Personal Branding Untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis

Personal Branding Untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis

Personal Branding For Business
Personal Branding For Business

Istilah branding sudah berhamburan di jagat maya. Sama halnya personal branding. Namun topik yang satu ini rasanya tak ada habisnya untuk dibahas. Apalagi di zaman seperti sekarang. Perilaku manusia sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Mereka lebih kritis, cepat, dan tidak bertele-tele. Setiap generasi ada kelebihan dan kekurangan, namun jika kita hidup dalam beberapa generasi yang berbeda, mau tidak mau harus terus bisa beradaptasi.

Dalam setiap tulisan yang penulis buat sejatinya adalah pengalaman pribadi, baik setelah membaca buku, mencoba device, atau materi-materi lain yang penulis pelajari dari seminar dan workshop. Ada banyak topik yang penulis pelajari. Intinya, setelah beberapa waktu belajar, apapun, makin membuat ketagihan untuk mempelajari hal-hal baru.

Yuk, singkat saja. Materi personal branding seperti yang penulis singgung di atas sudah banyak dibahas. Tapi materi ini agak sedikit berbeda, penulis dapatkan saat mengikuti semacam seminar yang digelar Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA).

Selama belajar branding, baru pertama mendengar istilah Neuro-linguistic programming (NLP). Penulis tidak akan membahas panjang lebar soal NLP, karena keilmuan penulis tentang topik ini sangat minim. Biasanya NLP sangat terkait dengan motivasi diri, pakar motivasi akan lebih kompten di bidang ini. Secara singkat sih NLP mengkaji bagaimana kinerja otak bisa optimal, yang ujungnya bisa memotivasi untuk lebih bisa mengendalikan kinerja otak dan membawa keberhasilan seseorang. Begitulah kira-kira penjelasan singkat dari NLP. Lalu apa hubungannya dengan personal branding (PB)?

Sebelum membahas relevansi NLP dan Personal branding, penulis ingin merefresh tentang branding secara singkat.  Agar brand kita kuat, kata kunci paling sederhana adalah unik, beda, dan lain-lain. Selanjutnya brand tersebut harus memiliki value, sedangkan value bisa positif maupun negatif, baik dan buruk. Tinggal bagaimana kita membangung brand tersebut.

Definisi umum PB bisa diartikan sebagai proses komunikasi yang memberi nilai tambah (individu, produk, atau perusahaan) dengan cara dan waktu yang cepat dan tepat kepada sebanyak-banyaknya orang.

Beberapa tips dan kiat yang bisa dilakukan dalam proses membentuk Personal branding yang kuat. Di antaranya dengan melakukan seminar, workshop, kelas. Dengan adanya media digital dan kemudahan mobile device. Memungkinkan siapapun melakukan kegiatan branding di berbagai platform. Misalkan worshop, seminar dan kelas. Saat ini dari jarak yang sangat jauhpun kita sudah bisa melakukan seminar, worshop, dan kelas. Bahkan statistik peserta, kita bisa pantau. Keuntungan lain dengan memanfaatkan media digital, komunikasi bisa langsung dua arah dan masih banyak keuntungan dan keunggulan jika kita tahu bagaimana mengoptimalkan media digital ini.

Proses PB memang tidak bisa dilakukan dalam sesaat, perlu tahapan, proses, dan evaluasi. Berikut ini tahapan yang bisa dilakukan dalam membangun PB yang efektif.

 

BELAJAR

Belajar sudah menjadi hal yang wajib dalam membangung mental dan kompeten seseorang. Khususnya sebelum melakukan PB. Sebaiknya belajarlah sesuatu yang memang diminati atau bahkan hobi. Karena mempelajari sesuatu yang kita senangi akan jauh lebih mudah daripada memaksakan sesuatu yang kita tidak suka. Lebih baik lagi jika kompetensi yang kita bangun sesuai dengan bisnis yang kita geluti. Perbanyak materi-materi yang bisa mendukung PB.

TAHU

Setelah belajar banyak, tahapan berikutnya kita menjadi tahu. Perlahan dan konsisten dari ilmu yang telah kita pelajari, mulailah berbagi pengalaman dan ilmu yang telah kita pahami dan aplikasikan. Semakin banyak kita bisa berbagi semakin banyak manfaat yang akan kita dapatkan. Baik untuk urusan dunia maupun akhirat. InsyaAllah ilmu yang manfaat akan memberi kebaikan juga kepada kita.

BISA

Nah tahapan selanjutnya adalah bisa. Ada pepatah bisa karena biasa. Yups, ada beberapa keilmuan yang memang kita bisa pelajari, namun ada juga ilmu yang memang butuh ‘bakat’. Secara umum ilmu apapun bisa dipelajari, jadi tidak ada kata tidak bisa. Selama ada niatan untuk belajar semua pasti bisa, yang diperlukan hanya membangun ‘habit’.

MENGHASILKAN

Finaly pada akhirnya, semua usaha pasti ada tujuannya. Tujuan atau goal bisa bermacam-maca. Material dan spiritual. Material sudah jelas, ujungnya bisa memberi manfaat buat kita yang ingin melakukan bisnis. Saat PB sudah kuat, asosiasi orang akan sangat kuat terhadap kita atau brand kita. Bisa dibilang pada sudah menjadi Top of Mind. Keuntungannya, kita akan mudah melakukan aktivitas apapun jika sudah dikenal. Secara spiritual, tentu saja kita bisa memberi manfaat untuk banyak orang, pastinya semakin diri kita bermanfaat semakin tinggi nilai kita. Dan semoga bisa memberi kredit poin juga di mata Allah.

Ada pantangan-pantangan yang kadang bisa merusak PB kita. Tapi kita sering abai. HUTANG! Kenapa dengan hutang? Penulis tidak pernah merekomendasikan pembaca untuk berHUTANG. Hutang bisa merusak PB kita, khususnya jika hutang ke mitra, teman, atau kerabat dekat kita. Saat sekali tercederai gara-gara hutang, rusaklah citra PB kita yang sudah dibangun dengan susah payah. Sekali lagi, berusahalah sangat keras untuk tidak HUTANG. Kalaupun terpaksa cari mitra untuk tambah modal usaha, atau pinjaman yang berbasis syariah. Say No to RIBA.

Jadilah pribadi yang dipercaya dengan selalu menanamkan value yang positif kepada orang lain. Lebih baik tawarkan investasi bersama yang lebih menjanjikan daripada pinjam atau hutang, beri manfaat lebih, membangun value, bukan semata membicarakan money.

 

MENGAPA HARUS ADA PERSONAL BRANDING

NETWORKING

PB memiliki alasan selain sudah dijelaskan singkat sebelumnya. Salah satunya adalah membangun networking. Bisnis yang baik adalah yang mampu mengoptimalkan resource secara kolektif. Semakin banyak mitra atau networking yang kita miliki akan memudahkan kita dalam melakukan penetrasi bisnis.

BIG DATA

Kita sudah tidak bisa memungkiri, data saat ini membawa peran sangat penting. Melalui data semua bisa terukur dan efektif. Grab data sebanyak-banyaknya yang mendukung dalam rangka membangun networking.

TRUST

Sudah disinggung juga sebelumnya. Saat PB sudah baik, akan terbentuk TRUST. Saat orang sudah sangat percaya dengan kita, dan mengetahui kemampuan kita. Biasanya orang akan dengan sukarela menyerahkan uang untuk diinvestasikan atau dikelola. Nah di sinilah biasanya yang sering dijadikan bahan dalam bisnis. Kita tahu ada banyak buku atau bahkan seminar yang mengklaim membangung bisnis tanpa modal. Tentu saja bisa, jika kita memiliki PB yang kuat. Keuntungan lain saat PB sudah bagus, memudahkan dalam negosiasi, baik dalam bisnis atau negosiasi lainnya, karena sudah dipercaya.

 

APA YANG HARUS DILAKUKAN

Secara umum dalam bisnis sudah jamak istilah SWOT sebelum memetakkan strategi bisnis yang tepat. Namun belakangan istilah tersebut dibalik menjadi TOWS. Setelah TOWS ditentukan, mulailah rancang strategi, dengan alasan-alasan diatas bangun networking yang kuat. Rekrut jadi partner, ntah mitra tetap atau lepas, tergantung kebutuhan. Yang pasti jangan kerja sendiri, berbagilah rezeki. Kerja sendiri bisa, tetapi lebih baik kerja tim. Kita menyadari tidak ada manusia yang sempurna, dalam bisnispun sama, pasti ada kekurangan dan kelemahan yang hanya bisa dilengkapi atau ditutupi oleh partner/mitra kita.

Contoh, kita bisnis fashion. Kita tidak mungkin melakukan sendiri semuanya, meskipun bisa. Perlu ada penjahit, potong, finishing, hingga distribusi. Jika bisnis properti, cari orang yang bisa arsitek, sipil, hukum, dan lain-lain. Untuk tahap awal sebaiknya kemitraan secara bagi hasil atau perjanjian lain yang saling mengunguntungkan. Selama projek yang ditawarkan feasible pasti akan didukung, apalagi kalau PB kita sudah bagus.

Langkah selanjutnya adalah membuat marketing tool, nah ini serahkan kepada ahlinya, tentu dengan didampingi atau disupervisi, agar alat perang kita tepat tidak salah memilih senjata. Berikutnya mulailah bangun bisnis kita. Implementasi semua strategi yang sudah disusun, bisa menggunakan media mainstream maupun yang digital. Tahap akhir evaluasi secara terus menerus hingga mendapatkan hasil sesuai harapan.

Terakhir hubungan NLP dengan PB apa? Iya membangung mindset yang kuat dalam PB dan bisnis perlu latihan dan pemahaman yang tepat. Karena tahapan pengenalan pada diri sendiri dibutuhkan motivasi dan komitmen. Sehingga ada baiknya untuk lebih mengenal diri sendiri belajarlah NLP agar kinerja otak dalam menstimuli diri lebih kuat dalam berbagai tujuan hidup.

Nah, itu saja yang bisa penulis bagi dari seminar yang saya ikuti, semoga manfaat dan memberi wawasan baru bagi pembaca. Sukses selalu dan semoga keberkahan menyertai kita semua.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *