Dilema Memilih Gadget

Bingung memilih handphone (HP)? Mau smartphone atau Feature phone? Membeli HP saat ini memang menjadi dilema tersendiri. Flashback ke beberapa tahun sebelumnya, persaingan per-gadget-an memang tidak sekeras sekarang, hanya beberapa brand ternama saja waktu itu yang bermain, sehingga kompetisi tidak begitu terasa. Bandingkan dengan kondisi saat ini, sampai-sampai saya tidak mampu menghitung ada berapa brand yang telah membanjiri pasar. Kategori gadget makin bervariasi, mulai feature phone, smartphone, tablet, phablet, pc, dan jenis gadget lainnya.

Melihat kenyataan tersebut, sebagai konsumen diuntungkan dengan lebih banyaknya alternatif pilihan. Namun, secara ‘kualitas’ menurut saya ada penurunan. Kualitas yang saya maksud bukan sekedar kualitas produk semata, namun kualitas secara menyeluruh, termasuk di dalamnya adalah after salesnya. Bagi produsen sudah jelas, penjualan besar adalah prioritas, artinya mereka lebih berorientasi terhadap bisnis daripada berorientasi kepada konsumen. Skenario ini dapat diprediksi dengan melihat perilaku produk di pasar. Setahun bisa muncul puluhan bahkan ratusan varian produk dari berbagai merek.

Merek-merek ternama saat ini juga tidak bisa menjamin apakah produk mereka benar-benar handal. Beberapa media, forum, dan komunitas banyak yang memuat isu-isu terkait kualitas produk dan layanan purna jualnya. Hampir sebagian besar mengeluh terutama terkait layanan service centernya. Konsumen harus benar-benar jeli dalam memilih gadget yang akan mereka beli. Jangan sampai bayar mahal malah justru kecewa. Kalau harga murah sih oke-oke saja, artinya kalaupun rusak gak sampai bikin pusing kepala. Kualitas gadget akan saya anggap bagus jika umur pemakaian bisa mencapai lebih dari satu tahun atau hingga masa garansi habis. Namun jika belum bisa mencapai waktu tersebut, produk belum bisa saya anggap baik.

Ada beberapa tips berharga yang mungkin bisa dijadikan acuan berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami setelah menggunakan beberapa gadget.

  1. Jangan membeli gadget karena alasan nama besar merek, karena itu bukanlah jaminan produk pasti berkualitas. Ingat kualitas yang saya maksud bukan semata kualitas produk, tapi kualitas keseluruhan seperti saya jelaskan di atas.
  2. Beli sesuai kebutuhan dan dana yang tersedia.
  3. Rajin baca review dan komentar pengguna yang sudah memiliki gadget yang ingin kita beli.
  4. Terpenting adalah perhatikan layanan after salesnya. Pastikan garansi benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, apakah di replace, di repair, atau solusi lainnya.
  5. Carilah gadget yang jika rusak banyak alternatif tempat repair selain Service Center Resmi, tujuannya adalah setelah garansi habis kita memiliki alternatif lain untuk mereparasi HP kita, kecuali jika tiap tahun kita ganti gadget.
  6. Carilah gadget yang mudah dicari spare partnya.
  7. Cari gadget yang banyak didukung di forum maupun komunitas, sehingga jika ada masalah banyak solusi untuk mengatasinya.
  8. Berhati-hatilah jika membeli gadget secara online, bukan karena faktor penipuan, tetapi lebih kepada dukungan after salesnya. Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
  9. Faktor prestisius saat ini menjadi pertimbangkan penting bagi sebagian konsumen, asal poin-poin di atas terpenuhi harga mahal tidak jadi masalah. Jika terjadi masalah solusi mudah dipecahkan. Bagi yang berduit rusak bisa cepat ganti, bagi yang memiliki dana terbatas tetapi pengen terlihat mentereng harus selektif memilih produk.
  10. Terakhir sesuai kebutuhan, jika faktor prestis bukan yang utama. Jika doyan foto, ya carilah yang kualitas kamera terbaik, suka multimedia ya cari yang kualitas audio visualnya bagus, dan seterusnya.

Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman saya yang ‘sempat’ fanatik dengan salah satu merek dalam kurun waktu yang cukup lama, namun terakhir kecewa gara-gara layanan after sales yang sangat buruk. Ditambah lagi ketersedian spare part yang sulit di pasaran. Semoga produsen sadar kualitas produk dan promosi saja tidak cukup jika ingin konsumen tetap loyal, tetapi bagaimana memelihara passion agar konsumen tetap loyal adalah yang terpenting.

Semoga bermanfaat.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *