah karya desain jika hanya dilihat dari sisi <em>fine art</em> semata. Karya desain harus mampu mengkomunikasikan maksud atau tujuan yan diharapkan, apakah sekedar memberi informasi atau ada tujuan persuasif. Karya desain lebih banyak dikaitkan dengan <em>Ad Design.</em> Kenapa? Iklan pada di media telah banyak mempengaruhi <em>life style </em>masyarakat pada umumnya, bahkan mampu membentuk kultur budaya baru.</p>
<p>Lalu bagaimana agar sebuah desain mampu mengkomunikasikan tujuan yang dimaksud? Pada tulisan saya kali ini saya tidak membahas tentang strategi markertingnya, namun lebih kepada bagaimana menyiapkan sebuah karya desain yang diperlukan sebagai <em>marketing tool.</em> Sehingga tidak terjebak hanya pada unsur keindahannya semata.</p>
<p>Ada beberapa difinisi penting yang harus dipahami oleh seorang desainer.<br />
Pertama kita harus mengetahui fungsi desain.</p>
<ol>
<li>Pembuatan karya desain haruslah mempunya tujuan utama. Apa yang akan disampaikan.</li>
<li>Desain harus mampu menarik ‘target audiens’ yang kita bidik.</li>
<li>Mampu menyampaikan informasi yang diharapkan.</li>
<li>Desain juga memungkinkan kita untuk mengatur dan menggali ide-ide, agar karya desain tersebut benar-benar berkualitas baik dari sisi visual maupun komunikasinya.</li>
<li>Desain harus mampu memberi penekanan informasi yang dianggap menarik, artinya jangan sampai malah menimbulkan <em>miss perseption</em> gara-gara salah pemaknaan informasi yang disampaikan.</li>
</ol>
<p>Kedua kita juga harus memahami prinsip-prinsip dasar dalam membuat karya desain.</p>
<ol>
<li><strong>Balance/Keseimbangan</strong><br />
Meliputi simetris atau tidak bentuk desainya, perbandingan ukuran dari elemen-elemen pembentuk, pemilihan objek gambar, bisa garis, bidang, foto dll, penempatan atau komposisi mau di atas, bawah, tengah, dll)</li>
<li><strong>Kontras/penekanan</strong><br />
Pemilihan huruf, tebal tipis huruf, cetak miring, di blok dll.</li>
<li><strong>Harmony/Keselarasan</strong><br />
Elemen pembentuk haruslah sesuai, termasuk warna, bahan atau materi desain, arah atau alur.</li>
<li><strong>Proporsi</strong><br />
Bisa mengacu pada <em>Rule of Thirds (Goldern mean)</em>untuk menghindari kebosanan serta terlihat lebih dinamis.</li>
<li><strong>Movement/Alur</strong><br />
Contoh prinsip Z motion</li>
<li> <strong>Negative or “White” Space</strong><br />
<em>White space</em> sangat diperlukan saat audiens sudah merasa lelah melihat dan membaca. White space juga bisa difungsikan untuk memberi penekanan pada objek atau tulisan tertentu. Selain itu bisa juga sebagai unsur keseimbangan pada desain agar tidak monoton.</li>
<li><strong>Sederhana/Simplicity</strong><br />
Buat desain yang mudah dipahami, sederhana tidak berbelit-belit.</li>
<li><strong>Kesatuan/Unity</strong><br />
Kesatuan dapat diwujudkan dengan menentukan dimana letak <em>central focus </em>atau<em> focal point</em> dimana mata akan cenderung terfokus/terskonsentrasi.</li>
<li><strong>Konsisten/Consistency</strong><br />
Jika desain terdiri dari beberapa halaman atau bagian, buat tiap halaman memiliki ciri yang teratur dan konsisten, misalkan dengan penggunaan elemen yang sama di halaman berkutnya. Hal ini akan memudahkan audiens dalam identifikasi serta tidak membingungkan. Audiens juga akan lebih mudah mengetahui mana yang penting dan tidak.</li>
<li><strong>Proximity/Kedekatan</strong><br />
Kedekatan apa yang ingin dibangun pada sebuah karya desain/iklan/produk. Contoh: Iklan Marlboro yang identik dengan sosok pria maco berkuda (Cowboy).  Contoh lainnya iklan lipstik yang secara visual diwakili oleh bibir seksi seorang artis, kemudian di belakangnya ada pria tampan dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Sepuluh hal di atas adalah senjata utama seorang desainer yang harus dipahami luar kepala.</p>
<p>Selain prinsip-prinsip di atas ada hal lain yang tidak kalah penting dan harus dipersiapkan.  <em>Headline, Body Copy, Visual Element</em> harus disiapkan secara matang sesuai konsep dan <em>creative brief</em> yang dibuat.</p>
<p><em>“Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up. <strong>–Pablo Picasso-</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/">Membuat Karya Desain yang Efektif – Ad Design</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/membuat-karya-desain-yang-efektif-%e2%80%93-ad-design/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Flexible Packaging &#8211; Kemasan Fleksibel Sebagai Sarana Meningkatkan Nilai Jual Produk</title>
		<link>https://www.denbagus.com/flexible-packaging-kemasan-fleksibel-sebagai-sarana-meningkatkan-nilai-jual-produk/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/flexible-packaging-kemasan-fleksibel-sebagai-sarana-meningkatkan-nilai-jual-produk/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 03:38:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[alu]]></category>
		<category><![CDATA[aluminium foil]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[flexible packaging]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[metalizing]]></category>
		<category><![CDATA[nilai jual]]></category>
		<category><![CDATA[packaging]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=971</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bahasan tentang kemasan sudah pernah penulis buat secara singkat. Kali ini akan dibahas kemasan yang lebih spesifik, yaitu kemasan fleksibel (Flexible Packaging). Sedikit flashback konsep awal kemasan. Kemasan adalah gabungan dari sains, seni, dan teknologi untuk melindungi produk yang dikemas terhadap pengaruh lingkungan yang “merusak”. Kemasan adalah kombinasi dari elemen bahan baku, mesin, dan manusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/flexible-packaging-kemasan-fleksibel-sebagai-sarana-meningkatkan-nilai-jual-produk/">Flexible Packaging &#8211; Kemasan Fleksibel Sebagai Sarana Meningkatkan Nilai Jual Produk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasan tentang <a title="Belajar Kemasan" href="http://www.denbagus.com/packaging-learning-belajar-kemasan" target="_blank" rel="noopener">kemasan</a> sudah pernah penulis buat secara singkat. Kali ini akan dibahas kemasan yang lebih spesifik, yaitu kemasan fleksibel <em>(Flexible Packaging)</em>.</p>
<p>Sedikit<em> flashback</em> konsep awal kemasan.<span id="more-971"></span><code></code></p>
<ol>
<li>Kemasan adalah gabungan dari sains, seni, dan teknologi untuk melindungi produk yang dikemas terhadap pengaruh lingkungan yang “merusak”.</li>
<li>Kemasan adalah kombinasi dari elemen bahan baku, mesin, dan manusia untuk menjaga kekedapannya antara produk dan pengaruh luar yang ekstrim agar komponen penting dari isi kemasan tersebut tidak berubah.</li>
<li>Kemasanlah yang memungkinkan barang – barang produksi dapat dipindah dan dikirimkan kepada konsumen secara aman dan ekonomis.</li>
</ol>
<div>Sejalan berkembangnya waktu, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dan wadah tetapi juga berfungsi&nbsp;“Sebagai alat bantu pemasaran” <em>(Marketing Tool).</em></div>
<p><strong>KEMASAN FLEKSIBEL (FLEXIBLE PACKAGING)</strong></p>
<div>Kemasan yang terbuat dari bahan plastik lentur, bisa dipadukan dengan bahan lain seperti aluminium foil (ALU), metalizing, kertas, dan jenis plastik lain serta dapat dicetak dan direkatkan.</div>
<div>
<p><strong>SIFAT KHAS KEMASAN FLEKSIBEL</strong></p>
<ol>
<li>Fleksibel, mampu mengikuti bentuk produk yang dikemas.</li>
<li>Dapat direkatkan <em>(seal)</em>, mudah dibuka, higienis, mudah diketahui isinya, dan bisa dicetak penuh warna tanpa mempengaruhi atau merubah isi produk.</li>
<li>Mudah penyimpanannya, bisa dilipat, dan hemat tempat.</li>
<li>Unik.</li>
</ol>
<div>Kemasan fleksibel termasuk jenis kemasan multi layer. Karena terdiri dari beberapa lapisan bahan kemasan yang memiliki fungsi melindungi terhadap kontaminasi cahaya secara langsung dan kontaminasi udara serta uap air yang dapat merubah rasa dan daya tahan produk. Lapisan lain berfungsi media yang dapat dicetak.</div>
<div>
<figure id="attachment_974" aria-describedby="caption-attachment-974" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/multi_layer.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-974" title="Multi Layer - Kemasan Fleksibel" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/multi_layer-300x124.jpg" alt="Multi Layer - Kemasan Fleksibel" width="300" height="124" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/multi_layer-300x124.jpg 300w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2011/07/multi_layer.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-974" class="wp-caption-text">Multi Layer - Kemasan Fleksibel</figcaption></figure>
</div>
</div>
<p><strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong></strong><br />
<strong>MATERIAL KEMASAN FLEKSIBEL</strong></p>
<div>
<div>1. Material untuk printing / main substrate</div>
<div>2. Material untuk barrier</div>
<div>3. Material untuk heat seal</div>
<div>4. Material untuk melekatkan material – material di atas termasuk adhesive</div>
</div>
<p>Spesifikasi Kemasan Flexible ditentukan oleh :</p>
<p>1.&nbsp; Jenis Isi<br />
2.&nbsp; Mesin Pengisi<br />
3.&nbsp; Berat Isi<br />
4.&nbsp;<em> “Shelf Life”</em> (masa sampai kadaluwarsa)<br />
5.&nbsp; Harga Jual<br />
6.&nbsp; Peredaran, Distribusi, dan Cara Penjualan<br />
7.&nbsp; Keinginan Khusus seperti, mudah disobek, bisa ditutup kembali, bisa berdiri, dll.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/flexible-packaging-kemasan-fleksibel-sebagai-sarana-meningkatkan-nilai-jual-produk/">Flexible Packaging &#8211; Kemasan Fleksibel Sebagai Sarana Meningkatkan Nilai Jual Produk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/flexible-packaging-kemasan-fleksibel-sebagai-sarana-meningkatkan-nilai-jual-produk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
