Sony Ericsson Xperia X8 – Ponsel Android Banyak Dicari

Xperia X8 besutan Sony Ericsson (SE) ini melengkapi jajaran handset ber-OS Android. Sebenarnya sejak SE menelorkan Xperia X10 pertama, saya sangat tertarik, namun karena harga beda-beda tipis dengan iPhone waktu itu, akhirnya saya panding. Sampai akhirnya memilih iPhone. Kemudian, SE mengeluarkan varian lain dengan harga sedikit murah dikisaran 2-3jtan, yaitu Xperia X10 mini/pro. Setelah melihat dummynya, ternyata kurang nyaman dipegang, dan layar terlalu kecil untuk Handphone (HP) touchscreen.

Sony Ericsson Xperia X8
Sony Ericsson Xperia X8

Karena harga X10 tidak kunjung turun, saya tetap bersabar menunggu. SE memang keren, sampai akhirnya lahirlah X8 dengan fitur yang beda-beda tipis dengan pendahulunya, layar 3 inch dan OS Android. Mantaf, huntingpun berlanjut, tapi alangkah terkejutnya, dipasaran begitu susah mencari HP ini. Usut-punya usut ternyata ditarik dari peredaran, sempat berfikir kalau ada masalah. Eh ternyata rencana keluaran baru akan dibundling dengan operator nasional. Tapi ya sudahlah, beruntung perjalanan hunting akhirnya telah berakhir dengan mendapatkan X8 second dengan kondisi like new.

Perjalanan belum berakhir, setiap ada gadget baru, selalu deh lembur. Cepet-cepet pengen tahu. Inilah review awal dari saya, sebelum review lebih mendalam. Karena baru sehari pegang.

Bodi ternyata lebih bagus dari miniatur/dummy. Kesan pertama langsung jatuh cintrong. Berikutnya mulai buka-bukaan. Karena ini baru pertama kali punya HP Android, awalnya sedikit bingung. Setelah utak atik sana sini akhirnya terbiasa. Sekilas bandingin dengan iPhone miriplah, hanya beda ukuran layar saja, sehingga pada posisi portrait agak sulit mengetik, karena terlalu kecil, saat diputar landscape kesulitanpun teratasi.

Responsif layar sentuh juga terasa nyaman, tidak ada lag. Model menu mirip iPhone dengan ukuran matrik 3×4. SMS sudah bentuk threaded alias conversation.

Kualitas suara, lumayan dibanding iPhone (IMHO). Tapi sayang tidak ada equalizer. Jika dibanding dengan seri W, suara terasa jauh berbeda. Lebih bagus seri W. Meskipun kamera tidak auto fokus dan hanya 3 megapixel, menurut saya lumayan untuk outdoor.

OS Android 1.6 (Donut) menurut saya sudah cukup, walaupun tidak di update ke eclair maupun froyo. Aplikasi banyak pilihan via android market. Untuk update OS, informasi masih simpang siur, ditunggu saja info resminya dari SE.

Harga? woww … ini nih yang bikin HP ini langka. Murah meriah dengan fitur WAHHHH … harga baru dibandrol kisaran 2 juta. Saya second dapat harga 1,7 juta.

Mantaff pokoknya, desain juga okelah untuk HP middle low seperti ini. So sebelum beli yang mahal, beli aja dulu yang murah. Kalo dah terasa nikmat baru beli yang mahal. Itu aja deh review awal. Ntar baru bagi-bagi tips.

25 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *