<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bisnis tshirt Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/bisnis-tshirt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/bisnis-tshirt/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2017 05:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</title>
		<link>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2017 05:17:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis baju]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kaos]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis tshirt]]></category>
		<category><![CDATA[clothingpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[crowdfunding]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[design kaos]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2464</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEKILAS BISNIS CLOTHING Beberapa tahun yang lalu bermunculan istilah distro di banyak daerah. Produk-produk yang dijualpun beragam. Kini istilah tersebut mulai berkembang seiring hadirnya peran teknologi dalam bisnis baju atau kerennya biasa disebut &#8216;clothing&#8217;. Istilah ini memang lazim digunakan untuk jenis produk kaos, namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pergeseran. CROWDFUNDING Bisnis clothing, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>SEKILAS BISNIS<em><strong> CLOTHING</strong></em></h4>
<p>Beberapa tahun yang lalu bermunculan istilah distro di banyak daerah. Produk-produk yang dijualpun beragam. Kini istilah tersebut mulai berkembang seiring hadirnya peran teknologi dalam bisnis baju atau kerennya biasa disebut <em>&#8216;clothing&#8217;</em>. Istilah ini memang lazim digunakan untuk jenis produk kaos, namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pergeseran.</p>
<h4><em><strong>CROWDFUNDING</strong></em></h4>
<p>Bisnis <em>clothing,</em> pemula usaha <em>cloting</em> harus punya modal besar. Mereka harus memiliki toko/<em>showroom</em> untuk menjual produk mereka. Belum lagi biaya produksi yang tidak sedikit. Saat ini tidak ada lagi alasan bagi seseorang untuk memulai bisnis tapi tidak punya modal.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> adalah alternatif terbaik bagi siapapun yang ingin bisnisnya mendapat pembiayaan. Bisnis nyaris tanpa modal. Bukan tanpa modal sama sekali sih, walaupun sebenarnya bisa tanpa modal.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> belakang menjadi buah bibir di banyak komunitas dalam kaitannya dengan industri kreatif. Pasalnya melalui <em>crowdfunding</em> ini akan mampu mendorong pertembuhan perekonomian negara melalui berbagai produk inovatif dan kreatif. Melahirkan talenta-talenta muda untuk ditantang terjun dalam dunia bisnis.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> sendiri memiliki berbagai macam jenis, ada yang murni pembiayaan, ada yang dikelola semacam <em>marketplace</em>. Untuk bisnis <em>clothing </em>model<em> crowdfunding </em>sangat membantu pemula untuk mencoba bisnis baru<em> (statup). </em>Beberapa <em>crowdfunding</em> menerapkan <em>coaching</em> hingga membernya bisa sukses</p>
<p>Hal inilah yang menjadi poin penting bagi kedua belah pihak. Karena saat <em>startup</em> tersebut sukses akan memberi <em>impact</em> positif terhadap induk dalam hal ini <em>crowdfunding</em> yang mengayomi.</p>
<p><strong>Keuntungan <em>crowdfunding</em></strong></p>
<ol>
<li><em><strong>Create Buzz Effect</strong></em><br />
Mempromosikan crowdfunding sama halnya membuat <em>buzz effec</em>t terhadap proyek kita sendiri.</li>
<li><em><strong>Zero Risk</strong></em><br />
Sudah pasti, karena kita keluar biaya terlalu banyak, misalkan produk tidak lakukan kita hanya rugi sebagian kecil saja. Resiko sangat kecil, karena sistem diserahkan kepada <em>crowdfunding.</em></li>
<li><strong><em>Product Market Fit</em></strong><br />
Semakin besar <em>buzz effect</em> yang didapat, potensi keberhasilan proyek semakin tinggi. Sehingga kepercayaan dari crowdfudning semakin besar. Potensi kenaikan profit dalam kerjasama semakin tinggi. Bahkan bukan tidak mungkin pembiayaan secara independen bisa terjadi. Di sinilah saatnya impian diwujudkan.</li>
</ol>
<h4><em><strong>RELATIF MUDAH SEBAGAI PEMULA DALAM BISNIS</strong></em></h4>
<p>Meskipun sektor bisnis adalah <em>riil,</em> model bisnis yang diterapkan tetap memprioritaskan teknologi, <em>social media, marketplace,</em> dan<em> website</em>. Nah, berkaitan dengan <em>crowdfunding</em> bagi pemula yang ingin memulai bisnis nyaris tanpa modal, <em>clothing</em> merupakan jenis model bisnis paling mudah.</p>
<p>Kenapa <em>clothingpreneur</em> lah yang paling mudah dimulai, alasannya:</p>
<ol>
<li>Bisnis <em>clothing</em> tidak pernah mati selama masih ada anak muda, bahkan mungkin selama ada manusia.</li>
<li>Makin banyaknya jenis <em>crowdfunding, </em>sehingga tidak perlu investasi besar di awal.</li>
<li>Cara pemasaran/iklan lebih terukur dan biaya relatif lebih murah.</li>
<li>Ide <em>niche</em> banyak, bisa melihat momen-moment tertentu, isu yang lagi hits, komunitas atau melihat <em>fashion</em> artis.</li>
</ol>
<h4>KIAT-KIAT SEDERHANA MEMULAI BISNIS</h4>
<p>Berikut ini kiat-kiat mudah untuk memulai bisnis <em>clothing</em> &#8216;nyaris&#8217; tanpa modal.</p>
<ol>
<li>Bisnis itu bukan asal-asalan. Harus tahu ilmunya. Tapi bukan teori semata.</li>
<li>Menguasai empaat (4) pilar dasar dalam memulai bisnis <em>clothing</em>. Empat pilar yang dimaksud meliputi:
<ul>
<li><em><strong>Niche market</strong></em><br />
Menemukan segmen pasar yang spesifik. Preferensi bisa dari komunitas tertentu, bisa momen hari besar, bisa isu lagi tren, atau yang sedang digunakan seorang artis, dll.</li>
<li><strong>Merek</strong><br />
Merek haruslah memiliki tingkat keunikan tersendiri sebagai pembeda dari produk sejenis di pasaran. Baik desain, nama, harus relevan dengan niche yang dipilih. Agar memiliki identitas yang kuat.</li>
<li><strong>Design</strong><br />
Desain sebagai bagian dari merek, yang terpenting kesesuaian dengan <em>niche</em> atau target yang dipilih. Jika tidak bisa bikin desain, bisa kongsian dengan teman yang pinter desain atau gunakan jasa desain dari pihak lain. Desain tidak semata bagusnya saja, tetapi sederhana dan mampu merepresentasikan konsumen yang disasar. Misalkan, target yang disasar komunitas fotografi. Ya gunakan desain yang relevan dengan itu. Objek atau elemen yang digunakan boleh kamera, lensa, orang motret, dll.</li>
<li><strong>Kualitas.</strong><br />
Sebagus apapun <em>clothing</em> yang dibuat, kalau dari sisi kualitas (bahan, jahit, sablon, dll) tidak baik. Konsumen pasti kecewa. Potensi mereka <em><strong>switch brand</strong></em> sangat mungkin terjadi. Konsumen harus puas setengah mati sampai tidak akan beralih, bahkan jika perlu mereka dengan sukarela meng<em>endorse</em> produk kita.</li>
</ul>
</li>
<li><em><strong>Market observation</strong></em><br />
Yang sering dilupakan oleh bisnis pemula adalah <em>market observation.</em> Sebagian besar ingin mulai bisnis secepatnya tanpa pikir banyak seperti apa market yang mereka sasar. Ada pepatah jawa, kalau teori melulu kapan prakteknya. Ada benarnya sih, tetapi tetap saja harus ada konsep dan persiapan. <em>Market observation</em> tujuannya adalah memetakkan target pasar yang ingin disasar. Misalkan dengan riset sederhana melalui media sosial, angket, membaca, dll. Tujuannya agar kita mendapat <em>insight</em> mengenai apa yang menjadi peluang untuk bisnis kita. Sederhananya sih kalau kita pernah sekolah mengenal SWOT. Kompetitor bagaimana, harga sudah kompetitif belum, dll.</li>
<li><em><strong>Competitive advantage</strong></em><br />
Setelah tahapan market observation selesai, saatnya kita tentukan competitive advantage apa yang menjadi unggulan dari produk kita. Lebih dekat dengan konsumen, bangun merek yang unik dan menarik sesuai dengan keunggulan yang telah dibangun dalam bisnis kita.</li>
<li><em><strong>Design Resource</strong></em><br />
Desain bisa dilakukan banyak cara. Buat sendiri atau gunakan jasa desain. Jadi siapapun tidak perlu repot soal desain. Referensi desain, freepik, pixabay, gimp, inkspace, canva, dll. Desain komunitas bisa melakukan riset, referensi, dribble, freelancer, designious, dll.</li>
<li><em><strong>Type of Print</strong></em><br />
Harus mengetahui jenis-jenis cetak <em>clothing</em>. Agar mengetahui perbedaan serta kualitas yang dihasilkan dari masing-masing karakter cetak. Saat ini yang masih banyak digunakan adalah <em>screen printing</em> (sablon) dan teknologi lumayan baru<em> Direct to Garmen (DTG).</em></li>
<li><strong><em>Market validation</em></strong><br />
Sebelum kita membuat produk mass production, ada baiknya lakukan uji pasar. Paling sederhana riset kembali melalui media digital atau media sosial dan lingkungan terdekat. Lihat impak yang didapat. Hal ini agar proses<em> marketing</em> lebih efektif dan menghindari penggunaan <em>budgeting</em> promo yang berlebihan.</li>
<li>Inbound Markating<br />
Dalam rangka menunjang aktivitas <em>marketing,</em> lakukan <em>campaign</em> di media sosial<em> (online)</em> atau <em>event</em> sederhana <em>(offline)</em> untuk membangun <em>awareness</em> konsumen. Selain itu, channel media yang dipilih harus secara konsisten memuat konten-konten yang menarik sesuai segmentasi. Harapannya dari konten tersebut konsumen suka dan melakukan <em>endors</em> secara tidak langsung dengan melakukan <em>share</em> ke khalayak. Ini biasa disebut &#8216;<em>pull marketing</em>.&#8221; Sifatnya mengajak orang lain untuk membeli produk kita.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
 [<a href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">See image gallery at www.denbagus.com</a>] 
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
