Review HTC 10, First Impression

Review HTC 10, First Impression. Kesan pertama setelah semingguan menggunakan HTC 10. Perlu diketahui track record HTC yang pernah saya gunakan pertama kali adalah HTC Wildfire S, dilanjut HTC M8 dan sekarang HTC 10. Selain brand HTC ada beberapa brand yang pernah saya coba, diantaranya Apple, Sony, Lenovo, Nokia Lumia, Acer, dan Xiaomi.

Saya tidak akan mengkomparasi kelebihan dan kekurangan dibanding device yang pernah saya pakai. Namun lebih berfokus pada device HTC 10 ini. Secara singkat akan saya bagi berdasarkan kelebihan dan kekurangan dibanding HTC M8 terakhir yang gunakan.

*CATATAN: Review ini berdasarkan opini saya pribadi sebagai pengguna, jika ada yang berbeda dalam menilai, itu adalah hak masing-masing pengguna. Bisa saja bersifat subjektif.

KELEBIHAN

  1. Bahan material dan desain mantab, kebetulan ambil yang gold.
  2. Fingerprint responsif, bisa digunakan sebagai shortcut sekaligus keamanan.
  3. Tombol back dan recent app ada pada body, sehingga layar lebih lega. Walaupun sebenarnya saya lebih suka Softkey on the screen.
  4. Tombol power M8 di atas HTC 10 pindah kanan di bawah volume button. Enak buat yang biasa modding.
  5. Kamera secara kualitas memang ada perubahan signifikan. Review detail tentang kamera menyusul.
  6. Performance, jelas nyaman, smooth, apalagi dengan spek seperti sekarang. M8 yang spek terbatas aja masih terasa nyaman dan smooth.
  7. Kapasitas batere lebih besar, namun sejauh ini tidak terlalu terasa, kemungkinan hardware mempengaruhi kinerja batere.
  8. Kualitas audio saat menggunakan headset bawaan sudah bagus dan support High Res Audio.

KEKURANGAN

  1. Body bagian belakang licin. Sangat beresiko untuk lepas dari genggaman. Solusi gunakan asesoris pelindung atau case tambahan.
  2. Permukaan layar bagian samping ada cornernya, sehingga kesulitan mencari screen guard yang presisi. Apalagi untuk jenis temperer glass, rata-rata tidak bisa hingga full layar.
  3. Radio FM hilang.
  4. Infrared hilang.
  5. Loading camera saat pertama digunakan agak lama dibanding M8, pengambilan gambar juga sedikit lebih lama.
  6. Stereo speaker kualitas tidak sebagus M8.
  7. Browser, image gallery, audio player bawaan hilang. Padahal lebih bagus daripada punya google.
  8. Sedikit lebih panas dibanding M8 untuk penggunaan sehari-hari. Lebih panas kalau buat nonton film dan kamera.

 

KELENGKAPAN

Karena yang saya beli versi Eropa, stecker model eropa kaki tiga. Sim injector, quick charger 3.0, bisa charging super cepat. Konektor kabel data usb tipe C, dan unit pastinya. HTC 10 memang ada beberapa versi. Untuk membedakan release countrynya bisa dilihat dari software number, misalkan Eropa/WWE 401, Region US ada Verizon, AT&T, T-Mobile, China (1400), Telestra Australia (841) dan lain-lain.

Sekilas begitulah pengalaman menggunakan HTC 10 selama seminggu. Saat tulisan ini dibuat, penulis sedang mencoba melakukan rooting, install TWRP, Unlock Bootloader, dan mencoba CUSTOM ROM. Tunggu tips dan triknya serta review hasil dari kameranya.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *