Optimalkan Fitur USB OTG di Xperia Arc – Arc S

Sudah kita ketahui bersama, android saat ini sudah merajalela. Berbagai perusahaan besar berlomba melahirkan gadget2 high class dengan membenamkan OS android. Open source-lah yang membuat OS ini begitu powerful. Banyak sekali developer yang mengembangkan aplikasi untuk android.

Salah satu gadget yang fenomenal di jamannya adalah Sony Ericsson Xperia Arc/Arc S. Sama halnya dengan device android lainnya, dengan me-root HH android kita, apapun dapat dilakukan. Istilah bagi developer biasanya disebut Modding. Bisa dengan cara porting fitur dari device lain, custom kernel, atau bahkan install custom ROM.

Nah kali ini seperti tulisan sebelumnya, saya sedikit berbagi bagaimana mengoptimalkan Xperia Arc/Arc S kita agar dapat membaca flashdisk atau external storage.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan.

  1. USB Storage Manager, bisa cari lewat mbah google atau di google play.
  2. HH wajib hukumnya sudah di root, ter-install busybox
  3. Root Explorer atau sejenisnya.
  4. Teriminal emulator atau sejenisnya.
  5. Kabel USB OTG.

PERHATIAN:

  1. Jangan terlalu lama membuka external storage tanpa ada sumber power tersendiri, karena HH akan terbebani storage yang membutuhkan power besar.
  2. Flashdisk atau eksternal storage sebaiknya menggunakan FAT32, karena ini sudah tested. Selain fat32 sejauh ini belum berhasil, jika sudah ada yang berhasil bisa di share.
  3. Untuk beberapa flashdisk, meskipun dipartisi dengan menggunakan FAT32, ada beberapa yang tidak bisa terdetect.

 

Sekarang mulai…

  1. Tancapkan kabel OTG ke HH anda, selanjutnya tancapkan flashdisk ke kabel OTG.
  2. Buka USB Storage Manager.
  3. Klik pada tombol “Mount USB Storage Now”.
  4. Selanjutnya klik “USB Storage Info“, seharusnya nampak seperti gambar berikut. Jika storage info tidak keluar, berarti external storage anda tidak terbaca.
    Tampilan USB Storage Manager
    Tampilan USB Storage Manager


















  5. Jalankan Terminal Emulator, Ketikkan perintah berikut ini:
  6. Ketik SU, jika muncul perintah Granted Super User, klik Allow.
    Tampilan Terminal Emulator
    Tampilan Terminal Emulator













  7. Setelah hak akses SuperUser selesai, ketik ls[spasi]/dev/block perintah ini bertujuan untuk melihat list flashdisk kita terdeteksi atau tidak.
  8. Cari di list tersebut tulisan sda atau sda1, atau sdb atau sdb1, dst. Jika tidak ada berarti flashdisk tidak terbaca.
  9. Langkah berikutnya setelah flashdisk terdeteksi, membuat folder melalui root explorer.
  10. Buat folder di dalam …/mnt dengan nama bebas, saya menggunakan nama fdisk.
  11. Setelah folder selesai dibuat, buka lagi Terminal Emulator. Ketik perintah mount[spasi]-t[spasi]vfat[spasi]/dev/block/sda1[spasi]/mnt/fdisk, periksa kembali folder fdisk yang telah kita buat sebelumnya, woolaaaa… Flashdisk kita sudah terbaca.

Berikutnya adalah cara untuk unmount atau mengeject/remove flashdisk.

  1. Terlebih dahulu buka Terminal Emulator, ketik perintah umount[spasi]/mnt/fdisk
  2. Setelah itu tutup Terminal Emulator, buka USB Storage Manager, tekan tombol Unmount USB Storage Now.
  3. Selesai, flashdisk dapat dilepas. Mudah bukan??

Semoga bermanfaat.

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *