<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Selling Archives - Griyo Denbagus</title>
	<atom:link href="https://www.denbagus.com/category/learn/selling/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.denbagus.com/category/learn/selling/</link>
	<description>Life 4 Beautiful Purpose</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Sep 2019 07:02:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.3</generator>
	<item>
		<title>Covert Selling dan Copywriting</title>
		<link>https://www.denbagus.com/covert-selling-dan-copywriting/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/covert-selling-dan-copywriting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2019 06:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Selling]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[covert selling]]></category>
		<category><![CDATA[covertselling]]></category>
		<category><![CDATA[hypnoselling]]></category>
		<category><![CDATA[hypnowriting]]></category>
		<category><![CDATA[risalah store]]></category>
		<category><![CDATA[risalahstore]]></category>
		<category><![CDATA[storytelling]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku online]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku online sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[tokobuku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2863</guid>

					<description><![CDATA[<p>Covert Selling, Hypno Selling, Hypno Writing, Hypno Caption, Copywriting, Storytelling. Mana yang lebih POWERFUL? Duh banyak banget ya istilah, saking banyaknya saya tidak menyalahkan kalau Anda bingung, apa beda semuaya. Dan apa kelebihan masing-masing. Pertanyaan yang sering diajukan di kelas belajar biasanya, “Lebih powerful mana dari semuanya?” sehingga bisa memutuskan mana yang akan digunakan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/covert-selling-dan-copywriting/">Covert Selling dan Copywriting</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Covert Selling, Hypno Selling, Hypno Writing, Hypno Caption, Copywriting, Storytelling.</h3>
<h4>Mana yang lebih POWERFUL?</h4>
<p>Duh banyak banget ya istilah, saking banyaknya saya tidak menyalahkan kalau Anda bingung, apa beda semuaya. Dan apa kelebihan masing-masing.</p>
<p>Pertanyaan yang sering diajukan di kelas belajar biasanya, “Lebih powerful mana dari semuanya?” sehingga bisa memutuskan mana yang akan digunakan untuk iklan jualan Anda.</p>
<p>Saya pernah sedikit menyinggung ini. Hampir mirip pertanyaan bagus mana kamera A dan kamera B, atau pertanyaan bedanya BRANDING, MARKETING, dan SELLING.</p>
<p>Secara khusus saya tidak akan menyampaikan mana yang lebih baik dan mana yang tidak baik. Tapi sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Izinkan saya mengutip beberapa sumber dari istilah-istilah di atas.</p>
<p>Covert Selling, sudah jelas definisi paling sederhana adalah “Jualan dengan cara tersamar, elegan sehingga orang yang membaca iklan tetap merasa nyaman.”</p>
<h4>Istilah Yang Digunakan</h4>
<p>Hypno Selling, Hypno Writing, Hypno Caption, dilihat dari kata awalnya menggunakan Hypno, sehingga memang pendekatan dan teknik yang digunakan lebih banyak menerapkan teknik hypnosis di dalamnya. Setidaknya itu yang saya baca dari penemu dan penulis Hypnotic Writing, Joe Vitale.</p>
<p>Terakhir, tentang Copywriting. Kalau saya membaca dari banyak referensi, copywriting sebagian besar diartikan sebagai teknik menulis iklan. Padahal jika kita lihat dari Mbah WIKI. Penjelasannya bukan teknik, tapi naskah tulisan atau bisa juga diartikan tindakan atau aktivitas menulis teks untuk tujuan periklanan atau pemasaran, entah untuk iklan televisi, radio, surat kabar, baliho, dan sebagainya.</p>
<h4>Kaitannya Dengan Branding, Marketing, Selling</h4>
<p>Nah biar jelas. Saya analogikan seperti Branding, Marketing, Selling. Aktivitas yang dilakukan bisa sama, yaitu membuat naskah iklan untuk ketiganya. Tapi strategi yang digunakan bisa berbeda.</p>
<p>Misal untuk tujuan Branding, saya lebih prefer menggunakan <a href="http://risalahstore.id/product/mantra-covert-selling/">Covert Seling</a>. Kenapa? Karena biasanya tujuan utama adalah membangun awareness dan knowledge. Bisa saja dikombinasikan dengan teknik hypno writing, yang penting tidak melanggar kaidah dasar Covert Selling.</p>
<p>Karena goal utama iklan <a href="http://risalahstore.id/product/mantra-covert-selling/">Covert Selling</a> menimbulkan rasa penasaran dan nagih.</p>
<p>Nah, saat orang sudah mulai aware dan tahu tentang produk kita. Barulah aktivitas marketing boleh dilakukan. Mau menggunakan soft selling atau hard selling terserah. Tapi perlu diperhatikan media publikasi apa yang kita gunakan? Kanal media apa yang kita pakai. Karena tiap kanal media yang kita gunakan memiliki karakteristik yang berbeda. Di market place tentu beda dengan ngiklan di sosmed.</p>
<h4>Storytelling</h4>
<p>Terakhir tentang Storytelling. Kalau definisi dari beberapa referensi, ini adalah aktivitas bercerita, ndoneng. Storytelling bisa digunakan untuk semuanya. Kenapa storytelling biasanya banyak digunakan? Karena sebagian besar orang suka cerita. Jadi boleh saja cara jualannya menggunakan teknik di atas tapi dikemas dalam bentuk cerita. Tidak harus panjang, yang penting menarik.</p>
<p>Hufff .. sudah panjang. Semoga tulisan ini bisa sedikit ngasih gambaran. Kalau mau diskusi atau ada hal yang kurang jelas, silahkan disampaikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/covert-selling-dan-copywriting/">Covert Selling dan Copywriting</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/covert-selling-dan-copywriting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Reseller Anti Baper</title>
		<link>https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 05:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Selling]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis syar'i]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi reseller]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>
		<category><![CDATA[reseller anti baper]]></category>
		<category><![CDATA[teliti jadi reseller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Reseller Anti Baper Beberapa bilang reseller itu seperti banci. Pengen usaha tapi gak mau resiko, mau enaknya saja. Ya biarkanlah kalau ada statement seperti itu. Mungkin mereka tidak tahu perjuangan menjadi reseller itu seperti apa. Kalau kita paham, reseller itu sama dengan kepanjangan tangan dari sales and marketing, ujung tombak bisnis apapun. Tak ada sales [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/">Reseller Anti Baper</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Reseller Anti Baper</h3>
<p>Beberapa bilang reseller itu seperti banci. Pengen usaha tapi gak mau resiko, mau enaknya saja. Ya biarkanlah kalau ada statement seperti itu. Mungkin mereka tidak tahu perjuangan menjadi reseller itu seperti apa.</p>
<p>Kalau kita paham, reseller itu sama dengan kepanjangan tangan dari sales and marketing, ujung tombak bisnis apapun. Tak ada sales jangan harap bisnis hidup.</p>
<h4>Reseller Perlu Ilmu</h4>
<p>Resellerpun butuh ilmu dan aksi nyata. Kalau berpikir reseller itu banci, gak mau repot, mau enaknya, dan mudah. jangan harap mendapatkan manfaat dengan menjadi reseller.</p>
<p>Tak ada yang mudah dalam hal apapun, semua perlu proses, perjuangan, dan pengorbanan. Reseller yang omset ratusan juta juga melalui proses melelahkan di awal dan panjang.</p>
<p>Reseller yang baik harus tetap tumbuh dan kembang. Tumbuh mindsetnya, berkembang skillnya.</p>
<p>Menjadi reseller itu belajar sekaligus praktek. Biar saat kita punya bisnis sendiri tidak lagi gagap. Belum lagi diskusi dan ilmu manfaat dalam grup-grup reseller.</p>
<p>Kebersamaan dan lingkungan yang memiliki spirit sama, akan menuntut kita terus berproses dan berkompetisi. Selalu menularkan energi positif.</p>
<h4>Selektif Memilih Supplier</h4>
<p>Jadi jangan baper kalau ada yang memandang sebelah mata reseller. Tapi jangan lupa kalau mau jadi reseller, cari yang jelas, akad dan sistem harus syar&#8217;i.</p>
<p>Yuk belajar bareng! Tak ada alasan tidak bisa. Kesempatan sukses saat ini bergantung pada niat, ikhtiar, dan do&#8217;a mu. Sudah melakukan apa untuk menggapai cita-cita mu?</p>
<p>Semoga Allah selalu memberikan keberkahan pada kita dengan ilmu manfaat sebagai bekal akhirat nanti.&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/">Reseller Anti Baper</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/reseller-anti-baper/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</title>
		<link>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/</link>
					<comments>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Denbagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2017 14:36:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Selling]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.denbagus.com/?p=2694</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA DIGITAL Kadang kita bingung saat mau belajar tentang branding, marketing, selling. Khususnya dalam optimalisasi media digital seperti sekarang. Penawaran yang seliweran di linimasa kita seolah tidak memberi kesempatan untuk memilih. Sebenarnya kita tidak usah bingung, semua media ada kelebihan dan kekurangan. Saat belum ada media digital seperti sekarang, pengiklan hanya disuguhkan media konvensional yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/">Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>MEDIA DIGITAL</h4>
<p>Kadang kita bingung saat mau belajar tentang branding, marketing, selling. Khususnya dalam optimalisasi media digital seperti sekarang. Penawaran yang seliweran di linimasa kita seolah tidak memberi kesempatan untuk memilih.</p>
<p>Sebenarnya kita tidak usah bingung, semua media ada kelebihan dan kekurangan. Saat belum ada media digital seperti sekarang, pengiklan hanya disuguhkan media konvensional yang budgetnya gila-gilaan.</p>
<p>Nah, sekarang dengan makin banyaknya pilihan kanal juga membingungkan kita. Karena kanal mana yang paling efektif. Makanya riset tetap diperlukan.</p>
<h4>SOSIAL MEDIA VS WEBSITE</h4>
<p>Ambil contoh sosial media, saat ini kita belajar facebook dan instagram marketing, pelajari karakteristik user, ikut mentoring, dan lain-lain. Dalam tempo yang relatif singkat, facebook dan instagram bisa sekaligus terintegrasi. Namun, perlu diingat, platform sosmed di tersebut tetaplah dikendalikan oleh pemiliknya. Sehingga sewaktu-waktu ada kebijakan kitapun harus mengikuti. Artinya tetap saja media tersebut ada kelemahan yang sewaktu-waktu kita juga harus menerimanya.</p>
<p>Sekarang kita berbicara media lainnya. Misalkan website. Website bisa kita kendalikan sendiri, belajar SEO, pengoptimalan konten, dan lain-lain. Kelebihan dari website kita bisa leluasa mengoptimalkannya. Hanya saja biasanya terhambat teknis dan biaya. Meskipun saat ini banyak penawaran all in one service pembuatan website dengan harga murah. Tentu saja sebagai pemula harus hati-hati dengan layanan yang kurang kredibel. Bisa-bisa malah bonyok.</p>
<p><strong>SINERGI SOSIAL MEDIA DAN WEBSITE</strong></p>
<p>Kesimpulannya, jika kita serius dalam memanfaatkan media digital sebagai alternatif alat pemasaran kita, jangan terpaku pada satu jenis. Gunakan media yang secara basis pengguna besar, sesuatu target market, dan manfaat media lain sebagai pendukung satu sama lain. Untuk menutup celah kekurangan satu sama lain. Oke, itu saja. Kalau ada pertanyaan silahkan di tulis di komentar. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/">Rivalitas Media Digital Sebagai Alat Pemasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.denbagus.com">Griyo Denbagus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.denbagus.com/rivalitas-media-digital-sebagai-alat-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
