web analytics

Perumusan Masalah dalam Perancangan Desain

Sebuah riset baik skala kecil maupun besar, hal paling mendasar yang menentukan kualitas hasil penelitian adalah penentuan rumusan dan batasan masalah.  Sehingga pada akhirnya akan ditemukan sebuah solusi pada kasus permasalahan yang dibahas. Artikel ini lebih difokuskan pada ranah Desain Komunikasi Visual, tepatnya pada mata kuliah Metodologi Desain. Sehingga pada kasus tertentu, kemungkinan ada beberapa perbedaan.

Permasalahan Desain
Penemuan permasalahan dan gagasan dalam sebuah perancangan dapat dilakukan melalui beberapa hal :

1. Observasi Produk di pasar

  • Produk apa saja yang paling diminati konsumen
  • Produk apa saja yang tidak diminati konsumen
  • Produk apa saja yang banyak dibutuhkan konsumen
  • Produk apa saja yang sudah mulai ditinggalkan konsumen
  • Produk apa saja yang sudah di modifikasi oleh konsumen

2. Intepretasi terhadap kebutuhan mendatang

  • Dilakukan dengan cara eksperimentasi dengan cara redesain produk yang (mulai ditinggalkan, dibutuhkan, dan dimodifikasi) konsumen.
  • Eksperimen membuat produk baru atau belum pernah ada sebelumnya. Dengan cara melihat pola hidup (lifestyle) dan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Permasalahan-permasalahan di sini adalah permasalahan yang memungkinkan untuk dicarikan solusi dalam sebuah perancangan. Bentuk-bentuk perancangan dalam Desain Komunikasi Visual dapat bermacam-macam, diantaranya :

  • Logo Perusahaan atau organisasi (Corporat ID) beserta aplikasinya
  • Kemasan produk dan aplikasi grafisnya
  • Majalah, komik, buku, CD, dan sejenisnya
  • Iklan elektronik dan non elektronik
  • Kampanye dalam bentuk spanduk, banner, billboard, brosur, leaflet, dll.
  • Sarana promosi 3D, contohnya point of purchase
  • Sistem Penanda (sign system)
  • IMC (Integrated Marketing Communication)

Merumuskan Permasalahan dalam Perancangan

  1. Dalam bentuk kalimat tanya/mendeskripsikan permasalahan.
  2. Jelas dimensi bentuk/obyek, ruang, dan waktunya.
  3. Target haruslah jelas, artinya dapat dicapai pada proses perancangan.
  4. Tercermin dalam judul atau topik.
  5. Tergambarkan dalam latar belakang masalah perancangan/penelitian.
  6. Memungkinkan untuk diurai dalam sub permasalahan yang lebih detail.

Berikut ini ada contoh kasus permasalahan perancangan.

Kasus :
Bagaimana merancang logo baru perusahaan yang mampu meningkatkan citra perusahaan pada segmentasi yang lebih luas dalam kurun waktu satu tahun.

Permasalahan :

  1. Bagaimana pengaruh logo baru terhadap peningkatan citra perusahaan pada target market dan audiens yang dibidik?
  2. Bagaimana pengaruh logo baru terhadap peningkatan order produk dan keuntungan perusahaan?
  3. Bagaimana pengaruh logo baru terhadap kinerja internal dalam hal rasa percaya diri dan kenyamanan karyawan terhadap perusahaan?
3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *