Positioning Sebagai Pendukung Pembentukan Citra Produk

Pada artikel terdahulu telah dijelaskan tentang pengertian Positioning secara umum. Sekarang akan sedikit membahas cara-cara membangun Positioning suatu produk.

Berikut cara-cara yang bisa dijadikan acuan:

  1. Penonjolan Karakteristik Produk
    Pengiklan bisa memilih karakter apa paling menonjol pada produk mereka. Contoh adalah teh botol tidak diposisikan sebagai minuman teh panas, namun diposisikan sebagai minuman ringan yang sama dengan cola. Sehingga teh botol bukanlah teh yang harus diminum pada saat minum teh di sore hari, tetapi minuman tepat untuk perjalanan atau sebagai penutup setelah makan.
  2. Penonjolan Harga
    Contoh operator telepon A dengan penawaran koneksi Blackberry(BB) dengan harga kisaran Rp. 100.000,- perbulan. Kemudian operator B juga mencoba menawarkan dengan harga yang lebih murah, di harga kisaran Rp. 80.000,- perbulan. Dengan demikian operator B mengklaim hingga saat ini program BB merekalah yang termurah.
  3. Penonjolan Fungsi/Kegunaan
    Suatu produk dikaitkan dengan kegunaan khusus, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama.
    Contoh produk obat sakit kepala A mengklaim obatnya bisa segera menyembuhkan sakit kepala seketika. Produk B juga mengklaim hal yang sama, namun mereka menambahkan khasiat-khasiat  lainnya. Padahal jika dilihat dari kandungan obatnya memiliki kesamaan.
  4. Positioning menurut pemakai
    Produk yang sangat tua menggunakan strategi ini adalah sabun Lux. Dengan memposisikan diri bahwa produk ini dipakai oleh bintang bintang film kondang.
    Produk lain yang menggunakan strategi ini adalah produk-produk kosmetik, oli, dan beberapa produk mobil. Setiap public figure yang dipilih membawa image sendiri sesuai dengan kondisinya.
  5. Positioning menurut kelas produk
    Beberapa produk yang “terjepit” perlu melakukan keputusan positioning yang kritis dengan mengaitkannya pada kelas produk yang bersangkutan. Misalnya, produk  7-Up terjepit di antara produk minuman cola Pepsi dan Coca-Cola, sehingga ia menggunakan slogan  “7-Up is the uncola drink. But with a  better taste” untuk memposisikan dirinya.
  6. Positioning dengan menggunakan simbol-simbol budaya
    Simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen. Simbol ini tidak digunakan oleh posisioning pesaing. Misalnya produk Mustika Ratu diposisikan sebagai produk yang mewarisi budaya Kraton di Jawa.
  7. Positioning langsung terhadap pesaing
    Di Amerika perusahaan persewaan mobil Avis secara langsung memposisikan diri dengan pesaingnya, yaitu Hertz dengan slogan “We are number two, so we try harder”. Strategi ini berhasil melekat dalam benak konsumen. Banyak orang memilih Avis yang  lebih rendah (underdog), tetapi memiliki semangat kerja yang hebat.

Re-positioning

Merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *