<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bisnis pemula Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/tag/bisnis-pemula/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/tag/bisnis-pemula/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jul 2018 06:11:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Reseller Anti Baper</title>
		<link>https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 05:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Selling]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis syar'i]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi reseller]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>
		<category><![CDATA[reseller anti baper]]></category>
		<category><![CDATA[teliti jadi reseller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Reseller Anti Baper Beberapa bilang reseller itu seperti banci. Pengen usaha tapi gak mau resiko, mau enaknya saja. Ya biarkanlah kalau ada statement seperti itu. Mungkin mereka tidak tahu perjuangan menjadi reseller itu seperti apa. Kalau kita paham, reseller itu sama dengan kepanjangan tangan dari sales and marketing, ujung tombak bisnis apapun. Tak ada sales [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/">Reseller Anti Baper</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Reseller Anti Baper</h3>
<p>Beberapa bilang reseller itu seperti banci. Pengen usaha tapi gak mau resiko, mau enaknya saja. Ya biarkanlah kalau ada statement seperti itu. Mungkin mereka tidak tahu perjuangan menjadi reseller itu seperti apa.</p>
<p>Kalau kita paham, reseller itu sama dengan kepanjangan tangan dari sales and marketing, ujung tombak bisnis apapun. Tak ada sales jangan harap bisnis hidup.</p>
<h4>Reseller Perlu Ilmu</h4>
<p>Resellerpun butuh ilmu dan aksi nyata. Kalau berpikir reseller itu banci, gak mau repot, mau enaknya, dan mudah. jangan harap mendapatkan manfaat dengan menjadi reseller.</p>
<p>Tak ada yang mudah dalam hal apapun, semua perlu proses, perjuangan, dan pengorbanan. Reseller yang omset ratusan juta juga melalui proses melelahkan di awal dan panjang.</p>
<p>Reseller yang baik harus tetap tumbuh dan kembang. Tumbuh mindsetnya, berkembang skillnya.</p>
<p>Menjadi reseller itu belajar sekaligus praktek. Biar saat kita punya bisnis sendiri tidak lagi gagap. Belum lagi diskusi dan ilmu manfaat dalam grup-grup reseller.</p>
<p>Kebersamaan dan lingkungan yang memiliki spirit sama, akan menuntut kita terus berproses dan berkompetisi. Selalu menularkan energi positif.</p>
<h4>Selektif Memilih Supplier</h4>
<p>Jadi jangan baper kalau ada yang memandang sebelah mata reseller. Tapi jangan lupa kalau mau jadi reseller, cari yang jelas, akad dan sistem harus syar&#8217;i.</p>
<p>Yuk belajar bareng! Tak ada alasan tidak bisa. Kesempatan sukses saat ini bergantung pada niat, ikhtiar, dan do&#8217;a mu. Sudah melakukan apa untuk menggapai cita-cita mu?</p>
<p>Semoga Allah selalu memberikan keberkahan pada kita dengan ilmu manfaat sebagai bekal akhirat nanti.&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/">Reseller Anti Baper</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mental Block Bisnis Pemula</title>
		<link>https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2017 16:14:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[mental blocking]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Modal Berkah Tak Ternilai Nggak punya modal? Yakin? Sejak kita lahir Allah SWT sudah memberi modal kita untuk hidup. Bersyukurlah yang lahir normal. Mata, telinga, mulut, kaki, otak, semua adalah modal yang tak ternilai. Lantas kenapa untuk memulai sesuatu yang baru kadang seseorang cenderung takut ini takut itu, nggak bisa ini nggak bisa itu. Kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/">Mental Block Bisnis Pemula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="https://billionairestore.co.id/bill?af=1!BiXzQYBxoPx" target="_blank"><img loading="lazy" class="wp-image-2562 size-full alignnone" src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/03/KTT_denbgus.jpg" alt="Buku Kembali Ke Titik Nol" width="600" height="216" srcset="https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/03/KTT_denbgus.jpg 600w, https://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2017/03/KTT_denbgus-300x108.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></h3>
<h3>Modal Berkah Tak Ternilai</h3>
<p>Nggak punya modal? Yakin? Sejak kita lahir Allah SWT sudah memberi modal kita untuk hidup. Bersyukurlah yang lahir normal. Mata, telinga, mulut, kaki, otak, semua adalah modal yang tak ternilai. Lantas kenapa untuk memulai sesuatu yang baru kadang seseorang cenderung takut ini takut itu, nggak bisa ini nggak bisa itu.</p>
<p>Kita lahir sebagai makhluk sempurna. Akal pikiran diberikan agar kita mau belajar, mau berubah ke arah lebih baik. Namun kenyataannya, banyak orang berfikir bahwa nasibnya sudah ditentukan Allah SWT. Padahal jelas diterangkan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang kalau orang itu tidak mau berusaha.</p>
<h3>Mental Blocking</h3>
<p>Seperti apa sih mental <em>blocking</em> ini menjangkit banyak orang. Virus ini bisa menyerang siapa saja. Latar belakang seseorang juga mempengaruhi mental <em>blocking</em> ini. Kenapa ada mental <em>blocking</em>, mohon maaf mental <em>blocking</em> biasanya terjadi pada orang yang sudah nyaman, nriman, dan malas.</p>
<p>Ketiganya bisa jadi benar, tapi harus dibuktikan dulu. Nyaman, kenyamanan seperti apa yang dimaksud. Jika seseorang yang sudah bekerja dengan gaji tertentu tetapi masih saja mengeluh, artinya nyaman itu semu.</p>
<p>Nriman, ini yang kadang berbahaya. Sebagai muslim kita tentu percaya rukun iman salah satunya percaya adanya qada dan qadar. Takdir Allah SWT yang sudah dan akan terjadi. Tetapi banyak yang salah mempersepsikan takdir ini.</p>
<p>Contoh, saat kita setiap hari berangkat kerja, sering terlambat. Jangan terus ya ini sudah takdir, padahal sebenarnya ada pilihan agar tidak terlambat. Misal berangkat lebih pagi. Namun jika sudah berangkat lebih pagi tetapi ternyata ada macet karena ada kecelakaan ini barulah takdir.</p>
<p>Selama manusia masih bisa memilih, itu bukanlan takdir. Namun jika sudah berusaha semaksimal mungkin dan kenyataan tidak sesuai yang diharapkan, itu adalah takdir. Lakukan yang kita bisa lakukan, biar Allah SWT melakukan yang kita tidak bisa lakukan.</p>
<h3>Macam Mental Block</h3>
<p>Mental block berupa pernyataan-pernyataan&nbsp; pesimis terhadap hidup. Rata-rata untuk memulai bisnis keluhan yang umum disampaikan adalah tidak punya modal, tidak didukung keluarga, malu, tidak bakat, gak tahu caranya, gak ngerti manajemen ini itu, dan seabrek alasan. Jangan bilang saya gak seperti itu kok.</p>
<p>Coba deh sekarang <em>flashback</em>, apa saja yang sudah Anda lakukan selama ini. Adakah sesuatu yang baru atau sebatas rutinitas itu-itu saja. Beruntunglah jika dalam setiap hari ini selalu melakukan hal baru. Mental <em>block</em> di atas seperti penyakit kronis yang harus segera diobati. Jika tidak, niscaya Anda bisa bergerak maju.</p>
<h3>Solusi Mengatasi Mental Block</h3>
<p>Caranya sih sangat simpel. Pertama buat daftar mental block Anda. Jujur pada diri sendiri. Tulis sebanyak-banyaknya. Mental <em>block</em> biasanya berupa<em> statetement</em> negatif. Berarti <em>statement</em> negatif tadi rubah menjadi positif.</p>
<p>Contoh: [-]<span style="color: #ff0000;"><em> &#8220;Saya tidak punya modal, gimana bisa membangun bisnis.&#8221;</em></span> Rubah menjadi: [+] <em><span style="color: #0000ff;">&#8220;Modal kan tidak harus uang, kita punya motor, mobil, rumah, handphone, kaki, tangan, laptop, dan lain-lain. Semua itu kan sudah lebih dari cukup untuk memulai bisnis.&#8221;</span></em> Masih contoh lainnya.</p>
<p>Gimana belajarnya hari ini. Sudah bisa paham kan bagaimana mental block itu, dampaknya, dan cara mengatasi mental <em>block.</em></p>
<p>Dalam prinsip saya tidak ada sesuatu yang serba kebetulan. Karena saya yakin Allah SWT yang telah mengatur semua ini GOD SIGN (tanda-tanda Allah SWT). Seperti Anda saat membaca tulisan ini. Berarti Anda sudah menentukan pilihan yang baik. Belajar &#8230;!!! dan dipertemukan dengan tulisan ini.</p>
<p>Tapi untuk menjadi sukses atau menjadi gagal dalam hal apapun, itu adalah pilihan.</p>
<p>Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat. Yuk belajar bisnis bareng-bareng, dan bergeraklah maju. <em>Action</em> langsung. Jadi jangan ragu memulai <a href="http://www.denbagus.com/bisnis-sendiri-your-own-business/">bisnis kita sendiri</a>.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/">Mental Block Bisnis Pemula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/mental-block-bisnis-pemula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</title>
		<link>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2017 05:17:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis baju]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kaos]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis tshirt]]></category>
		<category><![CDATA[clothingpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[crowdfunding]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[design kaos]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2464</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEKILAS BISNIS CLOTHING Beberapa tahun yang lalu bermunculan istilah distro di banyak daerah. Produk-produk yang dijualpun beragam. Kini istilah tersebut mulai berkembang seiring hadirnya peran teknologi dalam bisnis baju atau kerennya biasa disebut &#8216;clothing&#8217;. Istilah ini memang lazim digunakan untuk jenis produk kaos, namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pergeseran. CROWDFUNDING Bisnis clothing, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>SEKILAS BISNIS<em><strong> CLOTHING</strong></em></h4>
<p>Beberapa tahun yang lalu bermunculan istilah distro di banyak daerah. Produk-produk yang dijualpun beragam. Kini istilah tersebut mulai berkembang seiring hadirnya peran teknologi dalam bisnis baju atau kerennya biasa disebut <em>&#8216;clothing&#8217;</em>. Istilah ini memang lazim digunakan untuk jenis produk kaos, namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pergeseran.</p>
<h4><em><strong>CROWDFUNDING</strong></em></h4>
<p>Bisnis <em>clothing,</em> pemula usaha <em>cloting</em> harus punya modal besar. Mereka harus memiliki toko/<em>showroom</em> untuk menjual produk mereka. Belum lagi biaya produksi yang tidak sedikit. Saat ini tidak ada lagi alasan bagi seseorang untuk memulai bisnis tapi tidak punya modal.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> adalah alternatif terbaik bagi siapapun yang ingin bisnisnya mendapat pembiayaan. Bisnis nyaris tanpa modal. Bukan tanpa modal sama sekali sih, walaupun sebenarnya bisa tanpa modal.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> belakang menjadi buah bibir di banyak komunitas dalam kaitannya dengan industri kreatif. Pasalnya melalui <em>crowdfunding</em> ini akan mampu mendorong pertembuhan perekonomian negara melalui berbagai produk inovatif dan kreatif. Melahirkan talenta-talenta muda untuk ditantang terjun dalam dunia bisnis.</p>
<p><em>Crowdfunding</em> sendiri memiliki berbagai macam jenis, ada yang murni pembiayaan, ada yang dikelola semacam <em>marketplace</em>. Untuk bisnis <em>clothing </em>model<em> crowdfunding </em>sangat membantu pemula untuk mencoba bisnis baru<em> (statup). </em>Beberapa <em>crowdfunding</em> menerapkan <em>coaching</em> hingga membernya bisa sukses</p>
<p>Hal inilah yang menjadi poin penting bagi kedua belah pihak. Karena saat <em>startup</em> tersebut sukses akan memberi <em>impact</em> positif terhadap induk dalam hal ini <em>crowdfunding</em> yang mengayomi.</p>
<p><strong>Keuntungan <em>crowdfunding</em></strong></p>
<ol>
<li><em><strong>Create Buzz Effect</strong></em><br />
Mempromosikan crowdfunding sama halnya membuat <em>buzz effec</em>t terhadap proyek kita sendiri.</li>
<li><em><strong>Zero Risk</strong></em><br />
Sudah pasti, karena kita keluar biaya terlalu banyak, misalkan produk tidak lakukan kita hanya rugi sebagian kecil saja. Resiko sangat kecil, karena sistem diserahkan kepada <em>crowdfunding.</em></li>
<li><strong><em>Product Market Fit</em></strong><br />
Semakin besar <em>buzz effect</em> yang didapat, potensi keberhasilan proyek semakin tinggi. Sehingga kepercayaan dari crowdfudning semakin besar. Potensi kenaikan profit dalam kerjasama semakin tinggi. Bahkan bukan tidak mungkin pembiayaan secara independen bisa terjadi. Di sinilah saatnya impian diwujudkan.</li>
</ol>
<h4><em><strong>RELATIF MUDAH SEBAGAI PEMULA DALAM BISNIS</strong></em></h4>
<p>Meskipun sektor bisnis adalah <em>riil,</em> model bisnis yang diterapkan tetap memprioritaskan teknologi, <em>social media, marketplace,</em> dan<em> website</em>. Nah, berkaitan dengan <em>crowdfunding</em> bagi pemula yang ingin memulai bisnis nyaris tanpa modal, <em>clothing</em> merupakan jenis model bisnis paling mudah.</p>
<p>Kenapa <em>clothingpreneur</em> lah yang paling mudah dimulai, alasannya:</p>
<ol>
<li>Bisnis <em>clothing</em> tidak pernah mati selama masih ada anak muda, bahkan mungkin selama ada manusia.</li>
<li>Makin banyaknya jenis <em>crowdfunding, </em>sehingga tidak perlu investasi besar di awal.</li>
<li>Cara pemasaran/iklan lebih terukur dan biaya relatif lebih murah.</li>
<li>Ide <em>niche</em> banyak, bisa melihat momen-moment tertentu, isu yang lagi hits, komunitas atau melihat <em>fashion</em> artis.</li>
</ol>
<h4>KIAT-KIAT SEDERHANA MEMULAI BISNIS</h4>
<p>Berikut ini kiat-kiat mudah untuk memulai bisnis <em>clothing</em> &#8216;nyaris&#8217; tanpa modal.</p>
<ol>
<li>Bisnis itu bukan asal-asalan. Harus tahu ilmunya. Tapi bukan teori semata.</li>
<li>Menguasai empaat (4) pilar dasar dalam memulai bisnis <em>clothing</em>. Empat pilar yang dimaksud meliputi:
<ul>
<li><em><strong>Niche market</strong></em><br />
Menemukan segmen pasar yang spesifik. Preferensi bisa dari komunitas tertentu, bisa momen hari besar, bisa isu lagi tren, atau yang sedang digunakan seorang artis, dll.</li>
<li><strong>Merek</strong><br />
Merek haruslah memiliki tingkat keunikan tersendiri sebagai pembeda dari produk sejenis di pasaran. Baik desain, nama, harus relevan dengan niche yang dipilih. Agar memiliki identitas yang kuat.</li>
<li><strong>Design</strong><br />
Desain sebagai bagian dari merek, yang terpenting kesesuaian dengan <em>niche</em> atau target yang dipilih. Jika tidak bisa bikin desain, bisa kongsian dengan teman yang pinter desain atau gunakan jasa desain dari pihak lain. Desain tidak semata bagusnya saja, tetapi sederhana dan mampu merepresentasikan konsumen yang disasar. Misalkan, target yang disasar komunitas fotografi. Ya gunakan desain yang relevan dengan itu. Objek atau elemen yang digunakan boleh kamera, lensa, orang motret, dll.</li>
<li><strong>Kualitas.</strong><br />
Sebagus apapun <em>clothing</em> yang dibuat, kalau dari sisi kualitas (bahan, jahit, sablon, dll) tidak baik. Konsumen pasti kecewa. Potensi mereka <em><strong>switch brand</strong></em> sangat mungkin terjadi. Konsumen harus puas setengah mati sampai tidak akan beralih, bahkan jika perlu mereka dengan sukarela meng<em>endorse</em> produk kita.</li>
</ul>
</li>
<li><em><strong>Market observation</strong></em><br />
Yang sering dilupakan oleh bisnis pemula adalah <em>market observation.</em> Sebagian besar ingin mulai bisnis secepatnya tanpa pikir banyak seperti apa market yang mereka sasar. Ada pepatah jawa, kalau teori melulu kapan prakteknya. Ada benarnya sih, tetapi tetap saja harus ada konsep dan persiapan. <em>Market observation</em> tujuannya adalah memetakkan target pasar yang ingin disasar. Misalkan dengan riset sederhana melalui media sosial, angket, membaca, dll. Tujuannya agar kita mendapat <em>insight</em> mengenai apa yang menjadi peluang untuk bisnis kita. Sederhananya sih kalau kita pernah sekolah mengenal SWOT. Kompetitor bagaimana, harga sudah kompetitif belum, dll.</li>
<li><em><strong>Competitive advantage</strong></em><br />
Setelah tahapan market observation selesai, saatnya kita tentukan competitive advantage apa yang menjadi unggulan dari produk kita. Lebih dekat dengan konsumen, bangun merek yang unik dan menarik sesuai dengan keunggulan yang telah dibangun dalam bisnis kita.</li>
<li><em><strong>Design Resource</strong></em><br />
Desain bisa dilakukan banyak cara. Buat sendiri atau gunakan jasa desain. Jadi siapapun tidak perlu repot soal desain. Referensi desain, freepik, pixabay, gimp, inkspace, canva, dll. Desain komunitas bisa melakukan riset, referensi, dribble, freelancer, designious, dll.</li>
<li><em><strong>Type of Print</strong></em><br />
Harus mengetahui jenis-jenis cetak <em>clothing</em>. Agar mengetahui perbedaan serta kualitas yang dihasilkan dari masing-masing karakter cetak. Saat ini yang masih banyak digunakan adalah <em>screen printing</em> (sablon) dan teknologi lumayan baru<em> Direct to Garmen (DTG).</em></li>
<li><strong><em>Market validation</em></strong><br />
Sebelum kita membuat produk mass production, ada baiknya lakukan uji pasar. Paling sederhana riset kembali melalui media digital atau media sosial dan lingkungan terdekat. Lihat impak yang didapat. Hal ini agar proses<em> marketing</em> lebih efektif dan menghindari penggunaan <em>budgeting</em> promo yang berlebihan.</li>
<li>Inbound Markating<br />
Dalam rangka menunjang aktivitas <em>marketing,</em> lakukan <em>campaign</em> di media sosial<em> (online)</em> atau <em>event</em> sederhana <em>(offline)</em> untuk membangun <em>awareness</em> konsumen. Selain itu, channel media yang dipilih harus secara konsisten memuat konten-konten yang menarik sesuai segmentasi. Harapannya dari konten tersebut konsumen suka dan melakukan <em>endors</em> secara tidak langsung dengan melakukan <em>share</em> ke khalayak. Ini biasa disebut &#8216;<em>pull marketing</em>.&#8221; Sifatnya mengajak orang lain untuk membeli produk kita.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
 [<a href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">See image gallery at www.denbagus.com</a>] 
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/">Clothingpreneur, Bisnis Kaos yang Menjanjikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/clothingpreneur-bisnis-kaos-yang-menjanjikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
