Perlukah Beralih ke iPhone 6s ?

Secara resmi iPhone 6s dan iPhone 6s+ sudah beredar di pasaran. Seperti biasa, meskipun Indonesia memiliki basis pengguna iOS yang besar, Apple belum ‘melirik’ Indonesia sebagai pangsa pasar utama produk baru mereka. Sejak resmi dipasarkan secara global pada 25 September 2015 yang lalu, beberapa Online Shop (Olshop) di Indonesia sudah mulai membanjiri lapak mereka dengan produk iPhone 6s ini. Ada yang sudah ready stock, ada yang harus melalui prosedur pre order.

Melihat kurs rupiah yang tidak kunjung membaik, bahkan cenderung terus merangkak naik, menyebabkan harga iPhone 6s dan iPhone 6s+ ‘seolah’ tidak masuk akal. Ya, buat beberapa orang mungkin tidak masuk akal. Tetapi buat orang berduit gak perlu pikir panjang. Bagi pengguna iPhone lama tentu mulai berfikir untuk mulai meminang mainan baru ini, lalu dibenak kita tentu muncul banyak pertanyaan.

Perlukah beralih ke iPhone 6s ?. Sebenarnya jawabannya sederhana, yaitu perlu dan tidak. Namun tidak sesimpel itu bukan? Kebanyakan teman dan saudara menanyakan hal yang sama saat produk baru muncul. Perlu di upgrade atau tidak. Perlu diingat segmen pasar produk-produk Apple adalah segmen atas (premium). Oke, sebelum memutuskan perlu tidaknya kita melakukan upgrade dari iPhone 6s perlu penulis tegaskan, ada beberapa hal yang patut dijadikan pertimbangan. Faktor apa saja yang bisa menjadi indikator perlu tidaknya upgrade.

  1. Gaya hidup (life style), untuk memenuhi life style memang tidak ada habisnya. Tetapi bagi kalangan tertentu sangatlah diperlukan. Sehingga pertimbangkan, apakah Anda termasuk golongan yang mana?
  2. Spesifikasi, untuk yang satu ini sangat jelas, ada beberapa tawaran menarik dari spesifikasi terbaru iPhone 6s, khususnya adalah performa yang diklaim meningkat hingga 70%, bahkan kinerja grafis mampu meningkat hingga 90% (sumber: apple.com). Hal ini sangat jelas, mengingat peningkatan spesifikasi processor, graphic card, dan memory yang lumayan signifikan. Fitur 3d Touch menjadi andalan pada produk baru ini. Memungkinkan seseorang melakukan multi gesture, subtle tap, dan peek and pop yang memberikan pengalaman baru bagi pengguna iOS, meskipun sebenarnya fitur ini sudah ada di android device. Kamera belakang ada peningkatan dari resolusi 8 menjadi 12 megapixel, sedangkan kamera depan menjadi 5mpx. Fitur Life Photos juga menjadi fitur andalan, memungkinkan seseorang untuk mengabadikan foto dengan gerak dan suara, belum lagi fitur video recording hingga 4K.

    Dari sisi desain tidak mengalami perubahan yang signifikan, kecuali dari material yang diklaim menggunakan material aluminium a 7000 yang lebih kuat dari seri sebelumnya (isu bengkok). iPhone 6s memang sedikit lebih berat karena adanya fitur 3D Touch pada hardware, sehingga baterepun mau tidak mau sedikit diturunkan kapasitasnya, agar tidak menambah berat yang berlebihan. Selain itu dibagian belakang ada tambahan inisial [S].

    Warna Rose Gold
    Warna Rose Gold

     

    Dengan melihat spesifikasi yang ditawarkan tersebut, sudah sepantasnya kita mulai berfikir perlu atau tidak upgrade ke iPhone terbaru. Bagi pengguna iPhone di bawah versi 6, menurut penulis sudah sangat perlu melakukan upgrade. Mengingat spesifikasi sudah mengalami lompatan yang lumayan jauh. Namun bagi pengguna iPhone 6 bisa dipertimbangkan lagi, karena harga terpaut cukup lumayan.

  3. Harga, melihat beberapa lapak yang ada, harga memang sangat bervariasi, belum lagi model atau sistem penjualannya. Di pasaran range harga berkisar antara 11 jutaan hingga 20 jutaan. Dari semua varian warna rose gold merupakan warna dengan harga tertinggi.

Dari paparan di atas, semoga bisa menjadi referensi pembaca sebelum benar-benar upgrade ke iPhone 6s atau iPhone 6s Plus. Yang pasti, pertimbangkan betul hal-hal yang sudah penulis jabarkan di atas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *