Jurnalis Dasar – Teknik Dasar Reportase

Kegiatan menulis sebenarnya gampang-gampang susah. Hampir semua orang bisa menulis. Namun untuk menulis terkadang butuh waktu dan konsentrasi penuh. Sejak bangku SD sebenarnya kita sudah diajarkan bagaimana menulis atau bahkan saat sebelumnya. Ada yang bilang menulis itu butuh bakat. Tidak mudah memang membuat tulisan yang berbobot serta runut. Kebiasaan membaca akan membiasakan diri kita mengikuti alur sebuah tulisan. Oke, biar tidak panjang lebar, saya ingin sedikit berbagi tentang tulis menulis. Tentunya tidak luput dari kekurangan saya, karena tulisan ini mengacu pada pengalaman saya saat mengelola media kampus. Jadi tulisan ini lebih banyak kaitannya dengan  jurnalis, terutama jurnalis kampus.

Tulisan yang bagus terutama berkaitan dengan liputan berita ditentukan dari bagaimana seorang jurnalis dalam melakukan liputan/reportase. Kualitas informasi atau data yang didapat akan menentukan kualitas isi dari berita yang akan dibuat. Banyak sekali jurnalis, terutama jurnalis kampus yang bingung saat pertama kali melakukan reportase, mereka tidak tahu harus melakukan apa saat bertemu narasumber atau kejadian yang mengandung nilai berita. Walaupun pada dasarnya mereka telah mengetahui teknik dasar penulisan 5W1H.

Nah berikut ini kiat-kiat singkat yang harus dipersiapkan dan dilakukan saat melakukan reportase.

  1. Cari data selengkap-lengkapnya. Agar dapat membuat tulisan yang mendalam perlu data yang lengkap. Usahakan dapat terjun langsung saat kejadian berlangsung.
  2. Sebisa mungkin jangan hanya menggunakan satu narasumber. Narasumber harus kompeten, pengalaman atau terlibat dengan peristiwa bersangkutan.
  3. Data yang lengkap akan memudahkan dalam menulis serta memilih angle berita terbaik.

Tahapan proses wawancara

  1. Awali dengan menanyakan biodata narasumber, seperti nama, umur, alamat, dan nomor teleponnya.
  2. Bila perlu minta narasumber menuliskan nama mereka sendiri, agar tidak terjadi kesalahan data narasumber.
  3. Mintalah soft copy materi jika ada.
  4. Gunakan pertanyaan yang memancing jawaban lebih luas dan hindari pertanyaan yang hanya menimbulkan jawaban, ya dan tidak.
  5. Kuasai masalah yang akan anda liput. Usahakan cari referensi yang relevan dengan materi yang akan ditulis.
  6. Jika sangat mendesak, cari informasi dulu dari pihak lain sebelum mewawancara narasumber. Jika memang tidak ada waktu, jangan segan untuk meminta penjelasan rinci dari narasumber yang ada wawancarai.
  7. Pastikan nomor telepon anda tercatat oleh narasumber.

Semoga manfaat, dan ikuti tulisan-tulisan terkait lainnya.

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *